Bantuan PGN Rp 1,85 miliar pada Pemkot Lampung

NERACA Perusahaan Gas Negara bantu sarana kebersihan kota Lampung

Kota Bandar Lampung merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki permasalahan yang pelik terkait persampahan. Setiap harinya kota ini menghasilkan 600m3 sampah yang menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan bertebaran di berbagai tempat seperti selokan, sungai, dan pantai.

Selain karena sarana dan prasarana pengelolaan sampah yang tidak memadai seperti kurang dan rusaknya armada pengakutan sampah, juga disebabkan oleh kurang optimalnya pengelola sampah dalam hal ini Dinas Kebersihan dan Pertamanan dalam proses pengangkutan dan pengelolaan sampah secara optimal di TPA yang masih menggunakan konsep konvensional yaitu dibakar. Juga cara pandang masyarakat (sebagai produsen sampah) terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan juga patut dipertanyakan.

Untuk mendukung kebersihan Kota Bandar Lampung, PGN memberikan bantuan dana senilai kurang lebih Rp 1,85 miliar untuk pembelian 3 Unit Arm Roll Truck dan unit pengolahan sampah kepada pemerintah Kota Bandar Lampung. Fasilitas tersebut akan digunakan sebagai sarana kebersihan Kota Bandar Lampung.

Selain itu, PGN juga membantu kegiatan pengolahan sampah yang diwujudkan dengan memberikan dana untuk pembelian peralatan seperti mesin pengayakan sampah, mesin mixing kompos, mesin pencuci plastik dan bangunan sederhana instalasi pengolahan sampah, serta alat pendukung lainnya.

“Dengan bantuan ini kami harapkan dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat Kota Bandar Lampung dengan meningkatkan nilai guna sampah dan tentu kebersihan kota menjadi lebih baik,“ kata Direktur Keuangan PGN Riza Pahlevi.

Bantuan ini diharapkan dapat membuat sampah yang tadinya hanya sebagai barang tidak berguna menjadi sampah yang mempunyai nilai ekonomis. Dimana melalui instalasi pengolahan 3R terpadu (Reuse, Reduce, Recycle) sampah akan dipisahkan menjadi sampah organik dan unorganik yang hasilnya dapat menghasilkan kompos. Selain itu limbah plastik juga akan diolah sehingga mempunyai nilai ekonomis bagi masyarakat dengan adanya instalasi tersebut.

Konsep 3R

Konsep 3R dalam skala rumah tangga dapat diterapkan secara komunal, yaitu dengan cara pengurangan tumbulan sampah/limbah (Reduce), pemakaian kembali bahan dalam proses yang berbeda (Reuse), daur ulang (Recycle)

Reduce, sebuah konsep pengurangan timbunan sampah dengan mengoptimalisasi penggunaan bahan-bahan untuk mengurangi pemborosan. Misalnya menambal selang air yang bocor sehingga tak perlu menggantinya dengan selang baru, menggunakan printer dua arah untuk mencetak dokumen atau tugas-tugas sekolah, membuat kartu undangan yang multifungsi sehingga sampahnya tidak dibuang, mengelola sampah organik sebagai bahan kompos keluarga, menggunakan kantung khusus saat berbelanja sehingga mengurangi penggunaan kantong plastik, dan sebagainya.

Reuse yaitu menggunakan kembali bahan/produk untuk fungsi yang berbeda merupakan konsep yang saat ini tengah dikembangkan. Di beberapa tempat di Jakarta misalnya telah banyak masyarakat yang menciptakan aneka kreasi dari sampah. Misalnya membuat sedotan bekas sebagai bahan baku pembuat taplak meja. plastik kemasan sabun cair sebagai bahan pembuat tas trendi, tas laptop, tas ponsel, payung dan sebagainy. kemasan bekas pasta gigi sebagai bahan pembuat tas anyaman. beling dan keramik dapat digunakan sebagai bahan pembuat vas bunga dan sebagainya.

Produk-produk ini selain bernilai guna juga benilai ekonomis. Di Australia, air bekas mencuci sayuran yang biasa dibuang telah digunakan untuk menyiram tanaman. Sementara air kotor yang dihasilkan dari proses mandi dan mencuci piring dan pakaian dialirkan ke septik tank khusus (disaring) yang dapat digunakan untuk melembabkan tanah saat musim kemarau.

Recycle yaitu menggunaan kembali bahan/produk untuk kegunaan yang sama sudah lazim diketahui masyarakat. Yang paling umum adalah kertas, karton (kardus) dan plastik yang didaur ulang untuk menghasilkan bahan/produk yang sama meski dengan kualitas berbeda.

Untuk mensukseskan program ini, PGN bekerjasama dengan mitra yang akan melakukan pendampingan kepada masyarakat untuk mengoperasikan mesin pengolah sampah tersebut. Saat ini persiapan untuk pengoperasian pengolahan sampah sudah selesai dan segera beroperasi setelah diresmikan.

Pengelolaan sampah dengan konsep ini merupakan sebuah landasan penting dalam proses mengurangi timbunan sampah dari sumbernya dan perubahan cara pandang yang paling penting dari masyarakat terhadap sampah. Jika dapat dilaksanakan dengan baik dan kontinyu maka permasalahan sampah di Kota Bandar Lampung dapat diselesaikan tanpa menggunakan cara-cara yang sulit dan biaya yang sedikit. Konsep ini seperti mencabut rumput dari akarnya.

Ke depan PGN akan terus berupaya memberikan kontribusi bagi masyarakat melalui program CSR yang dijalankan. Wilayah yang menjadi prioritas dalam pelaksanaan kegitan tersebut adalah pada wilayah di sekitar operasi perusahaan.

Provinsi Lampung menjadi salah satu wilayah operasi yang akan terus berkembang. Jika setiap orang mau memulainya dari hal yang terkecil, dari saat ini dan dari diri sendiri maka perubahan besar akan terjadi dan Kota Bandar Lampung, sehingga kota Lampung akan menjadi contoh yang sangat baik bagi reformasi sosial dibidang kebersihan dan kesehatan lingkungan. Untuk itu, PGN akan berkomitmen untuk terus memberikan kontribusinya bagi kemajuan pada setiap wilayah operasi perusahaan.

Related posts