Presiden Ingin Pastikan APBN P 2012 Aman

NERACA

Jakarta---Pemerintah menginginkan agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN P) 2012 tetap aman. Sehingga perekonomian tumbuh dengan baik karena pemerintah tidak jadi menaikkan harga BBM bersubsidi pada 1 April 2012. "Dengan harga BBM tidak naik, maka harus ada opsi dan solusi lain. Kalau tidak ada tindakan lain yang kita lakukan, tentu perekonomian kita menuju ke arah yang tidak sehat," kata Presiden dalam pengantar rapat kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa.

Untuk itu, dalam rapat kabinet paripurna kali ini, Presiden akan membahas secara mendalam terkait berbagai tindakan yang dibutuhkan guna tetap memelihara pertumbuhan ekonomi 6,5% dan APBN P 2012 yang tetap sehat.

Karena itu, Kepala Negara juga minta Komite Ekonomi Nasional (KEN) untuk memberikan rekomendasi guna menjaga pertumbuhan perekonomian nasional. "Saya berbicara dengan ketua KEN saudara Chairul Tanjung untuk saya mintai agar KEN bisa menyampaikan rekomendasi kepada pemerintah sebagai bagian dari kebijakan yang dikembangkan oleh pemerintah utamanya untuk menjaga pertmubuhan ekonomi kita tahun ini," tambahnya

Yudhoyono menambahkan pemerintah membentuk KEN dan KIN untuk meberikan rekomendasi kepada pemerintah terkait sejumlah permasalahan yang dihadapi bangsa. Kedua lembaga itu bukanlah lembaga penentu kebijakan.

Presiden berharap KEN bisa memberikan rekomendasi, khususnya untuk menjaga postur APBN Perubahan dan kondisi fiskal yang lain.

Yudhoyono menjelaskan rapat terbatas dan sidang kabinet itu akan membahas sejumlah hal, termasuk berbagai rancangan kebijakan di bidang perekonomian yang akan dilaksanakan pada Mei 2012. "Kita berlakukan kebijakan pemerintah dan langkah pemerintah pada bulan Mei kedepan hingga akhir tahun ini, agar ekonomi kita bisa kita jaga dengan baik sekaligus agar APBN dan fiskal kita aman," katanya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Kantor Presiden mengatakan, APBN P 2012 saat ini sebenarnya dirancang dengan kenaikan harga BBM bersubsidi Rp1.500/liter.

Tanpa kenaikan harga BBM bersubsidi, maka pemerintah harus melakukan berbagai langkah-langkah pengamanan APBN P 2012 sekaligus tetap menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Langkah pemerintah untuk mengurangi tekanan terhadap APBN P 2012 diantaranya adalah mengantisipasi membengkaknya subsidi untuk BBM akibat harga minyak mentah dunia yang tinggi.

Tingginya harga minyak dunia membuat selisih harga BBM bersubsidi dengan nonsubsidi semakin melebar, sehingga subsidi untuk BBM diperkirakan juga akan membengkak.

Disisi lain, selisih yang terus melebar antara harga BBM bersubsidi dengan non subsidi, juga membuat kebutuhan konsumsi BBM bersubsidi diperkirakan akan terus membengkak dan menembus kuota 40 juta kilo liter BBM bersubsidi. Untuk itu, Pemerintah kini juga sedang mengkaji berbagai opsi guna mengurangi tekanan subsidi melalui pengendalian dan penghematan BBM bersubsidi. **cahyo

Related posts