Pelindo II Jual Obligasi Rp2 Triliun - Pada Semester II

NERACA

Jakarta---Indonesia Port Corporation atau PT Pelindo II Persero optimistis menerbitkan obligasi di atas Rp2 triliun pada semester II-2012. "Obligasi akan kita siapkan pada tahun ini. Intinya, di atas Rp2 triliun," kata Direktur Utama Pelindo II RJ Lino kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Penggunaan dana hasil penerbitan surat utang tersebut untuk memenuhi investasi New Priok Port (Pelabuhan Kalibaru). Bahkan penerbitan obligasi sebagai salah satu opsi pembiayaan proyek Pelabuhan Kalibaru. Langkah ini salah satu upaya mencari pendanaan yang murah, sekaligus mendapatkan kupon bunga yang baik. "Intinya, kami tengah mengkaji berapa besar yang akan dikeluarkan. Kami harap market baik," tambahnya

Rencana penerbitan obligasi ini semula dipersiapkan pada 2011. Namun, BUMN pelayaran tersebut urung mendapatkan Peraturan Presiden perihal mandat pembangunan Pelabuhan Kalibaru (New Priok Port). Perpres baru keluar pada 5 April 2012 No. 36 Tahun 2012 yang menyatakan Pelindo II resmi membangun Pelabuhan Kalibaru di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara dengan nilai total Rp22,66 triliun. Pelabuhan Kalibaru akan memuat kapasitas 13 juta TEUs.

Pembangunan tahap pertama diperkirakan selesai pada 2014, sementara pemancangan tiang pertama (ground breaking) pada Juli 2012. Saat ini, Pelindo II tengah melakukan tender pengerjaan Pelabuhan Kalibaru tersebut. Terdapat tiga BUMN konstruksi yang berhasil lulus prakualifikasi, antara lain PT PP Tbk, PT Waskita Karya Persero, dan PT Wijaya Karya Tbk.

Disisi lain, kata RJ Lino, perseroan juga akan membentuk 23 anak perusahaan setelah resmi memenangkan pekerjaan pembangunan Pelabuhan Kalibaru (New Priok Port). "Intinya, setiap kita mengerjakan pelabuhan di seluruh Indonesia akan ada anak perusahaan yang fokus menanganinya mulai dari proyek, layanan (services), hingga urusan sewa menyewa," tukasnya

Dikatakan Lino, hadirnya anak perusahaan bertujuan menciptakan kreativitas di tubuh anak perusahaan itu sendiri, serta mandiri dalam mengambil dan menentukan keputusan. "Anak perusahaan itu akan mempunyai kewenangan untuk memutuskan kebijakan apa yang baik baginya," tandasnya

Ia menilai anak perusahaan perlu diberikan tekanan sehingga dapat fokus untuk mengerjakan tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya. Saat ini, Pelindo II sudah memiliki tiga anak perusahaan. "Pokoknya, setiap bulan akan dibentuk dua anak perusahaan sehingga mencapai 23 anak perusahaan," katanya.

Adapun 23 anak perusahaan yang akan dibentuk meliputi PT Pelabuhan Tanjung Priok, PT Pengembang Pelabuhan Indonesia, PT Terminal Mobil Indonesia, PT Marine Services Indonesia, PT Terminal Curah Indonesia, PT Pengerukan Indonesia, PT Terminal Petikemas Sorong, PT Terminal Petikemas Batam. Selanjutnya, PT IPC-STC Port Logistic, PT Port Equipment, PT Rumah Sakit Pelabuhan, PT IPC Supporting, PT IPC Logistic, PT EDII, PT ILCS, TPK Koja, PT JICT, PT TPK Kalibaru I, PT TPK Kalibaru 2, PT TPK Kalibaru 3, PT Produk Terminal 1, serta PT Produk Terminal 2. **bari

Related posts