Pikat Pasar Eropa, KKP Promosikan Produk Perikanan di Belgia

NERACA

Jakarta - Indonesia tengah mempromosikan potensi produk perikanan guna meningkatkan penetrasi ke pasar Eropa lewat ajang Pameran Seafood International “European Seafood Exposition (ESE)” yang kini tengah berlangsung di Brussel, Belgia. Promosi ini ditujukan untuk membantu pelaku usaha Indonesia dalam memasarkan, memperkenalkan dan mengembangkan produk di pasar internasional, khususnya di negara-negara anggota Uni Eropa (UE).

“Event tersebut merupakan sarana paling efektif di dunia untuk melakukan kegiatan kontak dagang antar penjual dan pembeli. Sementara itu, bagi perusahaan yang telah memiliki jaringan pasar dapat memanfaatkan ajang pameran dimaksud sebagai sarana untuk menjaga hubungan dan komunikasi dengan buyer asing,” jelas Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo di Brussels, Belgia, lewat keterangan tertulisnya, Selasa (24/4).

Uni Eropa (UE) merupakan pasar tujuan ekspor utama ketiga setelah Amerika Serikat dan Jepang dengan pangsa sekitar 13%. Menurut data KKP, ekspor produk perikanan Indonesia ke Uni Eropa terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Nilai ekspor produk perikanan tahun 2009 tercatat sekitar US$293,35 juta, kemudian naik menjadi US$330,68 juta dan naik lagi menjadi US$460 juta di 2011. Sementara total nilai ekspor produk perikanan Indonesia pada 2011 mencapai US$3,52 miliar.

Menurut Sharif, UE menerapkan persyaratan pasar yang sangat ketat khususnya terkait food safety dan sustainability. Namun, tetap masih sangat atraktif bagi para pengusaha. “Besarnya potensi pasar di wilayah Eropa tersebut perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.

Menurut Sharif, pameran internasional merupakan sebuah barometer bagi para produsen untuk mengukur keunggulan-keunggulan produk pesaing sehingga pelaku usaha dapat memperbaiki dan mengembangkan produk ekspornya. Pameran seafood terbesar di dunia itu diselenggarakan secara rutin setiap tahun tersebut diikuti oleh 1.600 pelaku usaha, baik pembeli maupun penjual produk perikanan, dari 140 negara. Partisipasi Indonesia pada ESE 2011 telah menghasilkan transaksi sekitar Rp275 miliar, meningkat 205% dibandingkan dari tahun 2010 yang mencapai angka Rp89,9 miliar.

Sementara itu, berbagai upaya juga dilakukan KKP bersama perwakilan Indonesia di Brussels untuk menangani isue IUU fishing, menjaga kelestarian sumber daya ikan, mendukung praktek usaha penangkapan ikan yang lebih fair serta kemajuan dalam penerapan praktek budidaya yang baik. Sharif berharap, melalui upaya ini Komisi Eropa dapat menempatkan Indonesia sebagai salah satu pemasok produk perikanan yang reliable dan hambatan ekspor seperti yang tertuang dalam CD 220/2010 dapat segera dicabut.

Related posts