Bunga Kartu Kredit Bisa Capai 37,83% - Prediksi BI Pada 2012

NERACA

Jakarta—Besaran suku bunga kredit perbankan diprediksi akan terus menurun pada 2012 ini. Namun penurunan ini tak diikuti suku bunga kartu kredit. Bahkan diprediksi bunga kartu kredit ini malah naik dan bisa menyentuh 37,83% per tahunnya.

Bank Indonesia dalam situsnya mengungkapkan suku bunga kredit modal kerja di 2012 yang sebelumnya diperkirakan sebesar 13,38% turun menjadi 13,06%. Sementara untuk suku bunga kredit investasi turun dari 13,31% menjadi 12,94%. "Suku bunga kredit konsumsi dari 16,22% menjadi 15,22%," terang BI.

Mengenai kredit konsumsi dikategorikan berdasarkan jenisnya, bunga kredit kepemilikan rumah (KPR) tercatat menurun menjadi sebesar 11,90% sedangkan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) 13,32% dan Kredit multiguna mencapai 14,38%. "Sebaliknya rata-rata suku bunga kartu kredit naik menjadi 37,83% dan suku bunga kredit tanpa agunan sebesar 22,69%," ungkap BI.

Menyinggung masalah kartu kredit, Bank Indonesia (BI) sudah memberikan sejumlah tips kepada masyarakat agar nasabah tidak terlibat sengketa dengan perbankan khususnya terkait dengan penggunaan karrtu kredit. Berikut tips yang diberikan BI kepada nasabah bank terkait penggunaan kartu kredit. "Nasabah terlilit utang karena memiliki terlalu banyak kartu kredit dan tidak dapat mengendalikan penggunaannya. Karenanya, perhitungkanlah sejak dini kemampuan keuangan yang dimiliki sebelum mengajukan aplikasi kredit ataupun kartu kredit," ungkap Ketua Tim Mediasi Perbankan Sondang Martha Samosir, beberapa waktu lalu.

Lebih jauh Sondang menyebut, prinsip dasar agar nasabah tidak terhindar dari sengketa perbankan yaitu 3P; pastikan manfaat, pahami risiko, dan perhatikan biayanya. "Di samping itu, agar permasalahan tidak berlarut-larut apabila terdapat permasalahan dengan bank segera adukan kepada bank yang bersangkutan agar dapat diupayakan penyelesaian pengaduan pada kesempatan pertama," ujarnya

Demi mengurangi fraud (kesalahan) di bidang perbankan, BI mengimbau agar nasabah selalu memahami seluruh ketentuan yang tertuang dalam perjanjian aplikasi kredit dan kartu kredit termasuk juga konsekuensi bunga dan biaya lainnya yang bisa timbul. "Pantau terus perkembangan statusnya untuk menghindari penyalahgunaan identitas diri kalau terdapat penggunaan atas kartu kredit atau debet yang hilang, tetapi telat dilaporkan untuk diblokir," tandasnya

Selain itu, BI juga mengingatkan agar nasabah mengenali seluruh risiko alat pembayaran yang dimiliki seperti jenis kartu, limit transaksi, sistem notifikasi atau warning atas transaksi menggunakan alat pembayaran dan lainnya. "Di samping itu juga segera melapor ketika menyadari kehilangan kartu dan simpan selalu nomor call center Bank. Foto dan tanda tangan yang tertera pada kartu kredit, hanya merupakan pengaman pendukung dan bukan merupakan alat pengaman utama.

Bank Sentral juga mengingatkan agar nasabah tidak menyerahkan kartu kreditnya ke pihak lain yang mengaku sebagai pihak bank dengan alasan penggantian kartu atau iming-iming upgrade limit sehingga kemudian dimanfaatkan untuk transaksi oleh pihak lain.

BI juga meminta nasabah agar jangan mudah percaya jika menerima email yang meminta pengkinian data, apalagi bila email tidak menyebutkan nama nasabah melainkan hanya penyebutan yang bersifat umum.

Sebagai informasi, BI mencatat jumlah sengketa kasus antara nasabah dan perbankan di 2011 sebanyak 510 kasus. Sengketa antara perbankan dengan nasabah lebih banyak didominasi di kota besar seperti Jakarta, Medan, Bandung, dan Surabaya. **cahyo

Related posts