Branz Mega Kuningan Catat 150 Unit Terjual - Nilai Investasi Proyek Rp 2,5 Triliun

NERACA

Jakarta –Masih berprospeknya bisnis properti dalam negeri mendorong Tokyu Land Indonesia untuk mulai melakukan pengerjaan kontruksi Branz Mega Kuningan, yang merupakan proyek pengembangan kawasan skala besar di pusat kota Central Business District (CBD) Jakarta.“Nilai investasi yang digelontorkan untuk seluruh pengembangan kawasan ini senilai Rp2,5 triliun,”kata Presiden Director Tokyu Land Indonesia, Hidetatsu Ikeda di Jakarta, kemarin.

Nantinya, proyek tersebut akan dibangun dua menara masing-masing kondominium premium setinggi 45 lantai dan apartemen sewa 35 lantai dengan total luas 1 hektare. Selanjutnya, kawasan tersebut juga akan dilengkapi area komersial yang target keseluruhan pengerjaannya akan rampung pada 2023 sekaligus serah terima unit. Proyek ini hasil kerja sama antara PT Tokyu Land Indonesia dengan Japan Overseas Infrastructure Investment Corporation for Transport & Urban Development (JOIN), yang modalnya berasal dari pemerintah Jepang.

Ikeda mengatakan bahwa dimulainya proyek ini sekaligus menandakan bahwa investasi properti di Indonesia masih tetap bersinar ke depannya, di tengah lemahnya pasar properti sejak beberapa tahun belakangan ini.” Kondisi lemahnya pasar properti bukan berarti kami menunda proyek. Kami tidak ingin mengakibatkan kontruksi yang telat dan berdampak pada kekecewaan investor. Kami melakukan [pembangunan] ini walaupun situasi pasar yang tidak terlalu bagus,"ujarnya.

Director of PT Tokyu Land Indonesia (TLID), Toshio Kojima menambahkan bahwa proyek yang akan dibangun ini terdiri dari kondominium sebanyak 482 unit dan apartemen sewa sebanyak 240 unit. Dia yakin proyek yang telah dipasarkan sejak grand launching pada 26 Januari 2019 lalu ini akan terserap oleh pasar dengan baik,. Adapun dalam acara grand launching tersebut telah terjual sebanyak 150 unit. "Sejauh ini, untuk kondominium dari 482 unit sudah 40% yang terjual," kata dia.

Kojima mengatakan bahwa pihaknya tidak membatasi segmen tertentu di dalam penjualan proyek ini, apakah kalangan ekspatriat maupun orang asing. Akan tetapi hunian ini menyasar kalangan menengah atas."Namun, data yang kami dapatkan menunjukan bahwa penjualan berasal dari usia 30 tahun sampai 60 tahun. Bahkan, kebanyakan pembeli adalah masyarakat Indonesia, baik yang berdomisili di Jakarta Selatan, Barat dan Utara," tuturnya.

Pengerjaan kontruksi proyek dilakukan oleh Shimizu Corporation dan secara kesuluruhan baik desain, pengembangan, dan manajemen pengolaan berasal dari negeri Sakura tersebut. Adapun, Branz Mega Kuningan akan melengkapi portofolio kondominium sebelumnya dari Tokyo Land Indonesia yakni Branz Simatupang dan Branz BSD.

Sebagai informasi, pembebasan lahan dan pengembangan oleh TLID dengan desain dan pekerjaan konstruksi oleh Shimizu Corporation, dan manajemen operasional dilakukan oleh Tokyu Property Management Indonesia. Selain itu, dengan menggunakan peralatan untuk perumahan dari perusahaan Jepang secara aktif, Tokyu Land Corporation berusaha untuk menawarkan gaya hidup baru di Jakarta yang tumbuh pesat dengan menggunakan teknologi arsitektur dan teknologi canggih Jepang yang unggul berdasarkan pengetahuan mengenai pembangunan di Indonesia.

BERITA TERKAIT

Bidik Dana IPO Rp 150 Miliar - Bumi Benowo Tambah Land Bank di Gresik

NERACA Jakarta – Di tengah kondisi pasar saham yang lesu, minat perusahaan untuk mencatatkan saham perdananya di pasar modal masih…

Penjualan Alat Berat UNTR Masih Terkoreksi

NERACA Jakarta – Penjualan alat berat PT United Tractors Tbk (UNTR) di awal tahun ini masih terkoreksi seiring dengan lesunya…

Berkat Stimulus Negara Maju - IHSG Masih Bertahan di Zona Hijau

NERACA Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (26/3) kembali unjuk gigi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Bidik Dana IPO Rp 150 Miliar - Bumi Benowo Tambah Land Bank di Gresik

NERACA Jakarta – Di tengah kondisi pasar saham yang lesu, minat perusahaan untuk mencatatkan saham perdananya di pasar modal masih…

Penjualan Alat Berat UNTR Masih Terkoreksi

NERACA Jakarta – Penjualan alat berat PT United Tractors Tbk (UNTR) di awal tahun ini masih terkoreksi seiring dengan lesunya…

Berkat Stimulus Negara Maju - IHSG Masih Bertahan di Zona Hijau

NERACA Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (26/3) kembali unjuk gigi…