Pembeli Apartemen Lebih Suka Bayar Tunai

Rumah susun dikelompokkan sedikitnya menjadi dua jenis yaitu rumah susun menengah ke atas atau biasanya disebut dengan apartemen atau condominium, sedangkan di kelas menengah ke bawah berupa rumah susun sederhana.

Sebagai rumah susun kelas menengah ke atas, tentu pembelinya adalah dari kalangan yang mempunyai banyak uang. Sedangkan rumah susun sederhana kebanyakan dibeli oleh kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Namun belakangan diketahui, bahwa banyak terjadi penyalahgunaan peruntukan. Rumah susun sederhana yang diperuntukkan bagi MBR, ternyata sudah diambil alih oleh masyarakat berpenghasilan menengah.

Berdasarkan penelitian, para pembeli apartemen di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta ternyata didominasi kalangan yang menggunakan metode pembayaran tunai bertahap (cash installment) karena mereka nilai lebih tidak merepotkan dibandingkan dengan metode kredit pemilikan apartemen (KPA).

"Mengapa banyak yang tidak memakai KPA? Adalah karena KPA dipandang lebih ruwet ," kata Associate Director Research Colliers International, Ferry Salanto, dalam acara paparan perkembangan sektor properti kuartal I 2012 di Jakarta, belum lama ini.

Menurut Ferry, para pembeli lebih tidak memilih KPA lantaran tidak ingin direcoki berbagai persyaratan, seperti harus membuka rahasia pribadi menyangkut tingkat penghasilan mereka.

Selain itu, lanjutnya, para pembeli juga lebih memilih metode pembayaran tunai bertahap karena dinilai lebih mudah atau tingkat fleksibilitasnya lebih tinggi.

Berdasarkan data survei yang dihimpun Colliers International ditemukan bahwa mereka yang membeli apartemen secara tunai bertahap mencapai 55% -70% dari keseluruhan pembeli, yang berkisar dari segmen bawah hingga atas.

Para pembeli bermetode KPA tercatat sekitar 10% hingga 20%, yakni masih di bawah para pembeli yang menggunakan metode tunai langsung (hard cash) yang berkisar antara 20% hingga 30%.

Dia mengungkapkan, hal yang menarik adalah pembayaran melalui KPA berarti juga tidak diminati oleh para pembeli apartemen rumah susun sederhana milik (rusunami).

"Padahal, unit ini awalnya merupakan proyek subsidi pemerintah yang diperuntukkan bagi kalangan berpenghasilan rendah-menengah," katanya.

Menurut dia, hal itu dapat mengindikasikan bahwa terdapat penyimpangan target sasaran untuk pemilik rusunami karena fakta yang ditemukan memperlihatkan banyak dari pembeli adalah para investor.

Mengenai lebih besarnya pembeli apartemen yang menggunakan metode bayar tunai dibandingkan dengan KPA, dia menambahkan bahwa pembeli dari kelas menengah-atas memiliki kapabilitas finansial yang kuat, dan mereka tidak ingin direpotkan dengan berbagai prosedur perbankan. (agus/dbs)

Related posts