Pemerintah Lelang Sukuk Proyek Rp1 Trilun

NERACA

Jakarta--Pemerintah akan melakukan lelang penjualan empat seri surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara berbasis proyek dengan target indikatif Rp1 triliun pada 24 April 2012. “Penjualan obligasi negara itu untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2012,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Yudi Pramadi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta,22.

Adapun empat seri sukuk proyek yang akan dilelang, yaitu PBS001 (penerbitan kembali) dengan imbalan 4,45% dan jatuh tempo pada tanggal 15 Februari 2018, seri PBS002 (penerbitan kembali) dengan imbalan 5,45% dan jatuh tempo pada tanggal 15 Januari 2022.

Selain itu seri PBS003 (penerbitan kembali) dengan imbalan 6,00% dan jatuh tempo pada tanggal 15 Januari 2022. Juga seri PBS004 (penerbitan kembali) dengan imbalan 6,1% jatuh tempo pada tanggal 15 Februari 2037.

Penerbitan empat seri tersebut memiliki "underlying asset" berupa proyek maupun kegiatan dalam APBN-Perubahan 2012 dan alokasi pembelian nonkompetitif sebesar 30 persen dari jumlah yang dimenangkan.

Penjualan SBSN tersebut akan dilaksanakan dengan sistem pelelangan yang diselenggarakan Bank Indonesia, katanya menjelaskan. Lelang bersifat terbuka menggunakan metode harga beragam. Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif akan membayar sesuai dengan imbal hasil yang diajukan.

Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian nonkompetitif akan membayar sesuai dengan imbal hasil rata-rata tertimbang dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang. Pemerintah memiliki hak untuk menjual kelima seri SBSN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang ditentukan.

Sebelumnya, pada Maret 2012, Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto mengatakan penjualan Sukuk Ritel seri SR-004 menyerap dana sebesar Rp13,6 triliun. "Penjualan dilakukan pada 5 sampai 16 Maret 2012, melalui 24 agen penjual dengan total komitmen penjualan Rp13,6 triliun," ujarnya

Menurut Rahmat, minat masyarakat terhadap SR-004 cukup besar yang ditandai oleh meningkatnya minat lembaga keuangan untuk menjadi agen penjual dan jumlah pemesanan pembelian yang disampaikan dibandingkan Sukuk Ritel sebelumnya.

Selain itu, minat yang meningkat dari masyarakat tersebut juga terlihat dari besarnya investor SR-004 yang mencapai 17.606 orang. "Jumlah ini merupakan jumlah investor terbanyak dalam penjualan sukuk ritel selama ini," tegas Rahmat.

Rahmat menambahkan pemerintah telah menetapkan kuota yang dapat diserap Rp13,6 triliun namun karena banyaknya permintaan sempat ada keinginan untuk menaikkan kuota penjualan atau upsize sebesar Rp5,4 triliun, meningkatkan 39,7% menjadi Rp19 triliun.

Penjatahan SR-004 yang memilki imbalan 6,25% ini akan ditetapkan pada 19 Maret 2012 dan penerbitan pada 21 Maret 2012 dengan tanggal jatuh tempo 21 September 2015.

Menurut Rahmat, untuk memperluas basis investor sukuk ritel di masa mendatang, pemerintah melakukan akan upaya tertentu untuk mendorong minat masyarakat.

Upaya tersebut antara lain dengan menurunkan batas pembelian dari Rp5 miliar menjadi Rp1 miliar, menambahkan agen penjualan dan memperpanjang tenor obligasi. "Kita akan melakukan diversifikasi apakah ada yang non tradable dan penerbitan kupon variabel yang dapat dikaitkan dengan laju inflasi," ujar Rahmat. **cahyo

Related posts