TRIO Siap Akuisisi Global Teleshop - Anggarkan US$100 Juta

NERACA

Jakarta - PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) mengaku sedang mengkaji pembelian mayoritas saham PT Global Teleshop melalui penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) senilai US$100 juta. Rencananya, skema pembelian tersebut akan dilakukan pada kuartal II-2012 atau Juni mendatang.

Menurut Direktur Utama TRIO, Sugiono Wiyono, tujuan pembelian saham PT Global Teleshop ini karena pihaknya ingin menggabungkan bisnis seluler antara Global Teleshop dan Okeshop. Jika keduanya digabungkan, dirinya optimis akan berdampak positif bagi kinerja TRIO di masa mendatang.

"Penggabungan Global Teleshop dan Okeshop sangat mungkin dan masuk akal. Sebab, berdampak positif terhadap kinerja perusahaan. Di Global Teleshop saja contohnya, harga telepon per unit senilai US$200, sedangkan okeshop hanya US$150 per unitnya. Nah kalau gabung (akuisisi), kami berharap ada posisi tawar bagus," kata Sugiono di Jakarta, Jumat (20/4) akhir pekan.

Apalagi, lanjut dia, saat ini Global Teleshop memiliki 300 toko dengan omzet mencapai Rp3 triliun. Selain itu, perkembangan teknologi komunikasi yang cukup aktif masih dapat menunjang kinerja perseroan ke depan.

TRIO sendiri berencana mendanai rencana tersebut dengan melakukan penawaran umum terbatas (PUT) I dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) sebanyak 311,5 juta lembar saham biasa dengan nama (seri A).

Harga saham ini berkisar antara Rp800 hingga Rp860 per lembar. Dengan begitu, diperkirakan perseroan bisa memperoleh dana antara Rp249,2 miliar-Rp267,89 miliar. Selain itu, perseroan juga akan melakukan penerbitan efek bersifat ekuitas (EBE) dengan nilai antara Rp752,72 miliar sampai Rp811,32 miliar.

Artinya, setiap pemegang 500 saham TRIO akan memperoleh 106 HMETD seri B, di mana tiap HMETD berhak membeli satu unit EBE dengan kisaran harga yang sama. Meskipun begitu, Sugiono tidak mau terburu dan gegabah perihal pembelian saham PT Global Teleshop ini. “Saat ini kami sedang mengevaluasi mendalam untuk kebaikan perseroan,” tukasnya.

Sebagai informasi, perseroan telah mencapai kesepakatan dengan salah satu pemegang saham Global Teleshop yaitu PT Trilinium pada 7 Maret 2012 lalu. Penyelesaian akuisisi paling lambat dilakukan 30 Juni 2012 mendatang.

PT Global Teleshop akan melaksanakan IPO dengan melepas 20% saham ke publik. Dana hasil IPO ini untuk melakukan ekspansi usaha. PT Global Teleshop telah menunjuk PT Equator Securities dan PT Lautandhana Securities sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Tambah gerai

Selain aksi korporasi, Sugiono menjelaskan bahwa perseroan juga menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$50 juta pada tahun ini. Belanja modal ini akan digunakan untuk membangun 100 gerai Okeshop. Sebagai catatan, hingga akhir tahun lalu, perseroan telah memiliki 860 gerai Okeshop.

"Kami akan membangun gerai di daerah baru khususnya daerah perkebunan. Di mana perkebunan banyak memiliki karyawan jadi kita tidak hanya mengincar daerah perkotaan tetapi juga pedalaman," kata Sugiono. Tercatat, laba bersih perseroan sebesar Rp303 miliar dengan pendapatan sebesar Rp7,10 triliun pada 2011.[ardi]

Related posts