Investor Jangan Khawatir Berlebihan - Diyakini Fundamental Bagus

NERACA

Jakarta – Panic selling yang dilakukan investor lokal sebagai reaksi kekhawatiran masifnya peneyebaran virus Covid-19 terus menghantam laju indeks harga saham gabungan (IHSG). Maka untuk meredam gejolak tersebut, para investor pasar modal diminta tidak perlu khawatir berlebihan.”Ini tidak perlu khawatir karena semua saham listing di Indonesia melalui pasar modal ini fundamentalnya bagus, ini hanya sentimen negatif saja,” kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso di Jakarta, kemarin.

Wimboh menegaskan, fundamental dari saham emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia masih bagus. Tekanan yang terus mengerek IHSG hingga ke kisaran 4.000 dalam beberapa waktu terakhir, menurut dia, hanya disebabkan oleh sentimen negatif.

Wimboh mengatakan, relaksasi di sektor riil yang dilakukan otoritas akan memberikan stimulus kepada para emiten. Otoritas telah merelaksasi penilaian kolektabilitas kredit bermasalah debitur dan juga restrukturisasi kredit bagi UMKM. Selain stimulus mengenai kelonggaran kewajiban debitur, lanjut Wimboh, OJK juga telah menerapkan kebijakan di pasar modal seperti tidak diperbolehkan melakukan short selling dan penerapan auto rejection untuk mengendalikan agar tidak terjadi kepanikan.

Short selling adalah aksi menjual saham tanpa memiliki saham perusahaan tersebut terlebih dahulu. Saham yang dijual akan dipinjamkan dulu oleh sekuritas (broker), kemudian investor harus mengganti saham tersebut dengan membeli kembali saham perusahaan yang telah dijual. Sedangkan Auto Rejection adalah penolakan secara otomatis oleh sistem perdagangan efek yang berlaku di bursa terhadap penawaran jual dan atau permintaan beli efek bersifat ekuitas yang melampaui batasan harga atau jumlah yang ditetapkan oleh BEI.

Setelah pandemi COVID-19 semakin meluas, IHSG terus mengalami penurunan. Namun, IHSG yang sempat merosot ke bawah level 4.000 berhasil kembali pada perdagangan sesi II, Jumat akhir pekan kemarin. Hal senada juga disampaikan Direktur Anugerah Mega Investama, Hans Kwee. Dirinya menyarankan investor jangan panik dan tetap rasional menyikapi anjloknya IHSG beberapa waktu terakhir.”Pelaku pasar harus tenang jangan panik dan tetap rasional. Lakukan akumulasi beli bagi investor yang punya jangka waktu investasi lebih dari satu tahun," ujar Hans Kwee.

Akhir pekan ini, bursa Eropa berhasil bangkit dari tekanan merespon positif kebijakan Bank of England untuk mengatasi dampak COVID-19. Bank sentral Inggris itu mengumumkan pemotongan suku bunga dan meningkatkan program pembelian obligasi. Sepekan berbagai stimulus di keluarkan bank sentral dan pemerintah kawasan Eropa. Sebelumnya Bank Sentral Eropa (ECB) mengumumkan Pandemic Emergency Purchase Programme dan akan menggunakan 750 miliar Euro untuk membeli sekuritas guna mendukung ekonomi Eropa.

BERITA TERKAIT

Mayora Indah Raup Cuan Rp 1,98 Triliun

NERACA Jakarta – Masih positifnya pertumbuhan industri makanan dan minuman di tahun 2019 kemarin, dirasakan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).…

Geliat Bisnis Pelabuhan - Times Line Cetak Laba Bersih Rp 92,99 Miliar

NERACA Jakarta – Emiten pelayaran, PT Perusahaan Pelayaran Tempuran Emas Tbk (TMAS) atau Temas Line mencatatkan kinerja yang positif sepanjang…

Danai Pengembangan Bisnis - ROTI Suntik Modal Anak Usaha di Filipina

NERACA Jakarta – Dukung pengembangan bisnis anak usahanya, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI) menambahkan modal dasar ditempatkan dan disetor…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Indika Energy Buyback Saham US$ 20 Juta

NERACA Jakarta – Jaga pertumbuhan harga saham, PT Indika Energy Tbk (INDY) akan melakukan pembelian kembali atau buyback saham dan…

Imbas Pemberlakukan PSBB - Lancartama Sejati Tutup Operasinal Bisnis

NERACA Jakarta – Diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta memberikan dampak terhadap bisnis PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA).…

Raup Dana IPO Rp 215 Miliar - KBAG Beli Lahan di Balikpapan 14 Hektar

NERACA Jakarta – Geliat pasar penawaran perdana saham atau initiap public offering (IPO) di pasar modal masih terus tumbuh di…