Astra Otoparts Bukukan Pendapatan Rp 2,12 Triliun - Kinerja Kuartal Pertama 2012

Neraca

Jakarta – Sepanjang kuartal I-2012, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) membukukan pendapatan bersih (unaudited) senilai Rp2,12 triliun atau naik 17,12% dibandingkan periode yang sama 2011 senilai Rp1,81 triliun.

Presiden Direktur Astra Otopart Siswanto Prawiroatmodjo mengatakan, pendapatan bersih ini dikontribusikan dari penjualan lokal dan eskpor senilai Rp1,38 triliun, retur, insentif dan potongan penjualan kepada pihak ketiga senilai Rp1,34 triliun serta pihak berelasi senilai Rp783,78 miliar, "Seiring dengan kenaikan pendapatan bersih, perseroan berhasil membukukan laba bersih kuartal I-2012 senilai Rp286,88 miliar," katanya dalam siaran persnya di Jakarta kemarin.

Sejalan dengan kenaikan pendapatan, beban pokok perseroan juga mengalami kenaikan menjadi Rp1,78 triliun, dibandingkan kuartal I-2011 senilai Rp1,49 triliun. Sementara itu, kata Siswanto, hingga kuartal I-2012, total aset anak usaha Group Astra ini tercatat senilai Rp7,78 triliun atau tumbuh dibandingkan periode yang sama 2011 sebesar Rp6,96 triliun.

Terkait peningkatan kinerja, pada tahun ini perseroan menambah anggaran belanja modal menjadi Rp1,6 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp1,2 triliun. Nantinya dana tersebut akan digunakan untuk penambahan produk baru dan peningkatan kapasitas produksi yang telah ada.

Siswanto memerinci penggunaan dana tersebut, yaitu sekitar 54% untuk penambahan produk-produk baru, 34% untuk peningkatan kapasitas yang sudah ada dan sisanya digunakan untuk "supporting".

Dana sebanyak Rp 1,6 triliun, lanjutnya, akan diperoleh dari laba ditahan perseroan 2011 sebanyak Rp 596,8 miliar. Sisanya akan berasal dari pinjaman perbankan. Siswanto Prawiroatmodjo pernah bilang, belanja modal konsolidasi bersama anak usaha mencapai Rp 2,95 triliun. Sebagian belanja modal itu diperoleh dari kas internal. Sedangkan sisanya lagi diperoleh dari pinjaman perbankan. "Ada juga belanja modal untuk pembelian tanah," ujarnya.

Sebagai informasi, anak perusahaan grup Astra membagikan dividen Rp 105 per saham. Ini setara dengan 40,2% dari laba bersih di tahun buku 2011. Direktur Astra Otopart Robby Sani mengatakan, dividen yang dibagikan setara dengan Rp 404,85 miliar. “Pembagian dividen tersebut terdiri dari dividen interm Rp 30 per lembar atau RP 115,67 miliar. Dividen interm telah dibagikan 9 November 2011 dan sisanya Rp 75 per lembar atau Rp 289,18 miliar akan dibayar 29 Mei 2012,”ungkapnya. (bani)

Related posts