Modernisasi Pasar Tradisional, Pemerintah Tetapkan Tujuh Kriteria - Pertumbuhan Pasar Rakyat Tenggelam

NERACA

Jakarta – Jumlah pasar rakyat sekitar 10.000, sedangkan pasar swasta sudah melebihi totalnya sudah 14.000. Pemerintah dalam hal ini, berusaha keras untuk melakukan revitalisasi dan rehabilitasi sejak tahun 2005 sudah mengalokasikan Rp2,3 triliun.

“Sudah sebanyak 1.568 pasar yang sudah kita lakukan, dan banyak yang sudah memiliki pengalaman dalam mensepakati bentuk pasarnya, dan bagaimana bisa jadi sesuatu yang kita banggakan dan menguntungkan bagi konsumen,” ujar Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan dalam diskusi Forum Wartawan Perdagangan, di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (23/4).

Dia menginginkan, kedepannya dapat menjalin kerjasama dengan Pemerintah Daerah dan swasta, untuk memiliki visi membangun pasar yang ideal. Ada tujuh kriteria dari pasar untuk bisa disebut sebagai pasar modern. Salah satu kriterianya adalah pasar harus sehat, bersih dan tidak membahayakan konsumen.

Pasar, tidak bisa dalam kondisi lebih banyak sampahnya daripada barang yang diperdagangkan. Pasar harus sehat dan bersih. "Pasar betul-betul bisa menghindari konsumen dan pedagang agar tidak kena penyakit," ujar Bayu

Lalu, syarat kedua adalah pasar harus tertib hukum. Penipuan, misalnya, dalam hal timbangan tidak boleh terjadi. Dia mencontohkan, konsumen melakukan pembelian Rp90.000 untuk 10 kilogram tapi ternyata hanya 9 kilogram. Sehingga, yang dilakukan oleh pedagang adalah menyesuaikan harga, bukan karena kelangkaan. Menurut Bayu, ini adalah hal berbahaya karena bisa seolah-olah harga barang naik. "Hanya karena tidak tertib hukum jangan-jangan merupakan salah satu penyumbang inflasi," tambahnya.

Ketiga, pasar yang baik adalah pasar yang mempromosikan dan berusaha semaksimal mungkin untuk menjual produk-produk dalam negeri, produksi petani lokal, hingga UKM lokal. “Karena apabila kita bikin nilai tambahnya di dalam negeri dan dijual di dalam negeri, maka akan meningkatkan daya beli meningkat,” lanjut Bayu

Keempat, pasar peduli pada konsumen. Menurut dia, pasar harus bisa menyediakan fasilitas bagi ibu hamil atau orang catat. "Kita tidak hanya ngomong pasar tradisional, banyak mal-mal yang tidak menyediakan fasilitas buat konsumen tersebut," sambungnya.

Sementara yang kelima, pasar harus didesain dengan memiliki recycling unit agar tidak boros energi, disertai dengan ruang hijau dengan seperti pepohonan, dan tidak memasang dekorasi dengan bunga-bunga plastik.

Syarat keenam, yakni pasar harus bisa mempertahankan identitas budaya dari pasar itu. Juga harus bisa mempertahankan identitas masyarakat setempat. "Pasar juga omzetnya harus naik," ujar Bayu terkait syarat terakhir. Tujuh faktor itu, lanjut dia, adalah identitas pasar yang maju yang diinginkan pemerintah. "Saya baru mau sebutkan, dikatakan pasar modern kalau sudah memenuhi kriteria tersebut," pungkasnya.

Oleh sebab itu, diperlukan kerjasama yang ideal agar situasi pasar dapat tumbuh baik dan dapat bersaing dengan pasar swasta, dalam hal ini mal, saat ini pertumbuhan mal mencapai 31,4%. Sedangkan, pasar rakyat tumbuh negatif 8,1%, “Karena konsumsen kita menginginkan 6 syarat yang tadi saya jelaskan itu. Konsumen menginginkan desain pasar memiliki identitas yang jelas,” ujar Bayu.

Related posts