Ekonomi Positif Picu Banyak Reksa Dana Baru Terbit - Dana Kelola Capai Rp 193,1 Triliun

NERACA

Jakarta- Meskipun tercatat ada 36 produk reksa dana yang ditutup oleh regulator pasar modal, tidak membuat pertumbuhan investasi reksa dana tertekan dan sebaliknya berkembang pesat. Pasalnya, pada triwulan pertama 2012, total dana kelola industri reksa dana tercatat sebesar Rp 193,136 triliun.

Ketua Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) Abipraya Eriyanto mengatakan, total dana tersebut meningkat 14,80% dibandingkan total AUM di akhir 2011 yang tercatat Rp 168,236 triliun, “Kenaikan ini didorong pertumbuhan ekonomi nasional, serta didukung pula oleh demografi atau populasi kelompok-kelompok yang tadinya di bawah kini meningkat ke level menengah bahkan bisa ke level atas,”katanya di Jakarta, Selasa (24/4).

Menurutnya, dampak dari perekonomian yang masih membaik membuat kepercayaan investor reksa dana semakin baik. Tidak hanya itu, tingginya minat investor terhadap reksa dana juga dipengaruhi banyaknya perusahaan manajer investasi meluncurkan produk baru dan inovasi bagi pelaku pasar.

Kata Abi, manajer investasi banyak menawarkan varian reksa dana dan kondisi ini membuat banyak pilihan bagi masyarakat. Dari beragam jenis dana kelolaan, reksa dana yang mengalami kenaikan paling signfikan adalah dana kelolaan balanced fund. Jenis reksa dana ini mengungguli reksa dana campuran, ETF Equity Fund, pendapatan tetap, reksa dana Index Fund, Money Market Fund, terproteksi serta reksa dana syariah. “Balanced fund per Maret 2012 tercatat sebanyak Rp 34,524 triliun atau meningkat 59% dari akhir 2011 yang tercatat sebanyak Rp 21,713 triliun,”ungkapnya.

Reksa Dana Terproteksi Turun

Sementara dari produk-produk tersebut, reksa dana terproteksi mengalami defisit minus 2,85% dari Rp 41,834 triliun di akhir 2011 menjadi Rp 40,644 triliun per Maret 2012. Penurunan ini tak lepas dari banyaknya reksa dana terproteksi yang jatuh tempo, sehingga sudah tidak ada perkembangannya. “Kalau reksa dana terproteksi jatuh tempo sudah hilang dan digantikan reksa dana baru,” paparnya

Meski mengalami peningkatan signifikan, namun Abiprayadi menyayangkan investor reksa dana masih minim. Per Maret 2012, pemegang unit reksa dana di Indonesia baru sebanyak 475.242 investor."Jumlah pemegang unit reksa dana per Maret 2012 sebesar 475.242. Jumlah ini masih kecil jika dibanding dengan populasi Indonesia. Jadi potensinya masih besar sekali," ujarnya.

Kondisi tersebut, menurutnya, berbanding terbalik dengan kondisi di negara Paman Sam, Amerika Serikat (AS). Dia mengatakan, dari 10 Kepala Keluarga (KK) yang terdapat di AS, delapan di antaranya sudah berinvestasi dengan reksa dana.

Padahal, Abi mengungkapkan, saat ini reksa dana sudah dibuat sedemikian rupa. Maksudnya, dengan sedikit jumlah uang yang dimiliki, investor sudah mampu berinvestasi dengan reksa dana. "Padahal reksa dana sekarang sudah dibuat sedemikian rendah. Orang bisa memulai dengan Rp500 ribu dan bulanan Rp100 ribuan," jelasnya.

Untuk tahun 2012 ini, Abiprayadi terus mengusahakan sosilalisasi mengenai reksadana. Abi menambahkan, akan terus melihat potensi investor di luar pulau Jawa dan Sumatera. “Investor sebagian besar memang hanya di Pulau Jawa dan Sumatera karena komunitas yang mampu berinvestasi sebagian besar hanya di Jawa dan Sumatera, tapi kita terus melihat potensi di luar itu terutama di Kalimantan,” ujarnya. (didi)

Related posts