Panen Investasi Dongkrak Laba Asuransi ABDA 93,44%

NERACA

Jakarta – Berkah panen hasil investasi di 2011 mendongkrak pertumbuhan laba PT Asuransi Bida Dana Arta Tbk (ABDA) sebesar 93,44% atau sebesar Rp 42,32 miliar menjadi Rp 87,62 miliar, dibandingkan tahun 2010 sebesar Rp 45,30 miliar.

Direktur Asuransi Bina Dana Arta Freddy Wijaya mengatakan, kenaikan laba bersih merupakan akibat dari peningkatan investasi, “Pertumbuhan laba terkerek dari hasil investasi yang juga ikut tumbuh,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurutnya, pada tahun 2011 hasil investasi mengalami peningkatan sebesar 67,00% atau sebesar Rp 21,78 miliar menjadi sebesar Rp 54,30 miliar dibandingkan tahun 2010 sebesar Rp 32,52 miliar.

Peningkatan hasil investasi ini terutama diperoleh dari hasil bunga deposito, bunga obligasi, dan pendapatan dividen. “Untuk tahun 2012 ini, kita akan mencoba investasi di luar deposito, kita coba di reksadana, sekitar 10-15%,” ungkapnya.

Kata Freddy, dana investasi pada tahun ini ditargetkan sekitar Rp 1 triliun atau meningkat dibanding tahun 2011 yaitu Rp 655 miliar. Untuk laba bersih ditargetkan di atas Rp 100 miliar.

Selain itu, ABDA targetkan total premi bruto perseroan pada 2012 bisa mencapai Rp917 miliar. Perolehan tersebut meningkat sekitar 18,79% bila dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat mencapai Rp772,6 miliar.

Bidik Properti

Dalam rangka meningkatkan target pertumbuhan di tahun ini, perseroan akan menggenjot perolehan pendapatan di asuransi kendaraan bermotor dan properti, “Tahun ini kita akan masuk ke properti, dan kami berharap di properti bisa menyumbang 10%-12%. Sedangkan untuk kendaraan bermotor kami perkirakan kontribusinya masih sama sebesar 70%,” katanya.

Dia juga menuturkan, meskipun di tahun ini situasi perekonomian global belum pulih, pemerintah Indonesia cukup optimis mampu mengatasi dampaknya pada perekonomian nasional.

Menurut presiden direktur ABDA Candra Gunawan, porsi properti untuk mengimbangi porsi kendaraan bermotor yang terlalu dominan yakni 79,93%. Selain itu, mengantisipasi persaingan ketat asuransi kendaraan bermotor. Maklum, makin banyak asuransi terjun di kendaraan bermotor.

ABDA menyiapkan strategi, tidak akan menyasar properti gedung-gedung bertingkat seperti di Jakarta, melainkan perumahan. Sebab selama ini pertumbuhan perumahan sangat pesat. Selain itu rate perumahan masih lebih baik dibanding gedung bertingkat. "Kami istilahnya menyasar segmen ritel,”jelasnya.

Diharapkan, terkereknya porsi properti ikut mendongkrak target tahun ini. Beberapa langkah telah diagendakan antara lain peningkatan pasar domestik, efisiensi aliran perdagangan dalam negeri, serta menjaga daya beli masyarakat karena konsumsi masyarakat masih memegang peranan penting dalam mendorong pertumbuhan. "Hal itu, menambah keyakinan bahwa kondisi dunia usaha di Indonesia di tahun 2012 cukup kondusif,"paparnya.

Kata Candra Gunawan, perseroan telah mempersiapkan langkah-langkah strategi di tahun ini. Dimana perseroan akan meningkatkan penetrasi pasar melalui berbagai cara termasuk retail marketing dan mengembangkan lini usaha lain untuk lebih menyimbangkan portofolio usaha.

Selain itu, dia juga menyebutkan bahwa perseroan akan menerapkan kebijakan seleksi risiko dan sumber bisnis yang pruden agar semua portofolio lini usaha memberikan hasil usaha yang positif. " Kami juga akan meningkatkan pengawasan klaim, tanpa mengabaikan kecepatan dan pelayanan yang memuaskan pelanggan dan perseroan juga berencana menjalin kerjasama dengan para reasuradur yang memiliki reputasi baik di dalam maupun di luar negeri untuk mendapatkan kapasitas reasuransi yang efisien,"ujarnya.

Kinerja 2012

Sampai dengan bulan Februari 2012, PT Asuransi Bida Dana Arta Tbk (ABDA) mencatatkan jumlah pendapatan premi naik sebesar 13,87% menjadi Rp 115,3 miliar dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 101,2 miliar. Selain itu, jumlah beban klaim juga meningkat sekitar 25,45% dari Rp 55,46 miliar menjadi Rp 69,17 miliar.

Sementara itu hasil undewriting Perseroan sempai dengan bulan Februari tahun 2012 menurun sekitar 2,38% menjadi Rp 41,43 miliar dari Rp 42,94 miliar. Untuk laba bersihnya meningkat sekitar 3,03% menjadi Rp 34,15 miliar dari Rp 33,49 miliar.

Untuk pembagian dividen tahun buku 2011, adalah sebesar Rp 30 per lembar saham, sehingga keseluruhan dividen adalah sebesar Rp 18,62 miliar yang akan dibayarkan kepada pemegang saham tanggal 30 Mei 2012. (didi)

Related posts