META Operasikan Proyek Tol dan PLTM - Dongkrak Aset Jadi Rp 27,9 Triliun

NERACA

Jakarta - Genjot pertumbuhan pendapatan dan aset, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) bersiap mengoperasikan dua proyek infrastruktur dan melanjutkan satu pra-kualifikasi tender jalan tol tahun ini. Aksi korporasi ini diharapkan mendongkrak total aset perusahaan menjadi Rp 27,9 triliun pada 2020.

General Manager Corporate Affairs Nusantara Infrastructure, Deden Rochmawaty dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, perseroan melalui unit bisnisnya, PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) akan mengoperasikan jalan tol layang AP Pettarani Makassar sepanjang 4,3 km tahun ini. “Pembangunan jalan tol layang pertama di luar Jawa ini telah dimulai sejak akhir April 2018 tanpa adanya pembebasan lahan dengan progres penyelesaian proyek mencapai 61,92% hingga 6 Februari 2020,”ujarnya.

Menurut Deden, BMN bersama dengan pemerintah daerah menginisiasi jalan tol layang AP Pettarani untuk mengurai kemacetan lalu lintas, sekaligus membangun konektivitas di kawasan timur Indonesia. Dalam proyek yang memiliki nilai investasi Rp 2,2 triliun ini, BMN mendapatkan fasilitas kredit sindikasi dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Sementara itu, terkait pembangunan proyek, BMN menggandeng sejumlah mitra, yakni Nippon Koei dan Indo Koei sebagai konsultan, dan PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) sebagai kontraktor proyek.

Komitmen Nusantara Infrastructure dalam berbagai proyek ini sejalan dengan target pemerintah untuk lebih melibatkan sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur pada periode 2020-2024. “Hal ini sekaligus semakin memperkuat bisnis perusahaan ke depannya dengan penambahan aset di sektor tol dan energi terbarukan,” kata dia.

Seperti diketahui, tol layang Pettarani dibangun di atas jalan nasional AP Pettarani yang dimulai dari akhir jalan tol seksi II, tepatnya di persimpangan Jalan Urip Sumoharjo melewati persimpangan Jalan Boulevard Panakkukang, Jalan Hertasning, dan berakhir di sebelum persimpangan Jalan Sultan Alauddin. Dengan tergabungnya tol Pettarani dengan tol yang sudah ada, maka seluruh ruas seksi I-III berubah menjadi sistem operasi terbuka dengan total panjang 10,4 km.

Saat ini, BMN memberikan layanan kepada 56.382 pengguna jalan tol. Ketika sudah beroperasi, jalan tol layang Pettarani diperkirakan akan memberikan kontribusi kenaikan pendapatan sebesar 135% terhadap BMN. Selain jalan tol, lanjut Deden, unit bisnis perseroan di sektor energi, yakni PT Inpola Meka Energi (IME), anak usaha dari PT Energi Infranusantara akan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM) tahun ini. PLTM tersebut berlokasi di Desa Lau Gunung, Tanah Pinem, Sumatera Utara dengan total kapasitas 15 MW.

Menurut Deden, pembangkit ini menggunakan aliran sungai dan merupakan jenis pembangkit terbarukan yang bebas polusi. Total investasi dari pembangunan proyek ini sebesar Rp 420 miliar. Progres pembangunan PLTM yang memiliki Daerah Aliran Sungai (DAS) sebesar 519,34 km2 dengan panjang sungai utama 47,5km ini telah mencapai 83% hingga Januari 2020 dan ditargetkan selesai pada tahun 2020.

BERITA TERKAIT

Mayora Indah Raup Cuan Rp 1,98 Triliun

NERACA Jakarta – Masih positifnya pertumbuhan industri makanan dan minuman di tahun 2019 kemarin, dirasakan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).…

Geliat Bisnis Pelabuhan - Times Line Cetak Laba Bersih Rp 92,99 Miliar

NERACA Jakarta – Emiten pelayaran, PT Perusahaan Pelayaran Tempuran Emas Tbk (TMAS) atau Temas Line mencatatkan kinerja yang positif sepanjang…

Danai Pengembangan Bisnis - ROTI Suntik Modal Anak Usaha di Filipina

NERACA Jakarta – Dukung pengembangan bisnis anak usahanya, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI) menambahkan modal dasar ditempatkan dan disetor…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Indika Energy Buyback Saham US$ 20 Juta

NERACA Jakarta – Jaga pertumbuhan harga saham, PT Indika Energy Tbk (INDY) akan melakukan pembelian kembali atau buyback saham dan…

Imbas Pemberlakukan PSBB - Lancartama Sejati Tutup Operasinal Bisnis

NERACA Jakarta – Diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta memberikan dampak terhadap bisnis PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA).…

Raup Dana IPO Rp 215 Miliar - KBAG Beli Lahan di Balikpapan 14 Hektar

NERACA Jakarta – Geliat pasar penawaran perdana saham atau initiap public offering (IPO) di pasar modal masih terus tumbuh di…