Pemerintah Perkuat Ekspor Produk Pertanian

NERACA

Denpasar – Benar, tidak sedikit poduk pertanian asal Indonesia banyak diminati oleh negara luar. Atas dasar itulah Pemerintah terus memperkuat produk-produk pertanian guna mendorong ekspor.

Pakar ekonomi pertanian IPB Prof. Muhammad Firdaus menilai, kini adanya tantangan dan isu pertanian yang harus diselesaikan pemerintah, parsial antara pertanian level kecamatan dan sisi teknologi informasi.

Sehingga jika tidak mengelola pertanian secara kawasan maka tidak efisien. Misal di Bali lahannya kecil, hanya 23% non pertanian dalam bentuk lahan. Tapi lahan pertanian mengalami konversi yang tinggi. Maka pemanfaatan lahan di Bali masih digunakan untuk pertanian dan perkebunan.

Alhasil, Bali bisa menjadi mini model Kostratani di Indonesia, dengan 57 kecamatan harus dibuat peta pertanian dengan ICT dan data yang valid.

Pertanian yang sudah ada, menurut dia, hendaknya ditingkatkan produktifitas dan efisiensi nilainya. Sektor pariwisata dan perhotelan harusnya menggunakan produk lokal untuk menu makanan. Petani di Bali bervariasi menanamnya, sehingga harusnya setiap hotel bisa memanfaatkan produk lokal yang beragam ini.

"ini prinsip nilai pertanian bahwa pasar ditarik ke hulu. Pertanian mendrive market. Mendekatkan harga produsen ke konsumen. Efisiensi tata niaga dengan mengurangi food loses," ujar Firdaus.

Di sisi lain, menurut dia, pengembangan sistem logistik nasional untuk produk-produk unggulan lokal. Mana yang bisa diekspor dan mana yang bisa dimanfaatkan lokal.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional Kementerian Pertanian Banun menegaskan, akan pentingnya penguatan organisasi pertanian hingga level kecamatan. "Bapak (Menteri Pertanian) menugaskan kami untuk secara khusus mengawal pertanian Bali. Program peningkatan produktivitas dan nilai tambah produk pertanian harus dipersiapkan. Selain juga identifikasi produk atau mapping produk pertanian yang siap ekspor," ujarnya.

Sebab, menurut Banun, Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) bertujuan membangun ekosistem pertanian modern berbasis sains dan TIK melalui pemberdayaan penyuluh. Kostratani dibuat untuk mengoptimalkan tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam menggerakan pembangunan pertanian di tingkat kecamatan.

"Terobosan ini dilakukan sebagai pengembangan sektor pertanian dari hulu hingga hilir, sehingga diharapkan petani adaptif terhadap inovasi teknologi pertanian, termasuk mampu berinteraksi dengan media sosial dan perkembangan teknologi informasi," kata Banun.

Dia juga menjelaskan program strategis Kementan lainnya untuk mendukung kesejahteraan petani, diantaranya penyediaan layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang lebih besar dan skim yang lebih baik serta program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks).

Atas dasar itulah, Kementerian Pertanian memperkuat akses informasi terkait potensi produk ekspor di masing-masing daerah, lakukan promosi serta membantu para petani yang berpotensi ekspor, agar dapat memasuki pasar ekspor.

Kemudian, aplikasi IMACE (Indonesia Maps of Agriculture Commodities Export) yang merupakan aplikasi peta potensi ekspor untuk setiap daerah dan komoditi unggulannya, telah memetakan komoditas unggulan ekspor Bali, antara lain kopi, kakao, salak, dan manggis. "Mari kita perkuat struktur dan dukungan bagi petani ini. Kita buat rencana aksi yang implementatif, sehingga pemetaan kita kian akurat," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Propinsi Bali, IB Wisnuardhana mengaku telah mengidentifikasi kekuatan Kostrada (Propinsi), mulai dari pemetaan penyuluh hingga sentra produksi komoditas unggulan. Bali punya banyak potensi komoditas ekspor, namun masih terkendala belum terjamin kontinuitas pasokan, dan optimalnya penerapan sistem mutu. "Beberapa langkah strategis telah dipersiapkan untuk mendukung peningkatan ekspor," ujar Wisnuardhana. groho/iwan

BERITA TERKAIT

PEMERINTAH KAJI INSENTIF LISTRIK BAGI INDUSTRI DAN UMKM - Menkeu Prediksi Defisit APBN 2020 Tidak Lebih 5%

Jakarta-Meski pemerintah memberikan banyak bantuan stimulus dan insentif khusus bagi kalangan industri dan pengusaha UMKM yang usahanya terdampak virus Covid-19,…

Impor, Strategi Amankan Pangan Hadapi Wabah Covid-19

NERACA Surabaya – Ditengah-tengah merebaknya serangan virus covid-19, komoditas pangan tidak terpengaruh. Hal ini penting karena meskipun masyarakat dihimbau untuk…

KEPPRES STATUS DARURAT KESEHATAN TERBIT - Presiden Siapkan Perppu Antisipasi Defisit APBN

Jakarta-Presiden Jokowi akan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) terkait pelebaran defisit anggaran menjadi 5,07% dalam UU APBN 2020. Selain…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

JANGAN TERULANG KASUS PENYELEWENGAN BLBI - DPR: Tambahan Dana Covid-19 Rp 405 Triliun Rentan Dikorupsi

Jakarta-Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengingatkan, pemerintah terkait risiko penyelewengan dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dalam pelaksanaan aturan baru terkait…

Pelanggan Listrik 1.300 VA Perlu Stimulus Pemerintah

NERACA Jakarta - Analis kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah mengatakan masyarakat pelanggan listrik 1.300 VA (Volt Ampere) juga…

PEMERINTAH KAJI INSENTIF LISTRIK BAGI INDUSTRI DAN UMKM - Menkeu Prediksi Defisit APBN 2020 Tidak Lebih 5%

Jakarta-Meski pemerintah memberikan banyak bantuan stimulus dan insentif khusus bagi kalangan industri dan pengusaha UMKM yang usahanya terdampak virus Covid-19,…