Bank Banten Bidik Dana di Pasar Rp 1,2 Triliun - Gelar Rights Issue

NERACA

Jakarta – Masih negatifnya kinerja keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS), tidak menyurutkan rencana aksi korporasi perseroan melakuka penambahan modal dengan rights issue. Apalagi, ditengah ketatnya persaingan industri perbankan mendorong perseroan untuk terus pertebal struktur permodalan.

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa ( RUPSLB ) PT Bank Pembangunan Dearah Banten Tbk menyetujui rencana penawaran umum terbatas VI dan VII melalui penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau right issue. “Semua agenda RUPSLB disetujui mulai penambahan modal PUT VI dan VII dengan right issue saham seri C baru sebanyak 400 miliar saham bernomimal Rp 8 per lembar saham,” kata Direktur Utama BEKS, Fahmi Bagus Mahesa di Jakarta, kemarin.

Dirinya menambahkan, melalui PUT VI perseroan berharap dapat meraup dana sekitar Rp500 miliar dan dari PUT VII dapat meraup dana Rp700 miliar. Nantinya, dana hasil Right issue akan digunakan untuk pengembangan usaha dan penguatan struktur permodalan. Sementara itu Komisaris BEKS, Media Warman mengatakan, setelah mendapatkan persetujuan aksi korporasi pihaknya akan melaporkannya kepada PT Banten Global Development selaku kepanjangantangan pemerintah provinsi dan kabupaten kota Banten.”Tentunya Pemerintah provinsi Banten akan mendapat kesempatan pertama untuk mendapatkan saham right,” kata dia.

Namun, kata dia, untuk PUT IV Pemerintah Provinsi Banten dan Kabupaten dan kota se Banten tidak mengambil hak rights issue terlebih dahulu karena perlu proses persetujuan anggaran di DPRD.“Untuk PUT IV pemprov Banten tidak ikut dulu, tapi di PUT VII akan ikut karena diharapkan persetujuan anggarannya sudah didapat. Dengan ikut lagi maka porsi pemprov Banten akan tetap di 51%” kata dia.

Dengan demikian, kata dia, dalam PUT VI akan ditawarkan kepada investor diluar pemegang saham yang telah tercatat saat ini.“Kita tengah tawarkan kepada investor dan saat ini sudah ada yang kami dekati baik investor luar maupun dalam negeri,” jelas dia.

Berdasarkan indikator kinerja keuangan Bank Banten, terjadi peningkatan Dana Pihak Ketiga sebesar 17,43% secara year on year (yoy) dari Rp5,72 triliun pada September 2018 menjadi Rp6,72 triliun pada September 2019 yang diikuti dengan perbaikan komposisi CASA. Sedangkan di sektor kredit terjadi penurunan sebesar 3,81% secara yoy dari Rp5,73 triliun pada September 2018 menjadi Rp5.51 triliun pada September 2019. Hal tersebut merupakan inisiatif “rebalancing asset” perseroan guna meningkatkan kinerja kredit melalui realokasi aset berupa portfolio kredit UMKM (ex Pundi & Eksekutif) yang tidak lagi menjadi bagian dari model bisnis inti perseroan.

Saat ini Perseroan tengah memperkuat model bisnisnya dengan mengkombinasikan keselarasan portfolio kredit konsumtif dan produktifnya yang berkaitan dengan kompetensi inti Perseroan sebagai Bank Pembangunan Daerah Banten serta Mitra Layanan PT TASPEN (Persero). Dengan dilaksanakannya inisiatif tersebut, mengalami koreksi.

Dalam mengembangkan strategi bisnis dan meningkatkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah pemerintahan/institusi, perseroan terus mengembangkan integrated payment system seperti: e-Samsat Provinsi Banten, e-Samsat Nasional, Modul Penerimaan Negara Generasi 2 (MPN-G2), Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN).

BERITA TERKAIT

Bidik Dana IPO Rp 150 Miliar - Bumi Benowo Tambah Land Bank di Gresik

NERACA Jakarta – Di tengah kondisi pasar saham yang lesu, minat perusahaan untuk mencatatkan saham perdananya di pasar modal masih…

Penjualan Alat Berat UNTR Masih Terkoreksi

NERACA Jakarta – Penjualan alat berat PT United Tractors Tbk (UNTR) di awal tahun ini masih terkoreksi seiring dengan lesunya…

Berkat Stimulus Negara Maju - IHSG Masih Bertahan di Zona Hijau

NERACA Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (26/3) kembali unjuk gigi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Bidik Dana IPO Rp 150 Miliar - Bumi Benowo Tambah Land Bank di Gresik

NERACA Jakarta – Di tengah kondisi pasar saham yang lesu, minat perusahaan untuk mencatatkan saham perdananya di pasar modal masih…

Penjualan Alat Berat UNTR Masih Terkoreksi

NERACA Jakarta – Penjualan alat berat PT United Tractors Tbk (UNTR) di awal tahun ini masih terkoreksi seiring dengan lesunya…

Berkat Stimulus Negara Maju - IHSG Masih Bertahan di Zona Hijau

NERACA Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (26/3) kembali unjuk gigi…