Catatkan Kapitalisasi Rp 867,61 Triliun, BUMN Masih Dominasi di BEI

Neraca

Jakarta – Terus meningkatnya kapitalisasi pasar modal tiap tahunnya, ternyata masih didominasi emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pasalnya, hingga triwulan I-2012, kapitalisasi pasar perusahaan negara yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp 867,61 triliun.

Menurut Sekertaris Menteri BUMN, Wahyu Hidayat, kapitalisasi ini meningkat Rp 53,22 triliun dibandingkan posisi 30 Desember 2011, Rp 814,39 triliun. "Sampai dengan Maret total kapitaalisasi pasar BUMN mencapai Rp 867,61 triliun," katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Disebutkannya, kapitalisasi dihimpun dari 18 BUMN yang terdaftar di pasar modal Indonesia dan empat besar market capitalization diantaranya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 170 triliun, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 158 triliun, PT Telkom Tbk (TLKM) Rp 141 triliun dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 92 triliun.

Selain itu, dia juga menargetkan laba bersih seluruh perusahaan milik negara pada 2012 mencapai sekitar Rp145,564 triliun, naik 17,45 persen dibanding prognosa laba bersih 2011 sebesar Rp123,935 triliun. "Pertumbuhan laba 2012 akan didorong membaiknya perekonomian nasional, dan program efisiensi di masing-masing BUMN yang diselaraskan dengan kemampuan perusahaan dalam menyediakan belanja modal (capex) dan belanja operasional (opex),"ungkapnya.

Dia menjelaskan, total pendapatan 2012 diperkirakan mencapai Rp1.495,69 triliun melonjak dari tahun sebelumnya Rp1.387,67 triliun. Asal tahu saja, hampir seluruh BUMN pada 2012 mampu meningkatkan pendapatan. "Pendapatan BUMN terbesar akan disumbang pertumbuhan pada sektor energi, perkebunan, finansial maupun infrastruktur," tegas Wahyu.

Kata Wahyu, pendapatan terbesar 2012 masih disumbang oleh PT Pertamina dan PT PLN yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp741,315 triliun, dari 2011 sekitar Rp798,692 triliun. Pada saat yang bersamaan laba bersih dari ke dua perusahaan diproyeksikan sebesar Rp36 triliun, naik sekitar 27,27 persen dibanding laba 2011 sekitar Rp28,29 triliun.

Dari sisi aset, selama 2012 seluruh BUMN diproyeksikan mencapai Rp3.422,42 triliun, naik dari sebelumnya Rp2.962,69 triliun. Total ekuitas melonjak menjadi Rp853,28 triliun dari sebelumnya Rp717,24 triliun.

Kementerian BUMN juga memperkirakan capex 2012 dari 141 BUMN akan mencapai sekitar Rp217,38 triliun, naik dari 2011 sebesar Rp142,33 triliun. Selain itu, seluruh perusahaan "plat merah" BUMN juga akan mengalokasikan opex pada 2012 sebesar Rp1.216,45 triliun turun dari sebelumnya Rp1.226,55 triliun. Adapun setoran dividen pada 2012 dipatok Rp30,776 triliun, melonjak dari 2011 sebesar Rp28,171 triliun. (bani)

Related posts