Sky Energy Indonesia Rilis MTN Rp 300 Miliar - Tawarkan Bunga 12%

NERACA

Jakarta – Perkuat modal guna mendukung ekspansi bisnisnya, PT SKY Energy Indonesia Tbk (JSKY) tengah mencari pendanaan sebesar Rp300 miliar, melalui penerbitan surat utang jangka pendek atau Medium Term Notes (MTN). Perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menyebutkan, MTN tersebut akan dilunasi atau bertenor tiga tahun sejak di terbitkan. Adapun bunga yang ditawarkan sebesar 12% pertahun dan dibayarkan setiap empat bulan.

Rencananya, MTN ini diterbitkan paling lambat Maret 2020. Untuk itu, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar biasa pada tanggal 27 Maret 2020. Hal itu penting, mengingat nilai transaksi melebihi 50% dari ekuitas perseroan, berdasarkan laporan keuangan per 31 Oktober 2020. Selanjutnya, dana hasil penerbitan surat utang tersebut akan digunakan untuk pembayaran utang perseroan dan investasi pengembangan bisnis.

Sebagai informasi, kewajiban jangka pendek perseroan per 30 September 2019 tercatat sebesar Rp268 miliar dan kewajiban jangka panjang sebesar Rp14 miliar. Tahun ini, perseroan fokus menyelesaikan proyek pembangunan pabrik panel surya atau solar panel yang berlokasi di Cisalak, Jawa Barat. Chief Commercial Officer JSKY, Kurniadi Widyanta pernah bilang, pabrik panel surya perusahaan sudah bisa beroperasi di tahap awal pada bulan Maret nanti. Diharapkan di pertengahan tahun ini, pabrik tersebut bisa beroperasi penuh sesuai kapasitas yang dimiliki.

Untuk menuntaskan proyek tersebut, pihak JSKY sudah menyiapkan dana belanja modal atau capital expenditure sebesar Rp 30 miliar pada tahun ini. Dia menambahkan, keberadaan pabrik panel surya diyakini akan meningkatkan kemampuan perusahaan dalam memproduksi panel surya. Pasalnya, pabrik tersebut nanti dapat memproduksi sekitar 100 megawatt (MW) cell.

Adapun untuk saat ini, JSKY masih akan memprioritaskan penjualan panel surya ke pelanggan-pelanggan industri serta untuk kebutuhan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Selain itu, perusahaan juga menjual panel suryanya ke pasar ekspor seperti Amerika Serikat, Jepang, dan beberapa negara Eropa.

Pwerseroan tetap melirik penjualan panel surya ke sektor rumah tangga dalam mendorong pertumbuhan bisnisnya. Namun, untuk memaksimalkan peluang tersebut, kemampuan internal perusahaan dalam melakukan pemasangan dan pemeliharaan panel surya mesti diperkuat. Lebih lanjut, JSKY juga memiliki rencana untuk membangun pabrik yang mengintegrasikan bisnis perusahaan di Sentul, Jawa Barat. Pabrik yang dibangun di lahan seluas 5 hektar tersebut nantinya akan menghasilkan produk panel surya, baterai, solar system, inverter, LED, hingga komponen pendukung lainnya.

Namun, pabrik tersebut masih menjadi rencana jangka panjang JSKY. Perusahaan pun belum menetapkan target resmi kapan proyek pembangunan pabrik tersebut akan beroperasi. Emiten ini juga belum menyediakan capex khusus untuk kebutuhan proyek tersebut. Asal tahu saja, selain memproduksi panel surya melalui pabrik di Cisalak, JSKY juga memproduksi baterai yang mana pabriknya terletak tak jauh dari kantor operasional perusahaan di Gunung Putri. Selain itu, JSKY juga memproduksi LED di pabriknya yang berada di Bandung.

BERITA TERKAIT

Moodys Pangkas Peringkat Alam Sutera

NERACA Jakarta - Perusahaan pemeringkat Moody’s Investor Service menurunkan peringkat utang PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) dari menjadi Caa1…

Express Trasindo Masih Merugi Rp 275,5 Miliar

NERACA Jakarta –Persaingan bisins transportasi online masih menjadi tantangan bagi PT Express Trasindo Utama Tbk (TAXI). Performance kinerja keuangan perseroan…

Martina Berto Bukukan Rugi Rp 66,94 MIiliar

NERACA Jakarta –Bisnis kosmetik PT Martina Berto Tbk (MBTO) sepanjang tahun 2019 kemarin masih negatif. Pasalnya, perseroan masih membukukan rugi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sentimen Stimulus Pemerintah - Laju IHSG Berhasil Balik Arah Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/4) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Latinusa Bukukan Untung US$ 2,68 Juta

NERACA Jakarta - Emiten pengolahan pelat timah PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) atau Latinusa membalikkan posisi rugi tahun lalu…

Laba Bersih Alfamart Melesat Tajam 71,11%

NERACA Jakarta - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) membukukan kenaikan laba 2019 sebesar 71,11% menjadi Rp1,11 triliun dari periode…