Investasi di Reksa Dana ETF Banyak Untungnya

Investasi di Reksa Dana ETF Banyak Untungnya

NERACA

Jakarta - Dalam kurun waktu dua belas tahun keberadaan Exchange Traded Fund (ETF) di Indonesia, PT Indo Premier Investment Management (”IPIM”) sebagai perintis yang pertama kali meluncurkan ETF di Indonesia telah meluncurkan 11 (sebelas) Reksa Dana ETF (“ETF”) yang dikenal sebagai Premier ETF.

Premier ETF memelopori berbagai strategi investasi yang beragam dan inovatif, seperti indeks tertentu, sektor tertentu, maupun tema/faktor tertentu secara Efisien, Transparan, dan Fleksibel. Hari ini IPIM kembali menunjukkan komitmennya sebagai perintis industri ETF di Pasar Modal Indonesia dengan melaksanakan Kegiatan “Responsible Investment Forum 2020: ETF’s Transparency for Sustainable Investment in Reksa Dana”. Perlu diketahui bahwa ETF adalah produk Reksa Dana yang Unit Penyertaannya (“UP”) dapat diperdagangkan setiap saat selama jam perdagangan BEI.

“Sebagai pengelola RD ETF terbesar di Indonesia, kami terus menggali ide-ide produk baru yang memberikan kemudahan bagi investor. Tidak hanya mudah dalam pelaksanaan eksekusinya namun juga memberikan kemudahan bagi investor dalam penyusunan portfolio mereka menggunakan ETF-ETF. Di tengah suasana ketidakpastian tahun ini, kami percaya saat ini adalah momen yang tepat bagi industri pengelolaan investasi untuk membuka lembaran baru untuk pelakasanaan tata kelola yang lebih baik dalam industri pengelolaan investasi,” ungkap Noviono Darmosusilo, Direktur IPIM, Selasa (25/2).

“Kami menyadari sepenuhmya transparansi yang lebih terbuka, praktik tata kelola bisnis yang lebih kuat, dan pengelolaan risiko yang terukur telah menjadi kebutuhan utama pada industri pengelolaan investasi di Indonesia. Melalui pendekatan Pendalaman Pasar dan Peningkatan Kepercayaan Pasar dipayungi oleh pengawasan regulator serta pelaksanaan standar etika yang baik, kami sangat yakin bahwa industri pengelolaan investasi di Indonesia akan semakin memiliki pertumbuhan yang lebih kuat dan berkelanjutan dimasa-masa yang akan datang,” tambah Noviono.

“Sejalan dengan pendekatan Pendalaman Pasar dan Peningkatan Kepercayaan Pasar yang berkesinambungan kami meyakini bahwa di Indonesia telah ada instrumen investasi yang telah muncul di Indonesia sejak 12 tahun lalu, yaitu Reksadana ETF yang memiliki keunggulan komparatif anatara lain Transparan! ETF menampilkan seluruh isi portofolionya secara akurat dan tercatat di Bursa Efek Indonesia. Likuid! ETF memiliki likuiditias sesuai dengan kedalaman pasar dan dapat ditransaksikan secara berkesinambungan selama jam perdagangan Bursa. Performance! ETF yang mengacu pada indeks pasar mampu memberikan market performance secara konsisten yang dibuktikan dari (tracking error) sangat minim,” ujar Noviono.

“Panelis pada Forum hari ini adalah para praktisi pasar modal dari kalangan penyedia indeks, antara lain yayasan KEHATI dan PEFINDO, Bursa Efek Indonesia dan Bursa Tokyo, dan juga Indo Premier Sekuritas. Variasi di antara panelis juga mewakili variasi produk Premier ETF yang ditawarkan oleh IPIM. setiap indeks memiliki karakteristik masing-masing, sehingga forum ini juga menjadi momen yang tepat bagi para investor untuk lebih mengenal indeks-indeks Efek yang menjadi acuan investasi,” tegas Suwito Haryatno, Direktur IPIM.

Keunggulan lain yang bisa didapat dengan berinvestasi pada ETF atau Reksa Dana Bursa adalah:1.) Investor tidak perlu terpaku pada penentuan Nilai Aktiva Bersih (“NAB”) di akhir hari karena perdagangan dapat dilakukan selama jam perdagangan di BEI menggunakan indikatif NAB, dan 2.) Untuk ETF Saham, diversifikasi dapat dilakukan secara seketika karena ETF tersebut terdiri dari portofolio saham unggulan sehingga mampu mengurangi gejolak volatilitas dan risiko investasi pada satuan saham. Ini sangat bermanfaat bagi para investor saham, di mana instrumen investasi seperti saham secara natural memiliki volatilitas cukup tinggi, apalagi mengingat kondisi pasar terkini.

Alex Salim, Director, Head of ETF Trading Desk PT Indo Premier Sekuritas bertindak sebagai Dealer Partisipan produk Premier ETF. Alex menambahkan, “Instrumen investasi ETF saat ini memang semakin digemari para investor, baik investor ritel maupun institusi. Ini dikarenakan kemudahan transaksi yang ditawarkan produk ini dengan berbagai kelebihan diantaranya real time, likuid, transparan, dan efisien.”

“Kini per Januari 2020 dari 40 ETF yang listing di Bursa Efek Indonesia total dana kelolaan telah mencapai Rp14,2 triliun setara dengan USD 1 billion, and it’s been growing so rapidly in recent years!,” imbuh Alex.

“Keunggulan ETF berupa transparansi penuh, fleksibilitas tinggi, continuous pricing (perhitungan harga/indikatif NAB setiap saat selama jam bursa) serta kecepatan eksekusi melalui penerapan teknologi yang mutakhir, memungkinkan investor untuk memiliki kendali penuh pada tiap kondisi pasar,” tutup Noviono dengan antusias.

PT Indo Premier Investment Management (“IPIM”) adalah anak perusahaan dari PT Indo Premier Sekuritas. IPIM didirikan pada tahun 2003 dan telah mendapatkan ijin sebagai Manajer Investasi dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam & LK). Sejak 18 Januari 2011, IPIM telah melakukan proses pemisahan diri (spin-off) dan memperbaharui ijin sebagai Manajer Investasi. Mohar

BERITA TERKAIT

Strategi Jitu KSP KUD Mintorogo Demak Hadapi Covid-19

Strategi Jitu KSP KUD Mintorogo Demak Hadapi Covid-19 NERACA Jakarta - Di tengah merebaknya wabah Corona Virus Disease (Covid-19) yang…

RS Darurat Wisma Atlet Siapkan 32 Unit Hunian

Jakarta-Brigjen TNI Dr. Agung H selaku Dansatgas  Kesehatan Rumah Sakit Darurat di Wisma Atlet Kemayoran-Jakpus, memberikan keterangan pers pada Jum'at…

Hadapi Corona, KLHK Beli Hasil Petani untuk Diberikan Bagi Penguatan Tenaga Medis

Hadapi Corona, KLHK Beli Hasil Petani untuk Diberikan Bagi Penguatan Tenaga Medis NERACA Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Epson Rilis 2 Printer Textile Dye-Sublimation

Epson Rilis 2 Printer Textile Dye-Sublimation  NERACA Jakarta – PT Epson Indonesia meluncurkan dua buah printer Textile Dye-Sublimasi 64", yaitu…

#JANGAN MUDIK#

   #MediaLawanCovid19 kembali meluncurkan konten edukasi bersama bertajuk “Jangan Mudik” pada Minggu (29/3) pagi ini. Kampanye besar kedua ini dilakukan…

Kemenkop Upayakan Kebijakan Khusus Restrukturisasi Kredit

Kemenkop Upayakan Kebijakan Khusus Restrukturisasi Kredit NERACA Jakarta - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan mengatakan pihaknya sedang…