BEI Hadirkan Pusat Data dan Informasi Pasar Modal

Menjawab Kebutuhan Pelaku Pasar

Selasa, 24/04/2012

Neraca

Jakarta – Dalam rangka meningkatkan minat investor dan juga edukasi sekitar dunia pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendirikan perusahaan penyedia data dan informasi terkait pasar modal yaitu PT Indonesia Capital Market Electronic Library (ICaMEL).

Direktur Utama BEI Ito Warsito mengatakan, peresmian ICaMEL untuk menjawab pesatnya perkembangan pasar modal hingga membutuhkan informasi yang edukasi mengenai pasar modal. “Harapan besar, ICaMEL bisa menjadi sarana edukasi bagi peminat dan pelaku pasar modal,”katanya di Jakarta, Senin (23/4).

Menurutnya, ICaMEL bertujuan untuk menjadi center of excellence pusat informasi, juga menyediakan akses data dan informasi pasar modal Indonesia. Diharapkan ICaMEL juga menjadi pusat rujukan para peminat dan pelaku pasar modal dan turut serta aktif membangun industri pasar modal melalui edukasi, seminar dan kursus terkait pasar modal.

Dia menjelaskan, pendirian ICaMEL merupakan hasil kerjasama BEI dengan PT Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Naantinya, ICaMEL diharapkan bisa memperluas pengetahuan dan pendidikan pasar modal kepada masyarakat luas. Dengan begitu, ICaMEL diharapkan bisa konsisten dalam memberikan edukasi dan menyediakan informasi terkait pasar modal.

Kata Ito Warsito, ICaMEL juga terbuka untuk umum terutama bagi masyarakat yang memang berminat mengetahui perkembangan pasar modal. "Semoga bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Sehingga, banyak masyarakat yang bisa mengerti dan mengetahui perkembangan pasar modal," ujar Ito.

Sementara itu, Ketua Bapepam-LK Nurhaida mengungkapkan, eksistensi ICaMEL dapat menjadi wujud perkembangan pasar modal Indonesia. Hal ini juga sejalan dengan visi dan misi Bapepam-LK untuk meningkatkan kualitas pasar modal dan sarana investasi produktif yang inovatif. "Semoga bisa meningkatkan penyediaan data dan informasi, serta dapat mengembangkan pusat data yang dapat mendukung bisnis data intelijen," ujar Nurhaida.

Selain itu, lanjut Nurhaida, ICaMEL dapat meningkatkan basis pengetahuan masyarakat dan pondasi pengetahuan pasar modal baik itu investor maupun emiten sendiri. “Semoga ICaMEL bisa menyediakan informasi wajib pelaku pasar seperti prospektus, laporan berkala, dan lainnya,”paparnya.

Menurut Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Frederica Widyasari, kehadiran perpustakaan digital atau Indonesian Capital Market Eletronic Library (ICaMEL) membawa dampak pada efisiensi dan termasuk dampaknya pada pengurangan karyawan bagian Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM), “Proses pengurangan karyawan PRPM telah berlangsung. Namun belum bisa disebutkan berapa personil PRPM yang berkurang,”tandasnya.

Luncurkan IDX 30

Masih tujuan yang sama mendongkrak investor pasar modal, BEI juga meluncurkan IDX30. Indeks ini terdiri dari 30 saham unggulan yang konstituennya merupakan bagian dari Indeks LQ-45.

Kata Direktur Utama BEI Ito, IDX30 ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi investor dalam berinvestasi pada saham-saham yang memiliki likuiditas tinggi dan berkapitalisasi besar. “Faktor yang menjadi kriteria dasar keanggotaan IDX30 adalah aktivitas transaksi seperti nilai transaksi, frekuensi dan jumlah hari transaksi, serta kapitalisasi pasar,” ungkapnya.

Selain itu, IDX30 juga menggunakan kriteria kuantitatif. Dalam pemilihan komponen IDX30, pihak bursa juga memperhatikan aspek-aspek kualitatif seperti kondisi keuangan, prospek pertumbuhan, serta faktor-faktor lain yang terkait usaha perusahaan.

BEI juga akan melakukan peninjauan berkala atas komponen pembentuk IDX30 setiap 6 bulan dan metode perhitungan indeks berdasarkan market capitalization weighted average. Ke depannya, IDX30 diharapkan akan menjadi landasan acuan bagi produk-produk pasar modal seperti reksadana, ETF, serta produk derivatif lainnya. (didi)

Berikut ini adalah daftar 30 konstituen indeks IDX30 untuk periode Februari-Juli 2012 yang diambil dari konstituen indeks LQ45 pada periode yang sama:

1. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

2. PT Adaro Energy Tbk (ADRO)

3. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

4. PT Astra International Tbk (ASII)

5. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

6. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)

7. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)

8. PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN)

9. PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR)

10. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)

11. PT Borneo Lumbung Energy & Metal Tbk (BORN)

12. PT Bumi Resources Tbk (BUMI)

13. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)

14. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY)

15. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)

16. PT Gudang Garam Tbk (GGRM)

17. PT Vale Indonesia Tbk (INCO)

18. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)

19. PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP)

20. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

21. PT Jasa Marga Tbk (JSMR)

22. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)

23. PT Krakatau Steel Tbk (KRAS)

24. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR)

25. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)

26. PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA)

27. PT Semen Gresik Tbk (SMGR)

28. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)

29. PT United Tractors Tbk (UNTR)

30. PT Unilever Indonesia (UNVR)