RI-Italia Perkuat Kerjasama Perdagangan dan Investasi - Buka Pabrik Ban dan Rute Penerbangan

NERACA

Jakarta - Indonesia dinilai memiliki stabilitas ekonomi dan iklim bisnis yang baik, termasuk kinerja industri manufaktur yang semakin memainkan peran penting dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang mantap. Hal tersebut yang dilirik Menteri Luar Negeri Italia Giulio Terzi di Sant'Agata beserta rombongan yang terdiri atas delegasi pemerintahan dan pelaku bisnis menjajaki peningkatan kerjasama perdagangan dan investasi. Salah satunya, menggandeng Astra Otopart, perusahaan ban asal Italia, Pirelli, mengembangkan pabrik di Indonesia. Pabrik pertama yang akan dibangun pada kuartal keempat tahun ini akan memproduksi ban sepeda motor konvensional.

"Dalam perusahaan patungan yang baru dibentuk ini, Pirelli sebagai pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan 60% sedang Astra Otoparts 40%," ujar CEO Astra Otoparts Siswanto Prawiroatmodjo, di Jakarta, Selasa (24/4).

Investasi untuk pabrik yang akan berlokasi di sekitar Jabodetabek itu akan memakan dana investasi sebesar US$120 juta. Dana itu akan digelontorkan sepanjang tahun 2012-2014. Pembangunan pabrik akan dimulai pada kuartal IV 2012 di atas lahan seluas 25 hektar. Dan akan beroperasi penuh tahun 2016 dengan memperkerjakan 750 orang. "Pabrik baru ini diharapkan mulai beroperasi pada semester kedua tahun 2013," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Astra Otoparts Bobby Sani mengungkapkan pada tahun 2014 produksi ban nasional mencapai dua juta unit. Saat sudah beroperasi penuh, produksi ban bisa mencapai tujuh juta unit. "Tiga juta dijual dengan merek Aspira, empat jutanya akan dijual dengan merek yang dimiliki Pirelli," ujarnya.

Empat juta ban dengan merek Pirelli ini akan dialokasikan untuk pasar ekspor. Sisanya, akan dialokasikan untuk di dalam negeri. Bobby mengungkapkan semua bahan baku pembuatan ban berasal dari dalam negeri. Semua biaya ekspor ke pasar ASEAN akan dibebaskan dari semua tanggungan pajak.

Pirelli tertarik membangun pabrik di Indonesia untuk meningkatkan eksistensi pasar ban di ASEAN. Negara-negara di asia tenggara merupakan pasar terbesar dunia dengan populasi sepeda motor hingga 250 juta.

"Pabrik baru ini tidak hanya akan meningkatkan kapasitas produksi ban motor Pirelli saja, yang diproyeksikan akan tumbuh menjadi 16 juta unit pada tahun 2015 dari 13 juta unit pada tahun 2011, juga untuk meningkatkan eksistensi di pasar ASEAN yang saat ini merupakan pasar sepeda motor terbesar di dunia, dengan jumlah populasi 250 juta sepeda motor," tegasnya.

Kaji Rute Terbang

Sementara, Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan Garuda Indonesia sedang mengkaji rute penerbangan ke Italia. Rencananya, penerbangan ke negeri pizza ini akan dimulai tahun 2014. "Jadi paling cepat Italia kita buka 2014. Satu saja apakah Roma atau Milan," ungkapnya.

Emirsyah mengatakan, sekarang ini rute Garuda hanya ke Amsterdam, Belanda, untuk wilayah Eropa. Maskapai BUMN ini masih melihat kondisi ekonomi Eropa untuk menambah rute ke negara lainnya. Garuda rencananya akan membuka rute penerbangan ke lima negara yakni Belanda, Inggris, Jerman, Italia dan Perancis.

Pertimbangan lainnya adalah Garuda masih menunggu kedatangan 10 pesawat Boeing 777 300 ER. Rencananya, lanjut Emirsyah, pesawat ini mulai datang tahun depan. "Kan sudah pesan 10 pesawat 777. Akan diberdayakan ke Eropa dan Timur Tengah. Penerbangan rute langsung," tambah dia.

Khusus untuk Italia, Garuda masih mempertimbangkan untuk memilih Roma atau Milan sebagai kota tujuan penerbangannya. Penentuan kota itu akan dilihat berdasarkan permintaan pasarnya yakni ke kota mana orang Indonesia lebih sering. "Dan kita lihat orang Italia apakah dari Roma atau Milan yang banyak ke Indonesia," lanjutnya.

Sehingga, menurut Emirsyah, pembukaan rute ke sejumlah negara Eropa tidak akan langsung dibuka secara bersamaan. Pembukaan rute yang terdekat adalah ke London, Inggris. "Belum semua, bertahap. Italia bukan yang terdekat. Kedua adalah Inggris, kotanya London pasti," pungkasnya.

Related posts