Usai Panen Dividen, IHSG Kembali Terkoreksi

Neraca

Jakarta – Meskipun pasar saham mengalami fluktuasi yang cukup tinggi, namun tidak menjadi pemberat indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak menguat. Pasalnya, ramainya perusahaan bagikan dividen menjadi alasan pelaku pasar mengakumulasi saham lokal dan akhirnya memicu indeks Selasa ditutup menguat.

Mengakhiri perdagangan Selasa, indeks BEI ditutup menguat 14,862 poin (0,35%) ke level 4.170,353. Sementara Indeks LQ45 naik 1,420 poin (0,20%) ke level 709,969. Penguatan indeks dipicu aksi beli pelaku pasar ditengah kekhawatiran melemahnua pertumbuhan ekonomi Cina ditambah dengan krisis utang Eropa.

Berikutnya indeks Rabu diproyeksikan akan bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah, lantaran panen dividen sudah usai. Indeks BEI diperkirakan akan bergerak di level 4.150-4.160. Pada perdagangan kemarin, saham-saham tambang dan properti punya andil besar dalam penguatan indeks kemarin. Meski masih ada saham-saham yang menjadi pemberat bursa, seperti di sektor agrikultur dan aneka industri.

Aksi jual banyak dilakukan investor asing. Transaksi pemodal asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 359,127 miliar di seluruh pasar. Sementara perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 147.337 kali pada volume 11,642 juta lot saham senilai Rp 4,47 triliun. Sebanyak 167 saham naik, sisanya 95 saham turun, dan 109 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.250 ke Rp 42.900, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 1.000 ke Rp 152.000, Adira Finance (ADMF) naik Rp 700 ke Rp 13.500, dan Mandom (TCID) naik Rp 350 ke Rp 8.600.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Surya Toto (TOTO) turun Rp 4.000 ke Rp 41.000, Astra Agro (AALI) turun Rp 900 ke Rp 22.200, Astra Internasional (ASII) turun Rp 800 ke Rp 71.400, dan Lion Metal (LION) turun Rp 450 ke Rp 6.900.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melemah tipis 3,169 poin (0,08%) ke level 4.152,322. Sementara Indeks LQ45 turun tipis 0,669 poin (0,10%) ke level 707,880. Aksi jual banyak terjadi di saham-saham lapis dua, terutama di sektor aneka industri. Sementara saham-saham konsumer berhasil menguat cukup tinggi meski gagal menahan indeks di zona hijau.

Tak hanya pelaku pasar lokal, pemodal asing juga masih belum bersemangat dalam bertransaksi. Nilai transaksi asing masih belum tinggi dan hanya melakukan penjualan bersih dengan nilai tipis. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 75.916 kali pada volume 6,138 juta lot saham senilai Rp 1,889 triliun. Sebanyak 125 saham naik, sisanya 109 saham turun, dan 103 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 600 ke Rp 42.250, Mandom (TCID) naik Rp 350 ke Rp 8.600, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 300 ke Rp 59.950, dan Unilever (UNVR) naik Rp 200 ke Rp 19.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Surya Toto (TOTO) turun Rp 4.000 ke Rp 41.000, Astra Internasional (ASII) turun Rp 850 ke Rp 71.350, Mayora (MYOR) turun Rp 850 ke Rp 18.550, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 300 ke Rp 18.750.

Diawal perdagangan indeks BEI dibuka naik 6,77 poin atau 0,16% ke posisi 4.162,26 dan Indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,73 poin (0,24%) ke level 710,27. Kata analis Samuel Sekuritas, Christine Salim, beberapa saham yang telah terkoreksi pada perdagangan awal pekan kemarin secara teknikal "rebound" seperti Astra international (ASII), Bank Mandiri (BMRI) mendorong IHSG BEI Selasa.

Meski demikian, lanjut dia, bursa Asia dibuka "mixed" dengan kecenderungan melemah memfaktorkan koreksi yang terjadi di bursa global semalam. "IHSG sendiri diperkirakan akan bergerak 'mixed' dengan potensi koreksi seiring koreksi bursa global," ujarnya

Dia mengemukakan, bursa Eropa ditutup melemah signifikan Senin malam sekitar tiga persen memfaktorkan sentimen negatif dari rilis data manufaktur beberapa negara terutama Uni Eropa yang turun.

Sementara analis Sinarmas Sekuritas Jeff Tan menambahkan, secara teknikal indeks BEI diperkirakan bergerak melemah, pada kisaran 4.110-4.185 poin. "Data manufaktur Uni Eropa yang berada di bawah rata-rata, serta perkembangan politik di Uni Eropa terutama Prancis dan Belanda yang dapat mempengaruhi kebijakan penanganan krisis utang di Eropa, dapat memberikan sentimen terhadap indeks," tambahnya.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 26,77 poin (0,13%) ke level 20.651,16, indeks Nikkei-225 turun 35,35 poin (0,37%) ke level 9.506,82 dan Straits Times menguat 17,55 poin (0,59%) ke level 2.980,10. (bani)

Related posts