Covid 19 Meluas, Kemenperin Kucurkan Kacamata Pelindung dan Hand Sanitizer

NERACA

Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggandeng industri kacamata dalam negeri, PT Atalla Indonesia untuk menyumbangkan sebanyak 10.000 kacamata yang berfungsi sebagai alat pelindung diri (APD) ke Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB). Kacamata tersebut dapat digunakan sebagai upaya penanganan virus korona (Covid-19) yang tengah mewabah di Indonesia.

“PT Atalla merupakan salah satu produsen kacamata di Indonesia. Produk yang dihasilkannya antara lain adalahsafety glassesyang bisa digunakan oleh tenaga medis,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta.

Gati mengakui, kacamata pelindung buatan PT Atalla Indonesia yang bermerek EVO 3014 CL ini diserahkan langsung oleh Direktur Marketing PT Atalla Indonesia Kevin Chow kepada Kepala BNPB Doni Monardo dengan disaksikan Dirjen IKMA Kemenperin di Kantor Pusat BNPB, Jakarta.

Melalui upaya tersebut, Kemenperin memberikan apresiasi kepada PT Atalla Indonesia yang turut membantu pemerintah dalam penanganan dan pencegahan wabah virus korona. Menurut Gati, ini salah satu bukti nyata dukungan dan kepedulian dari pelaku industri nasional terhadap pandemi Covid-19.

“Kacamata pelindung ini akan didistribusikan kepada pihak-pihak yang sangat membutuhkan seperti para tenaga medis yang sedang menangani pasien terkait Covid-19. Jadi, nantinya BNPB akan menyerahkan kepada Kementerian Kesehatan sesuai kebutuhan,” ungkap Gati.

Gati menyampaikan, pihaknya juga sudah menyerahkan daftar industri yang memproduksi APD kepada BNPB, seperti produsen masker. Untuk industri kacamata, hingga saat ini terdapat 15 perusahaan yang telah menyerap tenaga kerja lebih dari 6.300 orang.

Gati mengakui, Kemenperin terus mendorong pelaku industri untuk ikut berkontribusi membantu pemerintah dalam upaya mengurangi dampak sosial dan ekonomi masyarakat akibat pandemi Covid-19 tersebut. Perang melawan penyebaran virus korona ini bisa menjadi wujud pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR).

“Beberapa pelaku industri sudah cukup banyak yang berinisiatif membantu. Salah satunya dari industri kecamata, karena kebutuhannya cukup tinggi,” imbuh Gati.

PT Atalla Indonesia merupakan satu-satunya produsen kacamata di dalam negeri yang memiliki pabrik terintegrasi mulai dari pembuatan bingkai hingga lensa dan aksesorisnya.

“Kami juga satu-satunya perusahaan kacamata yang secara resmi telah memiliki sertifikat halal dan turut mendukung program pemerintah untuk Industri Kesehatan Halal 2024. Saat ini, kami sedang gencar memperkenalkan produk-produk baru yang halal tersebut dengan slogan Halal Itu Baik,” tutur Direktur Marketing PT Atalla Indonesia Kevin Chow.

Berdasarkan catatan Kemenperin, kontribusi industri kacamata terhadap perekonomian nasional bisa dilihat dari capaian nilai ekspornya yang mampu menembus hingga 104,6 juta dolar AS sepanjang tahun 2019. Oleha karenanya, Kemenperin bertekad untuk semakin meningkatkan daya saing industri kacamata di Indonesia agar lebih kompetitif di kancah global.

ProduksiHand Sanitizer

Di samping itu, sejumlah unit pendidikan di bawah binaan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian terus aktif memproduksi cairan pembersih tangan (hand sanitizer). Inisiatif ini untuk turut membantu upaya pemerintah dalam menangani dan mencegah pandemi virus korona (Covid-19) yang tengah melanda Indonesia.

“Seluruh dunia kini sedang didera nestapa wabah korona, tak terkecuali Indonesia. Maka tak heran banyak orang berbondong-bondong membeli masker danhand sanitizeragar tubuh tetap terjaga dari serangan virus,” kata Kepala BPSDMI Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto.

Menurut Eko, dengan tingginya permintaan produk tersebut, membuat sebagian daerah mengalami kelangkaan di pasaran. “Sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan sulit untuk membelinya, bahkan harganya meroket drastis,” ungkap Eko.

Oleh karena itu, Eko mengatakan, BPSDMI sedang memacu unit pendidikan di lingkungan Kemenperin untuk lebih banyak membuathand sanitizersecara mandiri. Pembuatanhand sanitizerini telah disesuaikan dengan standar yang ditetapkan oleh WHO serta prosedur kesehatan dan keselamatan hingga melalui riset yang baik

“Produkhand sanitizerini kami distribusikan untuk kebutuhan karyawan serta mahasiswa atau siswa di lingkungan unit pendidikan masing-masing, hingga juga diserahkan ke masyarakat sekitar,” tutur Eko.

BERITA TERKAIT

Lawan Covid-19, Pelaku IKM Mampu Produksi Masker dan APD

NERACA Jakarta - Sejumlah pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di dalam negeri siap memproduksi masker dan alat pelindung diri…

Hadapi Covid-19, Kemenperin Bikin Aplikasi Distribusi Bahan Baku

Jakarta – Ditengah menghadapi pandemi Covid-19 diperlukan strategi yang baik agar sektor industri tetap bisa berjalan, untuk itu Kementerian Perindustrian…

Lawan Covid-19, Industri Otomotif Siap Produksi Ventilator

NERACA Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong industri otomotif di dalam negeri untuk dapat memproduksi alat…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Ditengah Pandemi Covid-19, Ekspor Pertanian dan Perikanan Masih Dilakukan

NERACA Belawan – Ditengah-tengah pandemic Covid-19, Pemerintah yang diwakili Badan Karantina Pertanian (Barantan), Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat adanya peningkatan pengiriman…

Lawan Covid-19, Kemenperin Relokasi Anggaran Anggaran Rp113 Miliar

NERACA Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan melakukan realokasi anggaran tahun 2020 sebesar Rp113,15 miliar untuk mendorong produktivitas pelaku industri…

Lawan Covid 19, Menperin Rilis Surat Edaran Operasional Pabrik

Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) fokus mendukung produktivitas perusahaan industri dalam kondisi pandemi Covid-19. Hal tersebut bertujuan agar kegiatan industri…