Reksa Dana Masih Tumbuh Ditengah Fluktuasi Saham - Total NAB Capai Rp 173, 12 Triliun

Neraca

Jakarta– Investasi di sektor reksa dana masih menjanjikan dibandingkan dengan investasi di sektor saham langsung. Hal ini disebabkan, potensi risiko yang kecil serta dampak pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang tumbuh positif.

Kepala Biro Pengelolaan Investasi Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Fakhri Hilmi mengatakan, minat investor terhadap reksa dana cukup besar dan hal ini ditandai total Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana per 17 April 2012 mencapai Rp173,12 Triliun. “Jumlah itu naik Rp1,49 Triliun dari perolehan per 29 Maret 2012 yang tercatat hanya sebesar Rp171,631 Triliun,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia menyebutkan, perolehan tersebut paling besar disumbangkan oleh reksa dana jenis saham, yang tercatat mencapai Rp58,28 Triliun dan disusul reksa dana terproteksi mencapai Rp40,35 Triliun. Sementara itu, penyumbang total NAB reksa dana per 17 April 2012 lainnya berasal dari reksa dana pendapatan tetap Rp33,6 Triliun, reksa dana campuran Rp22,47 Triliun, Reksa dana pasar uang Rp12,8 Triliun, reksa dana syariah Rp4,13 Triliun, reksa dana ETFs Rp1,16 Triliun dan reksa dana indeks Rp276 Miliar.

Selain itu, Bapepam-LK juga telah membubarkan 36 produk reksa dana hingga kuartal pertama tahun ini. Kata Fakhri, pembubaran tersebut rata-rata dikarenakan produk tersebut telah jatuh tempo dan NAB dibawah Rp25 miliar. “Namun, paling besar karena reksa dana telah jatuh tempo dengan sebanyak 28 reksa dana,”ujarnya.

Adapun jumlah pembubaran 36 reksa dana tersebut, menurut Fakhri, terdiri dari 3 jenis reksa dana, yakni reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham dan reksa dana terproteksi. Komposisi reksa dana terproteksi sebanyak 33 produk, reksa dana saham dua produk dan reksa dana pendapatan tetap satu produk.

Produk tersebut ada dari MNC Asset Management, Mega Capital Investama dan Nico Sekuritas Indonesia. Menyadari positif perekonomian dalam negeri dan juga potensi pasar reksa dana yang besar, memicu beberapa perusahaan sekuritas ramai meluncurkan produk reksa dana baru dan diantaranya Trimegah Aset Management, Bahana Sekuritas dan Mandiri Sekuritas.

Sebelumnya, Trimegah Asset Management meluncurkan reksa dana pendapatan tetap baru yaitu regular income dan Tram Strategic Plus. Direktur Utama Trimegah Asset Management Denny R. Thaher pernah bilang, produk baru reksa dana Tram regular income akan berinvestasi pada obligasi pemerintah Indonesia dan korporasi-korporasi unggulan yang dapat memberikan tingkat keamanan yang tinggi dan tingkat pengembalian yang kompetitif.

Kemudian reksa dana Tram Strategic Plus akan berinvestasi dengan porsi terbesar di obligasi pemerintah, 20%-40% di obligasi korporasi sektor yang menjanjikan return yang baik, dan 5% - 15% di instrumen saham sektor unggulan dengan prospek pertumbuhan yang baik atau dapat juga di instrumen pasar uang sampai dengan 20%.

TRAM Strategic Plus sesuai untuk investor yang memiliki investment horizon jangka menengah hingga panjang dan memiliki profil yang moderat hingga agresif. ”Target dana kelolaan masing-masing produk tersebut adalah Rp150 miliar pada akhir tahun 2011 dan kami optimis target dana kelolaan kami di akhir tahun 2011 akan tercapai,”kata Denny. (bani)

Related posts