Anggarkan Rp115 Miliar, CTRP Garap Enam Budget Hotel - Ekspansi Grup Ciputra

NERACA

Jakarta - PT Ciputra Property Tbk (CTRP) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp115 miliar untuk pembangunan enam hotel berbiaya murah sekelas bintang dua plus (budget hotel) pada 2012. Menurut Direktur CTRP, Arthadinata Djangkar, saat ini pihaknya tengah berkonsentrasi pada pembangunan hotel murah di luar kota Jakarta.

"Dana ini akan digunakan untuk akuisisi lahan dan membangun budget hotel," kata Arthadinata di Jakarta, Selasa (24/4). Lebih lanjut dia mengatakan, perseroan sudah memiliki empat lahan yang tersebar di daerah Bandung, Yogyakarta, Semarang, dan Cirebon.

Bahkan, untuk pembangunan budget hotel di Bandung, CTRP telah menandatangani perjanjian pinjaman dengan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp30 miliar. Menurut rencana, perusahaan Grup Ciputra ini segera menambah dua lokasi untuk lahan budget hotel tersebut. Lokasi yang dijajaki berada di Bengkulu dan Banjarmasin.

Untuk pembangunan satu budget hotel, kata Arthadinata, membutuhkan dana Rp35 miliar. Sementara, CTRP menargetkan membangun keenam budget hotel ini secara serentak pada akhir 2012 dan diharapkan mulai beroperasi awal 2014 mendatang.

"Dua lokasi ini (Bengkulu dan Banjarmasin) sedang dicari. Tetapi, mungkin untuk yang di Banjarmasin, kami akan joint venture (membentuk usaha patungan) dengan pemilik lahan," ungkap dia.

Skema yang digunakan anak usaha PT Ciputra Development Tbk (CTRA) tersebut yaitu untuk pembiayaan pembangunan hotel, mayoritas akan menggunakan pinjaman perbankan. Sedangkan sisanya dan juga biaya pembebasan lahan, menggunakan dana dari kas internal perusahaan.

Seperti diketahui, CTRP menargetkan dapat membangun 20 budget hotel dalam kurun waktu dua tahun. Untuk mekanismenya, budget hotel ini akan berada di bawah anak usaha perseroan, yakni PT Ciputra Hospitality. Sementara CTRP akan menjadi operator hotel tersebut.

Pada penutupan perdagangan bursa kemarin, saham CTRP ditutup menguat 10 poin ke posisi Rp780 per lembar saham. Dengan volume perdagangan sebanyak 8,6 juta lot senilai Rp6,7 miliar.

Perketat asing

Masih di tempat yang sama. Direktur Utama CTRP, Candra Ciputra menegaskan dukungannya terhadap upaya asing masuk sektor properti Indonesia. Namun demikian, kata dia, syarat atau aturannya harus jelas dari pemerintah. Dirinya juga mengingatkan, kepemilikan asing sebanyak 100% pada sektor properti di Indonesia bakal menaikkan harga properti hingga tiga kali lipat.

"Kepemilikan asing harus bertahap, judulnya apa, jangka waktunya berapa. Kalau sangat bebas kepemilikannya sampai 100%, ya, properti di Indonesia bisa naik tiga kali lipat," tegas Candra. Dia menambahkan, Indonesia harus lebih kompetitif dengan negara regional seperti Asean agar investor semakin banyak.

Masuknya investasi asing dalam kepemilikan properti di Indonesia, sambung Candra, tidak akan menimbulkan kerugian. Sebab, masuknya dana asing akan menjadi semacam 'ekspor devisa' di sektor properti. Kendati demikian, banyak yang memprediksi kepemilikan properti oleh asing akan menimbulkan efek bubble.

Akan tetapi, Candra membantah hal ini. Dia mengatakan, kepemilikan tidak akan menimbulkan bubble jika pemerintah mengaturnya secara jelas. "Kalau bubble tinggal di rem, naikkan down payment, naikkan juga kepemilikan asing berapa tahun tidak boleh dijual, gampang saja," tambahnya.

Sebagaimana diketahui, CTRP berencanakan membangun multiconcept superblock Ciputra World (CW) I, II, dan III di kawasan segi tiga emas Jalan Prof Dr Satrio, Casablanca, Jakarta Selatan dengan total luas lahan sebesar 12 hektar. Untuk pendanaan, diperkirakan akan menghabiskan dana senilai Rp12 triliun.

Rinciannya, CW I Rp5,5 triliun, CW II sebesar Rp3,5 triliun, dan CW III Rp3 triliun. Selain itu, khusus proyek CW II, perseroan juga akan membangun Hotel W Jakarta. Hotel tersebut rencananya akan selesai dibangun dan beroperasi pada 2015 mendatang.

Selain Hotel W, proyek CW II juga terdiri dari Fraser Suites Serviced Apartment, kondominium The Cedar, kondominium The Residence, serta gedung perkantoran. "Untuk keseluruhan proyek Ciputra World Jakarta II ini sebesar Rp3 triliun. Nah, sepertiganya dari Rp3 triliun itu untuk hotel W, ya, Rp1 triliun," tutup Candra. [ardi]

Related posts