Morgan Stanley Resmi Jadi Anggota Bursa

Keanggotaan Morgan Stanley di Bursa akhirnya didapat setelah menyelesaikan pembelian kursi keanggotaan dari PT Tiga Pilar Sekuritas.

Menurut Direktur Pengawasan dan Kepatuhan Anggota Bursa BEI Uriep Budhi Prasetyo, pihaknya akan menerbitkan Surat Persetujuan Anggota Bursa (SPAB), “Setelah penerbitan SPAB, langkah selanjutnya yang harus dilakukan Morgan adalah mengurus kerja sama dengan PT Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI),”katanya di Jakarta, Senin (23/4).

Menurut Uriep, Morgan Stanley harus memberikan jaminan sit kepada KPEI yang dibeli dari Tiga Pilar kemudian menandatangani kontrak kerja sama sebagai anggota KPEI. Hal ini supaya Morgan segera aktif melakukan transaksi.

Pengurusan kerja sama dengan KPEI dan KSEI ini, kata Uriep, juga akan menentukan kapan Morgan Stanley dapat melakukan transaksi. "Itu tergantung berapa lama mereka mengurusnya (kerja sama) kalau cepat, ya semakin cepat mereka dapat melakukan transaksi," ujarnya.

Sebagai informasi, Morgan Stanley telah mengurus keinginan untuk menjadi AB di BEI sejak awal tahun ini. Langkah tersebut akan membantu perusahaan meningkatkan pangsa pasar dan mengundang aliran dana baru, tutur sebuah sumber dari pejabat dan analis pasar saham.

Perseroan siap menggantikan posisi Goldman Sachs untuk memiliki kursi perusahaan efek PT Tiga Pilar Sekuritas. Awalnya Goldman Sachs juga telah melakukan pembicaraan dengan pihak Tiga Pilar Sekuritas pada tahun lalu, dan telah menyelesaikan proses uji kelayakan, struktur kesepakatan dan penilaian bagi perusahaan sekuritas yang berbasis di Jakarta.

Namun tidak adanya kemajuan pembicaraan dengan Goldman Sachs telah membuat Tiga Pilar Sekuritas beralih ke Morgan Stanley, dan menurut sebuah sumber kesepakatan tersebut sudah hampir selesai serta regulator tengah menelaahnya.

Asal tahu saja, Morgan Stanley sendiri ingin masuk ke Indonesia demi memperluas pangsa pasarnya, setelah Indonesia mendapat peringkat layak investasi. Sama halnya seperti Nomura Holdings dan Citigroup, Morgan Stanley ingin menantang hegemoni Credit Suisse dan Deutsche Bank sebagai penguasa pasar perdagangan saham di Indonesia. (didi)

Related posts