BTN Raih Potensi Kredit Baru Rp 4,56 Triliun - Sukses Gelar IPEX ke-20

Bank BTN berhasil menarik lebih dari 200.000 pengunjung selama sepekan pameran Indonesia Properti Expotdan (IPEX) sukses membukukan nilai ijin prinsip KPR maupun Kredit Pemilikan Apartemen / Kredit Pemilikan Rumah sebesar Rp 4,56 Triliun, dengan jumlah unit yang berhasil dipesan mencapai 7.668 unit. Nilai ijin prinsip KPR tersebut lebih tinggi dibandingkan target awal yang dibidik perseroan yaitu sebesar Rp 3 trilliun.

Direktur Utama Bank BTN, Pahala N Mansury dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, pihaknya sangat bersyukur karena awal tahun ini, stimulus yang diberikan pemerintah terhadap sektor properti mulai dirasakan, karena penurunan suku bunga acuan, pelonggaran Loan To Value atau LTV yang membuat uang muka KPR makin terjangkau berhasil memacu penjualan rumah tahun ini,”Adapun ijin prinsip KPR/KPA yang sudah disetujui tersebut mayoritas mengalir ke segmen KPR/KPA Non Subsidi mencapai Rp 3,51 triliun atau setara dengan 4.360 unit hunian,”ujarnya.

Sementara Ijin Prinsip KPR/KPA Subsidi sebanyak Rp 421 miliar atau sebanyak 2.585 unit hunian. Sedangkan Unit Usaha Syariah BTN berhasil meluluskan ijin prinsip KPR/KPA Syariah baik subsidi maupun non subsidi untuk 723 unit hunian, atau senilai kurang lebih Rp 635 miliar. IPEX kali ini juga mencatatkan permintaan rumah tertinggi di sejumlah kawasan yang berdekatan dengan akses transportasi, seperti Jakarta, Bogor, Depok dan Serpong.

Sejumlah proyek yang meraih minat terbanyak adalah proyek Transit Oriented Development (TOD) milik Perumnas, Adhi Commuter Property dan Proyek HK Realtindo di Sawangan, Jawa Barat serta proyek apartemen milenial milik PT PP Properti .Sementara hunian yang paling diminati berkisar Rp 300-500 juta.”Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras seluruh pihak yang berperan serta dalam pameran ini berlangsung dan berterimakasih kepada para pengembang setia berpartisipasi dalam gelaran IPEX tahun ini dan kepercayaan masyarakat kepada BTN untuk menfasilitasi KPR atau KPA ,”kata Pahala.

Pahala menilai, tren penurunan suku bunga acuan (BI Rate) dan makin maraknya perkembangan infrastruktur khususnya transportasi dan perluasan akses jalan penghubung seperti tol yang membangkitkan perumahan menjadi faktor utama masyarakat membeli rumah tahun ini. Selain itu, sesuai dengan slogan “Ayo punya rumah dengan Bank Tabungan", Bank BTN dengan aneka produk KPR seperti KPR Gaess For Millenials menawarkan banyak kemudahan bagi masyarakat terutama generasi millenials memiliki rumah serta program promosi yang menarik hasil kerjasama dengan pengembang, seperti keringanan Uang Muka, biaya pemesanan, asuransi serta suku bunga KPR yang terjangkau.”KPR Subsidi tetap menjadi primadona bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah, meski Fasilitas Likuiditas Pemilikan Perumahan tahun ini terbatas, namun ada kabar gembira dari Kementerian Keuangan bahwa subsidi selisih bunga atau SSB untuk sekitar 224.000 unit rumah akan ditambahkan ke anggaran tahun ini,”ujar Pahala.

BERITA TERKAIT

Lagi, Astra Serahkan Bantuan Rp 30 Miliar

Setelah menyalurkan bantuan tahap awal senilai Rp63 miliar untuk mencegah penyebaran COVID-19, PT Astra Internasional Tbk kembali menyalurkan bantuan tahap…

Pendapatan Samudera Indonesia Turun 9,03%

Di tahun 2019, PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) membukukan pendapatan jasa sebesar US$ 438,87 juta atau turun 9,03% secara tahunan…

Laba Bersih Sinarmas Agro Tumbuh 50,34%

PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR) mencatatkan laba bersih sepanjang tahun 2019 kemarin sebesar Rp 898,69 miliar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Indika Energy Buyback Saham US$ 20 Juta

NERACA Jakarta – Jaga pertumbuhan harga saham, PT Indika Energy Tbk (INDY) akan melakukan pembelian kembali atau buyback saham dan…

Imbas Pemberlakukan PSBB - Lancartama Sejati Tutup Operasinal Bisnis

NERACA Jakarta – Diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta memberikan dampak terhadap bisnis PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA).…

Raup Dana IPO Rp 215 Miliar - KBAG Beli Lahan di Balikpapan 14 Hektar

NERACA Jakarta – Geliat pasar penawaran perdana saham atau initiap public offering (IPO) di pasar modal masih terus tumbuh di…