Apa Itu SIMPEL?

Oleh: Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Sistem Pelaporan Elektronik (SIMPEL) menjadi basis data terbesar di Indonesia dalam pengelolaan lingkungan perusahaan. Melalui aplikasi SIMPEL ini juga perusahaan mendapatkan manfaat dalam bentuk keamanan data, menagemen data, serta kemudahan waktu dan biaya dalam proses pelaporan. Pada tahun 2019 ini tercatat efisiensi energi mencapai 663,9 juta GJ, penurunan emisi GRK sebesar 93.8 juta ton CO2 e, penurunan emisi udara sebesar 1,91 juta ton, reduksi Limbah B3 sebesar 17,75 juta ton, 3R limbah non B3 sebesar 9,92 juta ton, efisiensi air sebesar 459,89 juta m3 , penurunan beban pencemaran air sebesar 50,59 juta ton dan berbagai upaya perlindungan keanekaragaman hayati.

Upaya-upaya perbaikan kinerja lingkungan ini juga mendorong meningkatnya jumlah inovasi. Jika tahun 2018 tercatat 542 inovasi, maka pada tahun 2019 tercatat sebanyak 794 inovasi atau meningkat sebesar 46%. Bila dihitung dalam rupiah, maka penghematan biaya yang berhasil dilakukan oleh perusahaan mencapai Rp. 192,63 triliun.

Upaya perbaikan kinerja pengelolaan lingkungan ini ternyata juga berdampak positif terhadap masyarakat. Pada tahun 2019 ini tercatat Rp. 22,87 triliun bergulir di masyarakat untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat. Seperti diketahui, program pemberdayaan masyarakat dalam PROPER wajib didasarkan atas social mapping, untuk mengidentifikasi masyarakat yang rentan dan lokal-lokal hero yang dapat dijadikan sebagai agen perubahan. Setelah itu dilakukan identifikasi modal sosial dan potensi sumberdaya yang dimiliki oleh masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan dialog bersama masyarakat untuk merumuskan program bersama. Indikator keberhasilan program selalu dirumuskan dan terukur, kemudian dilakukan evaluasi keberhasilan dan kepuasan penerima manfaat. Target akhir adalah tercapainya kemandirian masyarakat dalam mengatasi berbagai masalah yang dihadapinya.

Keberhasilan program pemberdayaan ini dilakukan dengan mengubah pola pikir dari program bagi-bagi bantuan (charity) menjadi program terstruktur dan terukur untuk memberdayakan masyarakat. Upaya-upaya perusahaan untuk memperbaiki kinerja pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan terhadap masyarakat dalam skala lokal tersebut sejalan dengan komitmen global untuk mencapai 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Seperti pada tahun 2018, kembali pada tahun 2019, PROPER mencatat kontribusi perusahaan terhadap pencapaian SDGs sebesar Rp. 50,32 triliun atau meningkat 30,13%.

Bercermin dari angka-angka tersebut, saya optimis kualitas lingkungan hidup Indonesia akan menjadi lebih baik, meskipun kita juga harus menghadapi tantangan pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup yang sangat besar. Saya juga percaya dengan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, perguruan tinggi dan berbagai organisasi masyarakat yang terus berkembang dengan metode-metode yang baru dan inovatif, maka kualitas lingkungan hidup Indonesia dapat kita perbaiki, kita jaga dan kita tingkatkan dalam rangka mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera.

Kami memberikan apresiasi yang tinggi untuk perusahaan yang telah memperoleh peringkat EMAS dan HIJAU, mendorong terus kepada perusahaan yang memperoleh peringkat BIRU untuk terus meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan dan akan memberikan teguran dan sanksi kepada perusahaan yang berperingkat MERAH dan HITAM.

BERITA TERKAIT

Manfaat Qardhul Hasan Saat Covid-19

Oleh: Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah Dalam kajian ekonomi syariah untuk menghadapi krisis nasional seperti sekarang yang disebabkan oleh bencana…

Ketidakpastian

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo Hampir dua bulan lamanya dunia dan ekonomi global…

Isolasi Kampung

Oleh: Firdaus Baderi Wartawan Harian Ekonomi Neraca Banyak wilayah perkampungan di Jabodetabek maupun di daerah lain sekarang demam menutup wilayahnya…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Oversupply Terminal Kontainer

  Oleh: Siswanto Rusdi Direktur The National Maritime Institute (Namarin)   Proyek pelabuhan Patimban dipastikan akan terus digeber. Anjing menggonggong,…

Manfaat Qardhul Hasan Saat Covid-19

Oleh: Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah Dalam kajian ekonomi syariah untuk menghadapi krisis nasional seperti sekarang yang disebabkan oleh bencana…

Ketidakpastian

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo Hampir dua bulan lamanya dunia dan ekonomi global…