Menanti Kerja Tim Olah-olah Wagub DKI

Menanti Kerja Tim Olah-olah Wagub DKI

NERACA

Jakarta - Kekosongan wakil gubernur (wagub) DKI Jakarta pasca ditinggalkan Sandiaga Uno yang mengundurkan diri untuk mengikuti kontestasi Pilpres mendampingi Prabowo Subianto masih juga belum terisi.

Saat ini dua partai pengusung yakni, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah memutuskan kandidat untuk menjadi wagub DKI Jakarta sisa periode 2017-2022. Partai Gerindra mengusung Ahmad Riza Patria, sementara PKS menjagokan Nurmansjah Lubis.

Namun, dari mekanisme lazim tersebut, menyeruak kabar kalau Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menginginkan untuk menahkodai kepemimpinan di Jakarta seorang diri, tanpa perlu wagub.

Pengamat Kebijakan Publik dari Budgeting Metropolitan Watch, Amir Hamzah mengatakan, kabar adanya keinginan Anies memimpin Jakarta seorang diri didapatnya dari relasinya di Istana Negara.

"Saya mendapat informasi ada pertemuan Pak Anies dengan Pak Jokowi yang luput dari perhatian media. Dalam pertemuan itu Pak Anies secara lisan menyampaikan keinginannya kepada Pak Jokowi terkait kesanggupan memimpin Jakarta tanpa perlu wagub hingga masa jabatan berakhir," ujarnya, Kamis (27/2).

Untuk itu, Amir menengarai, saat ini ada tiga tim lobi atau bisa disebut tukang olah-olah yang akan meloloskan kepentingannya.

"Pertama tentu Partai Gerindra yang akan memastikan terpilihnya Ahmad Riza Patria. Kedua, PKS yang ingin Nurmansjah Lubis menjadi wagub. Ketiga, pihak-pihak yang tidak menginginkan adanya wagub," terangnya.

Menurutnya, untuk membuat status quo wagub dapat dilakukan dengan membuat Paripurna Pemilihan tidak kuorum. Sebab, kalau tidak kuorum pemilihan tidak bisa dilaksanakan.

"Saya meyakini komunikasi pihak-pihak berkepentingan dengan DPRD yang akan melaksanakan proses pemilihan sudah dilakukan," ungkapnya.

Amir menjelaskan, kegagalan tukang olah yang menginginkan status quo dapat berdampak terhadap tidak harmonisnya hubungan gubernur dan wagub.

"Saya kira ini perlu mendapat perhatian serius dari DPRD, khususnya partai pengusung agar pemilihan wagub tidak digembosi dan hubungan gubernur dengan wagub terpilih berjalan baik," tandasnya. Mohar

BERITA TERKAIT

Strategi Jitu KSP KUD Mintorogo Demak Hadapi Covid-19

Strategi Jitu KSP KUD Mintorogo Demak Hadapi Covid-19 NERACA Jakarta - Di tengah merebaknya wabah Corona Virus Disease (Covid-19) yang…

RS Darurat Wisma Atlet Siapkan 32 Unit Hunian

Jakarta-Brigjen TNI Dr. Agung H selaku Dansatgas  Kesehatan Rumah Sakit Darurat di Wisma Atlet Kemayoran-Jakpus, memberikan keterangan pers pada Jum'at…

Hadapi Corona, KLHK Beli Hasil Petani untuk Diberikan Bagi Penguatan Tenaga Medis

Hadapi Corona, KLHK Beli Hasil Petani untuk Diberikan Bagi Penguatan Tenaga Medis NERACA Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Produsen Kosmetik MS Glow Gelontorkan Rp 2 Miliar Bantu Atasi Virus Corona

Produsen Kosmetik MS Glow Gelontorkan Rp 2 Miliar Bantu Atasi Virus Corona NERACA Jakarta - Wabah pandemi virus Corona (Covid-19)…

Epson Rilis 2 Printer Textile Dye-Sublimation

Epson Rilis 2 Printer Textile Dye-Sublimation  NERACA Jakarta – PT Epson Indonesia meluncurkan dua buah printer Textile Dye-Sublimasi 64", yaitu…

#JANGAN MUDIK#

   #MediaLawanCovid19 kembali meluncurkan konten edukasi bersama bertajuk “Jangan Mudik” pada Minggu (29/3) pagi ini. Kampanye besar kedua ini dilakukan…