Bangun Pabrik Tidak Pengaruhi Pembagian Dividen Arwana

NERACA

Jakarta - PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) berencana membagikan dividen sebesar Rp 20 per saham. CFO Arwana, Rudy Sujanto mengatakan, dividen tersebut setara dengan 38% dari laba bersih periode 31 Desember 2011. "Dividen 38 % ini lebih besar jika dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya sebesar 35% dari laba bersih perseroan,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin

Menurutnya, pemberian dividen tersebut adalah wujud apresiasi perusahaan sebagai produsen keramik kepada para pemegang saham. Selain itu, perseroan juga menyampaikan rencana penambahan pabrik di Palembang yang dipastikan tidak akan mempengaruhi jumlah pembagian dividen, karena masih ada laba ditahan tahun 2011 sekitar Rp 40 miliar.

Kata Rudy, dividen tersebut akan dibayarkan pada tanggal 28 Juni 2012 dan pemberian dividen pada tahun berikutnya akan di pertahankan sekitar 35%-45% dari laba bersih perseroan. Asal tahu saja, tahun 2011 lalu, perseroan berhasil mewujudkan pertumbuhan laba bersih yang berkesinambungan dengan membukukan laba bersih sebesar Rp 94,73 miliar.

Laba bersih tahun 2011 meningkat sebesar 19,9% dari Rp 79,04 miliar pada tahun 2010 dan sampai triwulan I tahun ini saja, menurut Rudy, laba bersih perseroan sudah mencapai Rp 30,42 miliar. Meningkat dibanding triwulan I tahun lalu yang hanya Rp 24,22 miliar. "Pertumbuhan ini murni ditopang oleh inovasi produk yang bernilai tambah tinggi, peningkatan kualitas dan terobosan penjualan ke luar Pulau Jawa,”ungkapnya.

Tekan Biaya Produksi

Disisi lain, kata Rudy biaya produksi mengalami peningkatan, antara lain disebabkan kenaikan biaya listrik pada awal tahun 2011, kenaikan harga LNG sebesar 36,0% pada triwulan III 2011 dan kenaikan bahan baku kimia.

Namun penerapan good corporate goverment yang ketat dalam pengolahan keuangan dan ditopang dengan tingkat bunga yang kompetitif berhasil mengurangi beban bunga secara signifikan sehingga margin laba bersih mencapai 10,3%.

Sementara, lanjut Rudy, penjualan bersih konsolidasi perseroan pada tahun lalu mencapai Rp 922,69 miliar dari Rp 830,18 miliar pada tahun sebelumnya, yang mewakili pertumbuhan 11,1%. EBITDA konsolidasi mencapai Rp 200,52 miliar pada akhir tahun 2011. " Ini setara dengan pertumbuhan EBITDA sebesar 6,0% selama tahun keuangan sebelumnya," ujarnya.

Menurut Rudy, jumlah penjualan bersih perusahaan tercatat Rp 922,69 miliar, melampaui angka penjualan tahun sebelumnya sebanyak 11,1%. "Meningkatnya pendapatan ini semata-mata disebabkan oleh meningkatnya kualitas penjualan sebanyak 8,0% semantara rata-rata harga jual mengalami kenaikan sebesar 3,6%," jelasnya.

Sedangkan laba kotor perusahaan Rp 285,80 miliar, atau naik 8,1% dari tahun sebelumnya. Beban usaha meningkat sebesar 16,8% menjadi Rp 136,83 miliar, laba usaha naik menjadi Rp 148,97 miliar, dan jumlah aset perseroan pada tahun 2011 sebesar Rp 831,51 miliar mengalami penurunan sebesar 4,8% dibanding tahun sebelumnya.

Sementara itu untuk target 2012, menurut Rudy, perseroan mampu meningkatkan penjualan bersih menjadi Rp 1,05 triliun. Sedangkan untuk laba kotor diharapkan meningkat menjadi Rp 324,04 miliar. Untuk laba bersih, perseroan menargetkan peningkatan menjadi Rp 114 miliar. (didi)

Related posts