KSEI Berlakukan Pembagian Area Kerja

Menyusul PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI) yang sudah melakukan penyesuaian kerja atau work from home, kini PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melakukan pemberlakuan pembagian area kerja (split operation) dari beberapa lokasi,termasuk opsi bekerja dari rumah (work from home).

Direktur Utama KSEI, Uriep Budhi Prasetyo dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menyampaikan, pembagian area kerja yang saat ini dilakukan KSEI masih dalam tahapan uji coba. Selanjutnya KSEI akan melihat perkembangan atas kondisi terkini di Jakarta serta mengikuti arahan dari pemerintah maupun OJK. “Kami harapkan para pemakai jasa KSEI dapat tetap menjalankan aktivitas seperti kondisi normal. Kami terus melakukan koordinasi dengan manajemen dan seluruh karyawan untuk memastikan seluruh aktivitas operasional KSEI tetap berjalan dengan baik dan lancar,”paparnya.

Selama pemberlakuan pembagian area kerja, seluruh kegiatan KSEI tetap berjalan dengan normal dan tidak terjadi perubahan jam operasional. Kegiatan-kegiatan yang melibatkan kontak langsung dan interaksi dengan orang dibatasi hingga batas waktu yang belum ditentukan. Kegiatan rapat lebih banyak dilakukan menggunakan aplikasi conference call untuk menghindari pertemuan tatap muka.

Sebagai antisipasi atas darurat Covid-19, maka KSEI juga membuka koneksi sistem utama KSEI bagi partisipan yang berencana menerapkan work from home bagi karyawannya. Sebagai informasi, sebelumnya Presiden Republik Indonesia (RI) menghimbau untuk kerja dari rumah dan juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan arahan untuk melakukan social distancing serta menghindari kontak secara langsung. Maka sejak 16 Maret 2020, KSEI memberlakukan pembagian area kerja (split operation) dari beberapa lokasi, termasuk opsi bekerja dari rumah (work from home). Pemberlakuan pembagian area kerja tersebut merupakan komitmen KSEI untuk menjaga keberlangsungan usaha dalam menyediakan layanan bagi pemakai jasa.

BERITA TERKAIT

Lagi, Astra Serahkan Bantuan Rp 30 Miliar

Setelah menyalurkan bantuan tahap awal senilai Rp63 miliar untuk mencegah penyebaran COVID-19, PT Astra Internasional Tbk kembali menyalurkan bantuan tahap…

Pendapatan Samudera Indonesia Turun 9,03%

Di tahun 2019, PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) membukukan pendapatan jasa sebesar US$ 438,87 juta atau turun 9,03% secara tahunan…

Laba Bersih Sinarmas Agro Tumbuh 50,34%

PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR) mencatatkan laba bersih sepanjang tahun 2019 kemarin sebesar Rp 898,69 miliar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Indika Energy Buyback Saham US$ 20 Juta

NERACA Jakarta – Jaga pertumbuhan harga saham, PT Indika Energy Tbk (INDY) akan melakukan pembelian kembali atau buyback saham dan…

Imbas Pemberlakukan PSBB - Lancartama Sejati Tutup Operasinal Bisnis

NERACA Jakarta – Diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta memberikan dampak terhadap bisnis PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA).…

Raup Dana IPO Rp 215 Miliar - KBAG Beli Lahan di Balikpapan 14 Hektar

NERACA Jakarta – Geliat pasar penawaran perdana saham atau initiap public offering (IPO) di pasar modal masih terus tumbuh di…