Cegah Kebocoran Sampah Plastik - Warga Pasuruan Dilatih Kelola Sampah Berkelanjutan

Mengatasi permasalah sampah plastik perlu keterlibatan semua pihak antara pemerintah dan juga pelaku usaha. Hal inilah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan di Jawa Timur bekerjasma dengan Nestle dalam pengelolaan limbah sampah plastik. Pemkab Pasuruan memperkuat komitmennya untuk mengurangi pencemaran sampah plastik di lautan dengan mengalokasikan dua hektar lahan untuk pembangunan fasilitas TPST3R (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Reuse-Reduce-Recycle) Project STOP. Fasilitas ini akan mengelola pengumpulan dan pemilihan sampah serta proses daur ulang di kecamatan Lekok dan Nguling untuk pertama kalinya. Komitmen ini dituangkan dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani untuk Project STOP di Pasuruan.

Presiden Direktur Nestlé Indonesia, Dharnesh Gordon mengatakan, keterlibatan perseroan dalam project STOP mendukung ambisi jangka panjang untuk menghentikan kebocoran sampah plastik ke lingkungan di wilayah operasi perseroan di seluruh dunia, yang salah satunya berada di wilayah Kabupaten Pasuruan.”Nestlé berkomitmen untuk memastikan 100% kemasan kami dapat didaur ulang atau digunakan kembali pada 2025. Pendekatan kami untuk menciptakan sistem yang lebih berkelanjutan dan sirkular, berfokus pada tiga pekerjaan utama, yaitu pengembangan kemasan untuk masa depan, membantu menciptakan masa depan bebas sampah, serta mendorong perubahan perilaku dan memberikan pemahaman baru tentang bagaimana kita menggunakan kemasan,” ujarnya di Pasuruan, kemarin.

Gayungpun bersambut, Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf menyampaikan apresiasi dan senang serta termotivasi untuk bekerja sama dengan Nestlé dan Project STOP dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang holistik. Hal ini merupakan salah satu upaya pengembangan yang penting dalam membantu Indonesia mencapai target pengurangan sampah di lautan hingga 70% pada  2025.“Saya berharap program ini dapat membantu kami menciptakan pengelolaan sampah mandiri yang ekonomis sehingga dapat diterapkan di seluruh daerah,”tuturnya.

Menurutnya, program ini tidak hanya menyediakan lapangan kerja baru, tapi juga meningkatkan kesehatan masyarakat dan mengatasi masalah lingkungan yang disebabkan oleh pengelolaan sampah plastik yang tidak tepat. Di 2019, tim project STOP di Pasuruan telah melakukan penelitian yang mencakup pemetaan sosial, pemetaan infrastruktur daur ulang, serta pemilahan jenis sampah dan tata kelola. Hasil dari penelitian tersebut kemudian digunakan untuk membuat strategi paling tepat dalam menciptakan ekonomi sirkular di wilayah ini.

Saat ini, hanya 9% penduduk di Pasuruan yang memiliki akses terhadap layanan pengelolaan sampah, dan hanya 1% dari jumlah sampah tersebut dikelola secara bijak. Penduduk lain tidak memiliki pilihan, selain membuang sampah di lingkungan sekitar mereka. Berangkat dari permasalahan tersebut, project STOP hadir pada 2017 dan merupakan sebuah inisiatif dari Borealis dan SYSTEMIQ yang  merancang, mengimplementasikan, dan mengembangkan solusi ekonomi sirkular untuk mencegah polusi plastik di Asia Tenggara.

Bekerja sama dengan berbagai perusahaan, pemerintah setempat, serta kelompok masyarakat, project STOP mendukung kota-kota mitra dengan bantuan teknis guna mencapai target tidak adanya kebocoran sampah di lingkungan, memperbaiki sistem ekonomi sirkular, menciptakan lapangan kerja baru di bidang pengelolaan sampah, dan mengurangi dampak negatif dari sampah yang tidak dikelola dengan baik terhadap kesehatan masyarakat, pariwisata, dan perikanan.

 

 

Ciptakan Solusi Model Baru

 

 

 

Tujuan jangka panjang Project STOP adalah menciptakan solusi-solusi dan model-model baru yang dapat diadopsi dengan cepat di seluruh mata rantai plastik, mulai dari penggunaan plastik hingga pengumpulan dan daur ulang sampah di daerah yang memerlukan perbaikan di manajemen sampah plastik. Project STOP juga telah berkontribusi dalam menyelesaikan masalah plastik di Muncar, Jawa Timur dan di Jembrana, Bali.

Kata CEO Borealis Alfred Stern, perluasan kerja sama project STOP ke lebih banyak kota merupakan  langkah penting untuk memperbaiki sirkularitas plastik, khususnya di daerah yang memiliki tingkat kebocoran sampah yang tinggi. “Sebagai mitra industri dan perusahaan yang bertanggung jawab secara sosial, kami menghargai komitmen dari Nestlé dan seluruh mitra kami, terutama pemerintah Kabupaten Pasuruan yang telah bersedia untuk bekerja sama dalam mencegah sampah plastik masuk ke lautan. Perubahan itu mungkin,”tandasnya.

Sementara Program Director, Ocean Plastics Asia, dan Partner di SYSTEMIQ, Joi Danielson menambahkan, pada intinya, project STOP berfokus pada keterlibatan masyarakat dan kepemimpinan pemerintah. “Mencegah sampah plastik terbuang langsung ke lingkungan merupakan tujuan utama kami dengan Kabupaten Pasuruan, komunitas dan mitra kami,” katanya. Maka dengan pendirian TPST3R, dirinya memiliki ambisi bahwa di 2022 mampu mengelola setidaknya 1.500 ton sampah plastik dengan baik setiap tahunnya.

Asal tahu saja, Borealis dan SYSTEMIQ, bersama dengan Nestlé dan mitra lainnya serta dukungan positif dari pemerintah kabupaten Pasuruan meluncurkan kemitraan kota tahun lalu. Dengan fokus di kecamatan Lekok dan Nguling, inisiatif ini bertujuan untuk menerapkan sistim pengelolaan sampah berkelanjutan dengan biaya rendah yang akan meningkatkan tingkat pengumpulan sampah dan mencegah pencemaran sampah ke laut.

Selanjutnya, bekerja sama dengan para pemuka masyarakat di Pasuruan, project STOP memberikan pelatihan kepada masyarakat mengenai pemilahan sampah serta mulai menyiapkan infrastruktur untuk sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif. Project STOP juga memberikan peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan pendapatan tambahan, contohnya melalui penyewaan sepeda motor roda tiga yang dimiliki oleh masyarakat lokal sebagai alat untuk pemungutan sampah yang telah dipilah dari rumah warga.

 

 

 

 

BERITA TERKAIT

Semarak Halal bil Halal - FIFGroup Berbagi Kebahaagiaan Bersama 35 Panti Asuhan

Setelah perayaan hari raya Idul Fitri 1445 Hijriah, penting untuk tetap menghidupkan semangat kebaikan dan saling berbagi kepada sesama. Dalam…

Gen-Z dan Milenial Pilar Penentu Pengelolaan Hutan Lestari

Generasi muda yang masuk dalam kelompok umur Gen-Z dan Milenial dinilai memiliki kreativitas dan penuh dengan gagasan inovatif serta mampu…

Berbagi Kebahagiaan - Tower Bersama Kirim Bingkisan Lebaran Ke Panti Asuhan

Masih dalam rangkaian berbagi bulan Ramadan dan hari raya Idulfitri 1445 hijriah, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) turut berbagi…

BERITA LAINNYA DI CSR

Semarak Halal bil Halal - FIFGroup Berbagi Kebahaagiaan Bersama 35 Panti Asuhan

Setelah perayaan hari raya Idul Fitri 1445 Hijriah, penting untuk tetap menghidupkan semangat kebaikan dan saling berbagi kepada sesama. Dalam…

Gen-Z dan Milenial Pilar Penentu Pengelolaan Hutan Lestari

Generasi muda yang masuk dalam kelompok umur Gen-Z dan Milenial dinilai memiliki kreativitas dan penuh dengan gagasan inovatif serta mampu…

Berbagi Kebahagiaan - Tower Bersama Kirim Bingkisan Lebaran Ke Panti Asuhan

Masih dalam rangkaian berbagi bulan Ramadan dan hari raya Idulfitri 1445 hijriah, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) turut berbagi…