Nilai Ekspor Industri Kreatif Makin Meningkat - Kemendag Targetkan Transaksi Inacraft Naik 15%

NERACA

Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan transaksi standnya yang akan dihasilkan dari Indonesia International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2012 akan naik 15% dibanding tahun sebelumnya. Inacraft setiap tahunnya menunjukkan peningkatan penjualan ritel dan kontak dagang yang cukup baik. Pada 2011, penjualan ritel berhasil mencapai Rp95 miliar atau meningkat sebesar 5% dari penjualan tahun 2010 yang sebesar Rp90 miliar. Selain itu kontak dagang dengan buyer mancanegara pun terus mengalami kenaikan.

Pada Inacraft 2011, nilai kontak dagang yang berhasil diperoleh sebesar US$ 8,2 juta atau meningkat 2,5% dari kontak dagang tahun 2010 sebesar US$ 8 juta. “Kami telah berpartisipasi dalam pameran ini sejak 2008, dan setiap tahunnya hasil transaksi meningkat signifikan,” ungkap Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Gusmardi Bustami di sela-sela acara pembukaan Inacraft, Rabu (25/4).

Pada 2011, transaksi yang dihasilkan seluruh stand Kemendag sebesar Rp. 1,4 miliar, dan nilai tersebut naik dari Rp. 857,4 juta pada 2010. Kemendag menargetkan total transaksi tahun 2012 ini naik hingga 10-15% dari tahun lalu.

Pada pameran Inacraft yang ke-14 ini, Kemendag mengambil tema Trade with Remarkable Indonesia. Produk-produk yang dipamerkan di stand-stand Kemendag, antara lain kerajinan tangan, tekstil dan produk tekstil, sepatu dan alas kaki, pakaian, produk kreatif (produk multi fungsi) yang bahannya 100% terbuat dari sumber daya alam Indonesia.

Gusmardi mengatakan, industri kerajinan termasuk dalam industri kreatif yang berpotensi untuk terus dikembangkan karena diminati oleh pasar dalam dan luar negeri, terbukti dengan terus naiknya nilai ekspor produk tersebut.

Nilai Ekspor Naik

Pada 2010, nilai ekspor produk kerajinan mencapai US$614,3 juta atau meningkat 8% dibandingkan tahun 2009 yang senilai US$568,8 juta. Sementara itu, pada 2011 nilai ekspor produk kerajinan juga meningkat 7,37% dibandingkan tahun 2010, yaitu mencapai US$659,5 juta.

“Kami berharap pameran ini dapat mengenalkan produk kerajinan Indonesia lebih jauh baik kepada masyarakat Indonesia maupun konsumen asing, yang pada akhirnya akan mengarah pada peningkatan kesejahteraan para pelaku usaha terkait dengan sektor kerajinan ini,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, mengatakan nilai ekspor produk kerajinan Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Ini terjadi setelah Presiden memberikan arahan untuk mengembangkan produk industri kreatif nasional.

"Sejak arahan Presiden tentang pentingnya kita meningkat ekspor produk kreatif di Tanah Air kita, yang kaya akan nilai-nilai budaya bangsa maka industri kreatif terus berkembang dari tahun ke tahun," sebut Hatta.

Wadah Industri

Oleh sebab itu, lanjut Hatta, ajang pameran produk kerajinan Inacraft bisa dijadikan wadah untuk para perajin dan industri kecil, menengah, dan besar berkolaborasi untuk meningkatkan ekspor produk kerajinan. Pameran ini pun diharapkan dapat lebih mengangkat produk kerajinan sehingga punya nilai ekonomi yang tinggi.

Mengenai Inacraft, Hatta menyampaikan, penjualan ritel dan kontrak dagang dalam ajang tahunan ini terus meningkat. Penjualan ritel tahun lalu berhasil mencapai hampir Rp100 miliar atau naik 5% dari tahun 2010.

Tahun ini, kata Hatta, Inacraft ditargetkan akan dikunjungi buyer asing sekitar 1.000 orang dari 100 negara. Tahun lalu, jumlah buyer asing yang mengunjungi pameran tahunan ini ada 823 buyer dari 51 negara. "Diharapkan Inacraft 2012 merupakan salah satu wadah yang tepat untuk menggalakkan kampanye 100 persen Cinta Indonesia sebagaimana acara pembukaan tahun 2009 Bapak Presiden berkenan melanjutkan program tersebut," ujarnya.

Related posts