Performance Emite di Triwulan Pertama Topang Kinerja Indeks

Neraca

Jakarta – Banyaknya agenda emiten berencana membagikan dividen ditahun 2011 sebagai prestasi pertumbuhan laba tahun lalu, memicu pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia bergerak positif.

Menurut kepala riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, indeks dalam sepeka masih akan bergerak stabil karena ditopang laporan keuangan kuartal I-2012 dan juga diiringi dengan ramainya emiten membagikan dividen, “Performa luar biasa serta diiringi dengan pembagian dividen membawa berkah bagi indeks BEI untuk bergerak positif dan tidak mustahil IHSG bisa 'bounce back,”katanya dalam risetnya di Jakarta, Selasa (24/4)

Menurut Edwin, kestabilan ini akan ditopang oleh Dow Jones yang hanya turun 102,09 poin, setelah sebelumnya sempat turun 180 poin di awal pembukaan perdagangan akibat ketidakpastian ekonomi dan politik Eropa yang menciptakan ketakutan, mengenai kemampuan zona mata uang tunggal ini mengatasi krisis.

Wall Street kembali mengalami tekanan jual dalam perdagangan Senin (23/4) karena hampir seluruh sektor berada dalam teritorial negatif, dengan indeks Dow Jones turun 102,09 poin (0,78%), yang diikuti oleh naiknya The CBOE Volatility Index mendekati level 19.

Sementara Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI), Abiprayadi Riyanto menyakini, faktor investment grade akan berperan penting terhadap iklim investasi di Indonesia termasuk pasar modal. Oleh karena itu pemerintah Indonesia diharapkan dapat menjaga pertumbuhan ekonomi tetap positif. "Faktor investment grade berperan untuk iklim investasi positif. Indonesia harus memanage perekonomiannya karena investor melihat image," ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan,memang investor luar negeri seperti dana pensiun ada yang melihat investment grade, kupon dan currency untuk masuk berinvestasi ke Indonesia. Namun tidak semua investor tersebut terpengaruh dengan investment grade. Jadi Meskipun lembaga pemeringkat S&P masih menunda, Abiprayadi menuturkan, selama persepsi investor Fitch Rating dan Moodys dianggap telah cukup untuk memberikan investment grade maka mereka juga masih akan masuk ke Indonesia."Ada beberapa investor yang tak perlu investment grade boleh masuk. Lihat saja kepemilikan asing di SUN mencapai Rp150 triliun sebelum investment grade, sekarang sudah mencapai Rp220 triliun dipegang oleh asing," kata Abiprayadi.

Namun, meski Indonesia telah mendapatkan investment grade, investor luar negeri tersebut akan memperhatikan perlindungan investor, struktur legal dan market, serta pajaknya. "Para investor tersebut tidak serta merta masuk ke Indonesia, tetapi mereka pasti pelajari dulu mulai perlindungan investornya, pajaknya, struktur market dan legalnya," ujar Abiprayadi.

Abiprayadi pun masih optimis dana kelolaan reksa dana tumbuh 10%-15% pada 2012. Dengan catatan persepsi investor terhadap Eropa membaik dan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih tetap baik. (bani)

Related posts