Sentimen Virus Corona Bikin IHSG Merana

NERACA

Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (25/2) sore ditutup melemah dipicu meluasnya wabah Virus COVID-19 di luar China. IHSG ditutup melemah 19,91 poin atau 0,34% ke posisi 5.784,14. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 0,16 poin atau 0,02% menjadi 941,68.”IHSG saat ini masih terlihat akan bergerak dalam fase konsolidasi wajar, sedangkan penurunan sudah terlihat cukup terbatas, sehingga potensi penguatan terlihat masih cukup besar," kata Direktur PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya di Jakarta, kemarin.

Secara sektoral, tiga sektor meningkat dimana sektor aneka industri naik paling tinggi yaitu 1,76%, diikuti sektor pertanian dan sektor keuangan masing-masing 0,28% dan 0,03%. Sedangkan tujuh sektor terkoreksi dimana sektor industri dasar turun paling dalam yaitu minus 2,86%, diikuti sektor manufaktur dan sektor konsumer masing-masing minus 0,94% dan minus 0,56%.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau "net foreign sell" sebesar Rp846,53 miliar. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 411.529 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 5,48 miliar lembar saham senilai Rp5,47 triliun. Sebanyak 164 saham naik, 238 saham menurun, dan 140 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei ditutup melemah 781,3 poin atau 3,34% ke 22.605,4, indeks Hang Seng menguat 72,3 poin atau 0,27% ke 26.893,2, dan indeks Straits Times menguat 16,8 poin atau 0,53% ke 3.159. Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka melemah 22,31 poin atau 0,38% ke posisi 5.784,74. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 6,35 poin atau 0,67% menjadi 935,16.

Tim riset Samuel Sekuritas dalam risetnya menjelaskan, dengan pelemahan bursa AS semalam dan kekhawatiran penyebaran Virus Corona, IHSG sempat diproyeksikan masih akan tertekan. Pada perdagangan Senin (24/2), bursa AS di tutup melemah signifikan. Indeks Dow Jones turun 3,55%, S&P turun 3,35%, Nasdaq turun 3,71%.

Penurunan yang dalam tersebut disebabkan oleh kekhawatiran pasar terhadap penyebaran virus COVID-19 di luar China yang meningkat pesat di beberapa negara seperti Korea Selatan, Italia dan Iran. Jumlah terinfeksi Virus COVID-19 di Korea Selatan mencapai 833 orang, Italia 230 orang dan Iran 61 orang. Bursa Malaysia ditutup minus 2,5% merespons pernyataan pengunduran diri Perdana Menteri Mahathir Mohamad.

Dari dalam negeri, akan diumumkan paket insentif sebagai antisipasi perlambatan ekonomi akibat Virus COVID-19 oleh Presiden Jokowi. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan beberapa insentif di antaranya di sektor pariwisata, sektor perumahan yang memberikan efek berganda, dan sektor konsumsi melalui peningkatan bantuan sosial.

Bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei dibuka melemah 688,5 poin atau 2,94% ke 22.698,2, indeks Hang Seng menguat 21,1 poin atau 0,08% ke 26.842,dan indeks Straits Times menguat 25,87 poin atau 0,82% ke 3.168,07.

BERITA TERKAIT

Bidik Dana IPO Rp 150 Miliar - Bumi Benowo Tambah Land Bank di Gresik

NERACA Jakarta – Di tengah kondisi pasar saham yang lesu, minat perusahaan untuk mencatatkan saham perdananya di pasar modal masih…

Penjualan Alat Berat UNTR Masih Terkoreksi

NERACA Jakarta – Penjualan alat berat PT United Tractors Tbk (UNTR) di awal tahun ini masih terkoreksi seiring dengan lesunya…

Berkat Stimulus Negara Maju - IHSG Masih Bertahan di Zona Hijau

NERACA Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (26/3) kembali unjuk gigi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kewenangan Perhitungan Kerugian Negara - Mengembalikan Peran dan Pungsi BPK Pada Khittahnya

Kasus gagal bayar klaim PT Asuransi Jiwasraya menjadi perhatian publik dan termasuk pelaku industri asuransi yang mengaku khawatir bakal memberikan…

BTN Buyback Saham Senilai Rp 275 Miliar

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melakukan pembelian saham perseroan atau buyback saham berkode BBTN tanpa melalui Rapat Umum Pemegang…

Ditopang Layanan Penundaan Kapal - Jasa Armada Bukukan Untung Rp 90 Miliar

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2019 kemarin, PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) berhasil membukukan laba bersih Rp90 miliar atau…