Pemerintah Dorong Eksportir Hasilkan Produk Olahan

NERACA

Medan – Komitmen Pemerintah dalam mendorong ekspor tidaklah main-main, salah satunya ekspor produk olahan pertanian

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengajak para eksportir untuk mengekspor produk pertanian dalam bentuk produk olahan. Hal tersebut sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pertanian Indonesia.

“Kami akan dorong para eksportir agar tidak lagi mengekspor komoditas pertanian dalam bentuk gelondongan, kami harapkan para eksportir bisa belajar untuk mengekspor produk pertanian dalam bentuk produk olahan” ungkap Syahrul di pada saat Pelepasan Ekspor Produk Pertanian dan Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) di Kawasan Industri Modern - Medan.

Menurut Syahrul, pihaknya bersama perbankan dan pemerintah daerah siap untuk memberi dukungan penuh kepada para eksportir dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), dirinya optimis pembangunan pertanian terutama di daerah Sumatera Utara dapat terus meningkat. Hal ini diperkuat dengan data ekspor komoditas Sumut di tahun 2018 yang mencapai nilai Rp. 26,6 Triliun, dan meningkat di tahun 2019 dengan nilai mencapai Rp. 32,2 Triliun.

“Saya senang hari ini eksportir yang datang banyak yang berminat untuk menggunakan KUR, saya minta dengan Gubernur ini bisa difasilitasi, kita butuh energi yang kuat termasuk dari Pemda untuk bisa mendorong komoditi pertanian berskala ekspor” ungkap Syahrul.

Lebih lanjut Syahrul mengatakan sebagai negara tropis, pertanian Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk bersaing dan memenangkan pasar dunia. Hal ini dibuktikan salah satunya oleh Provinsi Sumatera Utara yang berhasil melepas ekspor 28 komoditas pertanian senilai Rp. 79,6 Milyar ke 28 Negara.

“Hari ini kita kembali membuktikan bahwa ekspor pertanian adalah sesuatu yang menjanjikan, hari ini saya juga menjadi sangat yakin dengan potensi pertanian kita, karena sarang burung walet kita tetap bisa masuk ke Cina, itu membuktikan dalam situasi apapun kebutuhan dunia terhadap pertanian kita tetap terbuka” terang Syahrul.

Disisi lain, Syahrul mendengar secara langsung data terbaru lalu lintas ekspor produk pertanian wilayah Sumatera Utara.

Hasilnya, Sumatera Utara tercatat mengalami kenaikan luar biasa sebesar 25 persen untuk periode 2018-2019. Kenaikan terjadi karena provinsi ini merupakan wilayah potensial dengan tanah subur yang menghasilkan sejumlah komoditas unggul siap ekspor.

"Ini membuktikan bahwa Provinsi Sumatera Utara memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan sektor pertanian ke depan. Saya sampaikan kepada Gubernur Sumatera Utara dan seluruh jajaran dinas pertanian agar terus berkarya dan meningkatkan ekspor yang ada," kata Syahrul.

Sebagai catatan, Syahrul memaparkan, Provinsi Sumut memiliki 28 komoditas unggul yang siap ekspor ke 28 negara. Potensi ini memiliki bobot volume hjngga 4.058 ton, 373,6 meter kubik dan 42.500 pcs bibit hortikultura dengan nilai transaksi mencapai Rp 79,6 milyar.

Adapun komoditas yang diekspor terdiri dari ampas sawit, cengkeh, eucalyptus sawn timber, PKE, karet lembaran lempengan, kayu karet, kulit kayu manis, kelapa parut, kemiri, lidi, minyak sawit, daun nipah, pinang biji, RBD Olein, minyak kelapa mentah dan kopi.

"Nilai ekspor paling besar mencapai 290,7 ton atau senilai Rp 97,3 milyar, dengan berat total sebanyak 4.033 ton dan 223.902 meter kubik," ucap Syahrul.

Selain itu, menurut Syahrul, ada juga komoditas buah durian pasta dan bibit tanaman hias yang mencapai 12,3 ton atau 42.500 pcs dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,2 milyar. Pada subsektor tanaman pangan, ubi jalar beku memiliki total volume 11,5 ton atau setara dengan Rp 436,2 juta.

"Kemudian dari sektor peternakan yang terdiri dari lipan, sarang barang walet (SBW) dengan volume 1 ton senilai mencapai Rp 1,2 miliar," papar Syahrul.

Atas dasar itulah, Syahrul mengajak eksportir komoditas pertanian untuk tingkatkan kinerja ekspor komoditas pertanian. Sebab, peluang untuk meningkatkan ekspor pertanian masih sangat besar terlebih pada komoditas perkebunan. Untuk itu pihaknya akan terus mengajak semua pihak termasuk kalangan dunia usaha untuk bekerjasama mendorong upaya ini. Kenali potensi ditiap daerah dan juga pasarnya. Manfaatkan informasi peta potensi dengan mudah melalui kantor karantina pertanian seluruh Indonesia.

“Kita jadikan sektor pertanian sebagai penyedia pangan sekaligus penggerak ekonomi terdepan bagi rumah besar kita bernama Indonesia,” harap Syahrul.

BERITA TERKAIT

PPNS KKP Rampungkan Proses Penyidikan 5 Kapal Ilegal

NERACA jAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) melakukan percepatan…

Jurus KKP Hadapi Covid-19 Jika Mengganggu Ekspor

NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menyiapkan sejumlah jurus (skenario) jika pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap produksi…

Covid-19 Meluas, Pemerintah Jaga Produksi Pangan

Jakarta – ditengah-tengah meluasnya serangan virus Covid-19, pemerintah tetap harus menjaga produksi pangan agar tidak terjadi gejolak harga pangan. NERACA…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Pemerintah Menggenjot Produktivitas Industri APD Nasional

NERACA Jakarta – Pemedrintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pengoptimalan produktivitas industri alat pelindung diri (APD) sebagai upaya penanganan…

Covid-19 Tak Halangi Indonesia Ekspor ke Singapura

NERACA Jakarta - Ditengah suramnya kondisi wabah Covid-19 yang menghantam Indonesia, sektor pertanian justru memberikan angin segar yang menyejukan. Memasuki…

Lawan Virus Corona, Indonesia Siap Perkuat Kolaborasi Global

Jakarta – Ditengah-tengah terus meluasnya virus corona, Indonesia bersama negara lainnya yang tergabung dalam G20 siap melakukan kolaborasi. NERACA Dalam…