Analis : Indeks 30 Belum Cerminkan Sektor Industri Pasar Modal

Neraca

Jakarta – Peluncuran indeks 30 yang diterbitkan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dinilai belum menjadi acuan investor pasar modal. Pasalnya, indeks (IDX 30) belum bisa mempresentasikan seluruh sektor industri di pasar modal.

Direktur Utama HD Capital Anthony Kristanto menilai, seharusnya konsep IDX30 bisa lebih merepresentasikan seluruh sektor industri yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. "IDX30 masih merepresentasikan indeks LQ45 yang acuannya adalah saham-saham paling memiliki likuiditas tertinggi,"kata Anthony di Jakarta kemarin.

Menurutnya, saham-saham yang ada di dalam IDX30 seharusnya lebih dimodifikasi dari setiap industri. Misalnya, bisa diambil perusahaan-perusahaan yang paling unggul di sektornya. Selain itu, IDX 30 dinilai masih perlu tambahan parameter. Sehingga emiten-emiten yang terpilih dalam saham unggulan 30 tersebut, bisa mewakili kebutuhan para pelaku pasar. "Isu yang berkembang di kalangan pelaku pasar, untuk saat ini yang paling dibutuhkan oleh para manager investasi (MI) adalah indeks yang mengacu pada industri," ujar Anthony.

Dia mengusulkan, parameter untuk menyusun IDX 30 bisa ditambah. Misalnya, hanya dengan memasukan dua emiten teratas dari setiap sektor digabungkan menjadi satu dalam IDX 30. "Mungkin kedepan parameternya yang diubah. Misalnya industri perbankan 2 emiten, industri ambil 2 emiten," tuturnya.

Anthony berharap kedepan para pelaku pasar akan menentukan indeks 30 ini apa sudah sesuai dengan kebutuhan atau belum."Tapi kalau untuk sekarang ya sudah sesuai dengan keinginan pasar," tandasnya.

Peninjauan Berkala

Sebelumnya, Direktur Utama BEI Ito Warsito pernah bilang, pihaknya akan melakukan peninjauan secara berkala atas komponen pembentuk Indeks-30 (IDX30) setiap enam bulan. Rencananya, peninjauan berkala akan dilakukan pada awal Februari dan Agustus setiap tahunnya.

Ito menjelaskan, hari dasar penghitungan yang dipilih adalah 30 Desember 2004 dengan nilai awal indeks 100. Metode penghitungan IDX30 adalah sama dengan metode penghitungan indeks-indeks lain yang ada di BEI sekarang yaitu pembobotan berdasarkan market capitalization weight average. "Metode perhitungan IDX30 ini adalah sama dengan metode perhitungan indeks-indeks lainnya yang ada di BEI saat ini, yaitu pembobotan berdasarkan pertimbangan kapitalisasi pasar rata-rata," ungkapnya

Seperti diketahui, IDX30 diluncurkan otoritas pasar modal mencakup 30 saham unggulan yang konstituennya merupakan bagian dari LQ45. "Indeks IDX30 ini diharapkan menjadi acuan bagi investor untuk berinvestasi pada saham-saham yang memiliki likuiditas tinggi dan berkapitalisasi besar," ujar Ito.

Ito menambahkan, di masa mendatang, IDX30 ini diproyeksikan akan menjadi landasan dan acuan bagi produk-produk pasar modal seperti reksadana, "Exchange Trade Fund (ETF)" serta produk derivatif lainnya.

Sementara itu menurut Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Nurhaida, peluncuran IDX30 ini seiring dengan pertumbuhan investasi di Indonesia. "Ini akan sangat baik perkembangannya secara ekonomi maupun secara umum dan khususnya pasar modal Indonesia," ujarnya. (didi)

Related posts