Produksi Emas Merdeka Copper Naik 33,15%

NERACA

Jakarta – Sepanjang tahun 2019 kemarin, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatatkan volume produksi emas hingga 223.042 ounces (oz), melampaui pedoman produksi perseroan pada tahun lalu. Pada 2018, produksi emas perseroan sebanyak 167.506 oz emas dan 140.738 oz perak. Artinya, pada tahun lalu produksi emas bertumbuh 33,15% year on year (yoy). Sementara di tahun 2019, perseroan menargetkan volume produksi emas pada 2019 berada di kisaran 180.000 hingga 200.000 oz.

Perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan, tingginya volume produksi emas perseroan pada tahun lalu disebabkan oleh hasil tambang yang memiliki kadar lebih tinggi. Adapun, biaya tunai per oz untuk produksi tersebut adalah US$430 oz dengan biaya pendukung tetap atau all-in sustaining cost adalah US$640 per oz. Dimana biaya itu sejalan dengan harapan perseroan dan biaya operasi per ton yang lebih rendah mencerminkan peningkatan volume produksi emas aktual pada kuartal empat tahun lalu.

Untuk tahun ini, perseroan menargetkan volume produksi sebesar 165.000 hingga 185.000 oz emas dengan biaya pendukung tetap sekitar US$650 hingga US$750 per oz bersih yang berasal dari kredit perak. Selain itu, perseroan mencatatkan produksi tembaga sebesar 16.777 ton dengan biaya pendukung tetap sekitar US$1,86 per pon, lebih rendah daripada target produksi 2019 sebesar 18.000 ton.

Perseroan tidak memberikan target produksi tembaga pada tahun ini di proyek tambang Wetar seiring dengan rencana integrasi proyek itu dengan proyek AIM, proyek join venture dengan Tsingshan Corp. Pengurangan dalam produksi tembaga kemungkinan akan terjadi dalam waktu dekat, tetapi secara jangka panjang keputusan itu diambil untuk meningkatkan produksi tembaga di atas level produksi 2019.

Di sisi lain, total pendapatan perseroan pada 2019 untuk emas dan perak mencapai US$60,7 juta yang berasal dari sebanyak 39.767 oz emas dan 95.327 oz perak dari tambang Tujuh Bukit dengan harga rata-rata US$1.486 per ons dan US$17 per ons. Untuk tembaga, perseroan berhasil mencatatkan penjualan tembaga dari tambang Wetar mencapai US$22,9 juta, yaitu sebanyak 3.949 ton tembaga yang dijual dengan harga rata-rata US$5.791 per ton. Dengan demikian, total pendapatan keseluruhan perseroan pada 2019 sebesar US$83,6 juta.

Belum lama ini, perseroan menggandeng kerjasama dengan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) dalam menggarap tambang emas Pani, Gorontalo. Disebutkan, MDKA dan PSAB memaparkan perjanjian bersyarat yang terkait dengan struktur transaksi usaha patungan atau joint venture (JV) Pani. Rencananya, dua cucu usaha MDKA PT Pani Bersama Tambang dan PT Puncak Emas Gorontalo akan mengakuisisi 100% saham PT Gorontalo Sejahtera Mining dengan porsi masing-masing 99,99% dan 0,001%. PT Gorontalo Sejahtera Mining merupakan anak usaha PSAB yang menggenggam kontrak karya Blok Pani.

BERITA TERKAIT

Bidik Dana IPO Rp 150 Miliar - Bumi Benowo Tambah Land Bank di Gresik

NERACA Jakarta – Di tengah kondisi pasar saham yang lesu, minat perusahaan untuk mencatatkan saham perdananya di pasar modal masih…

Penjualan Alat Berat UNTR Masih Terkoreksi

NERACA Jakarta – Penjualan alat berat PT United Tractors Tbk (UNTR) di awal tahun ini masih terkoreksi seiring dengan lesunya…

Berkat Stimulus Negara Maju - IHSG Masih Bertahan di Zona Hijau

NERACA Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (26/3) kembali unjuk gigi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kewenangan Perhitungan Kerugian Negara - Mengembalikan Peran dan Pungsi BPK Pada Khittahnya

Kasus gagal bayar klaim PT Asuransi Jiwasraya menjadi perhatian publik dan termasuk pelaku industri asuransi yang mengaku khawatir bakal memberikan…

BTN Buyback Saham Senilai Rp 275 Miliar

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melakukan pembelian saham perseroan atau buyback saham berkode BBTN tanpa melalui Rapat Umum Pemegang…

Ditopang Layanan Penundaan Kapal - Jasa Armada Bukukan Untung Rp 90 Miliar

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2019 kemarin, PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) berhasil membukukan laba bersih Rp90 miliar atau…