Kami Hadir Dengan Layanan Terbaik - Direktur Utama Bank Syariah Bukopin : RIYANTO

NERACA

Dengan mengucapkan, “Bismillahirrahmanirrahim,” untaian pita pun digunting. Sekejap riuh tepuk tangan dari wajah penuh senyum bahagia terlihat saat menyaksikan peresmian Kantor Cabang Pembantu (Capem) Bank Syariah Bukopin (BSB) Kelapa Gading, 23 April lalu.

Disaksikan Jajaran BSB, Pemda, kolega, nasabah, dan para undangan lainnya, Capem BSB Kelapa Gading memang resmi beroperasi di Jalan Boulevard Barat Raya, Ruko Inkopal Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dengan dibukanya kantor Capem ini, diharapkan BSB akan mencapai target pertumbuhan hingga 40%, dan harapan itu berada dipundak Direktur Utama Bank Syariah Bukopin Riyanto. “Kami ingin memperkuat jaringan layanan yang sudah ada,” ujarnya.

Capem Kelapa Gading merupakan salah satu kantor capem terbaik dipersembahkan BSB bagi para nasabah. Kantor yang dilengkapi banking hall yang nyaman dan pelbagai layanan perbankan, adalah bagian dari komitmen BSB untuk terus meningkatkan pelayanannya kepada seluruh nasabah, seperti visi BSB, “Menjadi Bank Syariah Pilihan dengan Pelayanan Terbaik.”

“Kita baru saja membuka Capem di Jakarta yakni Kelapa Gading yang merupakan area bisnis 3 (tiga) di wilayah Jabodetabek. Dan Insya Allah, kamis minggu ini (26/4) akan dilakukan Tasyakuran Capem Bekasi yang merupakan Area Bisnis 4 (empat). Harapan kami segera berdiri beberapa outlet lagi di Jabodetabek dimana perijinan akan segera kami ajukan ke Bank Indonesia,” ungkap pria yang memiliki tiga orang putra tercinta, masing-masing Rangga Fauzi, Gilang Fikri, dan Raisa Sabila buah pernikahannya dengan Dwisinta Wiyati.

Direncanakan kelak BSB akan menggenapkan kantor cabang pembantu menjadi 10 kantor ditahun 2012 ini. Namun lima kantor cabang akan dibuka di luar Jakarta, dan masih di Pulau Jawa. Untuk ekspansi ke luar Pulau Jawa, terang Riyanto, akan direncanakan dilakukan pada tahun mendatang.

Riyanto menerangkan bahwa untuk membuka kantor Capem sepanjang tahun 2012, dibutuhkan investasi sekitar Rp 20-30 miliar. Harga per kantornya, kata Riyanto, tergantung lokasi dan fisik kantornya, “Kalau kantor cabang pembantu biasanya dibawah Rp 1 miliar,” jelas Riyanto.

Meski proses izin pendirian cabang cenderung lambat, namun pihaknya optimistis upaya untuk memperkuat jaringan bisa terealisasi. Apalagi secara umum Bank Syariah Bukopin termasuk bank yang mendapat penghargaan sebagai bank yang mencatat pertumbuhan yang brilian.

Menurut dia, Capem Kelapa Gading akan menjadi salah satu pendorong pengembangan usaha sesuai rencana bisnis dengan mempertimbangkan potensi, risk management dan asas-asas prudential banking.

Dalam kurun tiga tahun terakhir, pertumbuhan BSB memang telah meningkat tajam, dari sebelumnya hanya beraset Rp 606 miliar kini terdongkrak hingga sekitar Rp 2.685 miliar atau tumbuh 300%, bahkan laba tahun 2011 lalu dibukukan sebesar Rp 12 miliar.

“Kami sudah melakukan penetrasi lebih dalam terhadap market sehingga kami tidak hanya melayani produk simpanan, tapi juga produk pembiayaan mulai dari pembiayaan KPR syariah hingga otomotif,” ungkap Riyanto menjelaskan.

Kepiawaian lulusan Universitas Padjajaran 1985 ini dalam menahkodai BSB ditengah kompetitor perbankan sejenis terbilang fantastis. Ia jeli membidik pangsa pasar dan memetakanstrategi dalam mendorong lokomotif perusahaan. Salah satunya adalah menandatangani perjanjian kerja sama penerimaan setoran investasi wakaf uang dengan Yayasan Haji Sepanjang Hayat dibawah pengawasan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI).

Sebagai Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU) yang telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia No.82 Tahun 2010 per 20 Juli 2010 lalu. Maka BSB akan bertindak sebagai bank penerima setoran wakaf uang dari masyarakat.

Saat ini, BSB didukung oleh jaringan kantor sebanyak 10 Kantor Cabang, 7 Kantor Cabang Pembantu, 2 Kantor Kas, 53 Kantor layanan Syariah, dan 30 unit Pick Up Service serta ATM jaringan Bank Bukopin, ATM Prima, dan ATM Bersama. Dan dengan nomor call center BSB 500666, pelbagai informasi seputar produk bahkan bertransaksi dapat dilakukan.

Beberapa produk layanan yang ditawarkan BSB, jelas Riyanto, antara lain; produk pendanaan yaitu Tabungan iB SiAga, Tabungan iB Rencana, Tabungan iB SiAga Bisnis, Tabungan iB Haji dll. Sementara layanan pembiayaan bisa melalui iB Jual-Beli (murabahah), iB bagi Hasil (musyarakah), iB bagi hasil (mudharabah), iB investasi terikat (mudharabah muqayyadah), iB K3A Pola Syariah, iB Pemilikan Rumah, iB Pembiayaan Mobil, dan iB Perjalanan Haji.

“Kami juga memberi layanan produk jasa (service) seperti Kartu ATM SiAga, SMS Banking, Internet Banking, Phone banking, Save deposit box, Transfer, Kliring, Inkaso, RTGS, Payment point, dan SKBDN iB, semua dapat diakses melalui on line sistem,” jelas Riyanto.

BSB terus berupaya meningkatan performance lebih baik. Ini dapat dilihat dari dana pihak ketiga (DPK) meningkat sangat signifikan sebesar 42,68 persen atau menjadi Rp 2,240 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,570 triliun per Maret 2012. Begitupun dengan total pembiayaan yang mencapai Rp 2,024 triliun atau meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Rp 1,496 triliun. Sedangan total aset yang kini ditoreh mencapai Rp 2,685 triliun dengan posisi CAR sebesar 14,62%, luar biasa.

Riyanto menilai bila perbankan syariah memiliki potensi besar untuk berkembang, namun sayangnya sosialisasi dan informasi serta pemahaman lengkap mengenai perbankan syariah masih sangat kurang di Indonesia, “Ini menjadi salah satu tantangan bagi kita semua dalam memberi pemahaman seputar bankl syariah,” ujarnya. Karena itu perbankan syariah tak punya alasan untuk tidak berkembang, “Kami berharap semua akan berjalan sesuai dengan target pertumbuhan yang kita harapkan,”ungkap Riyanto optimis.

Related posts