Desa Miskin Jadi Target Peningkatan Kesra

Rabu, 16/03/2011

Desa Miskin Jadi Target Peningkatan Kesra

Jakarta,

Sekitar 330 desa miskin di 11 kabupaten di provinsi Maluku dan Maluku Utara menjadi sasaran kegiatan Peningkatan Kesejahteraan Petani Kecil (PKPK) selama 2011-2018. “Jumlah penerima manfaat PKPK sebanyak 49.500 keluarga miskin atau 195.000 jiwa yang tergabung dalam 3,300 kelompok mandiri,” kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Achmad Suryana di Bogor, 15/3.

Menurut Suryana, kegiatan PKPK atau smallholder livelihood development project (Solid) tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan taraf hidup keluarga miskin di pedesaan. "Upaya tersebut melalui usaha tani secara terpadu dengan pelestarian sumberdaya alam yang berkearifan lokal, sehingga mampu mewujudkan ketahanan pangan rumah tangga keluarga miskin di pedesaan," katanya

Terkait soal dana pembiayaan PKPK tersebut, Achmad Suryana mengatakan, selama delapan tahun diperkirakan mencapai 70 juta dolar AS atau Rp595 miliar terdiri dari dana pinjaman Loan sebesar 49 juta dolar AS atau Rp448,4 miliar. Selain itu dana Grant IFAD (International Fund for Agriculture Development) sebesar 1 juta dolar AS atau Rp9,2 miliar, Grant GEF( Global Environment Facility) sebesar 5 juta dolar AS atau 45,8 miliar.

Alokasi anggaran PKPK untuk 11 kabupaten tersebut terdiri dari Rp253,90 miliar untuk provinsi Maluku Utara dengan lima kabupaten yakni Kabupaten Maluku, Kabupaten Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Buru dan Buru Selatan.Sedangkan Rp300,07 miliar untuk Maluku Utara yang terdiri enam kabupaten yakni Kabupaten Halmahera Barat, Halmahera Timur, Halmahera Utara, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan dan Kabupaten Kepulauan Sula.

Menurut Achmad Suryana, dari total dana sebesar Rp595,15 miliar tersebut anggaran dari pemerintah pusat sebanyak Rp41,17 miliar, dari pemda Maluku dan Maluku Utara masing-masing Rp23,08 miliar sedangkan sisanya dari IFAD.

Dikatakannya, daerah sasaran kegaitan PKPK memiliki peluang untuk mengembangkan sejumlah komoditas berkualitas tinggi dan memiliki potensi pasar menjanjikan namun belum dioptimalkan seperti ubi kayu dan umbi-umbi lainnya, padi-padian, pisang, padi lahan kering, coklat, jambu mete dan pala. "Tanaman padi, pisang, umbi dan sagu merupakan komoditas pokok yang dikonsumsi masyarakat yang cukup besar potensinya untuk menjamin ketahanan pangan di tingkat rumah tangga," katanya.

Sebelumnya Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian telah melaksanakan program sejenis yakni PIDRA (Participatory Integratet Rainfed Development in Areas) yang juga bekerjasama dengan IFAD selama 2001-2009 di provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggar Timur dan Jawa Timur. "Program ini dinilai mampu memberikan kontribusi dalam meningkatkan taraf hidup keluarga miskin di kabupaten pelaksana," katanya. **cahyo