Bergerak Fluktuatif, IHSG Awal Pekan Cenderung Melemah

Neraca

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Jum’at akhir pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 17,652 poin (0,42%) ke level 4.181,368. Sementara Indeks LQ 45 naik 4,086 poin (0,57%) ke level 713,063.

Saham-saham berbasis komoditas dan perdagangan terkena aksi ambil untung dan menjadi pemberat bursa. Sedangkan saham-saham konsumer banyak diburu investor. Indeks dibayangi krisis utang Eropa dan melemahnya Wall Street sehingga bergerak fluktuatif. Untungnya, aksi beli saham jelang penutupan berhasil mendorong indeks ke zona hijau meski tidak banyak cetak poin.

Menurut pengamat pasar modal Panin Sekuritas Purwoko Sartono, perdagangan saham di dalam negeri pada akhir pekan ditutup menguat ditengah kekhawatiran berlanjutnya krisis hutang di Eropa, “Disisi lain, sebagian bursa Asia mendapat sentimen positif dari ekspektasi China yang akan melonggarkan kebijakan moneternya dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Berikutnya, dia memprediksikan indeks Senin awal pekan masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah tipis. “Kami melihat pasar masih akan dibayangi oleh sentimen dari eksternal seperti perkembangan berita dari Eropa, Selain itu, investor juga masih menanti hasil laporan kinerja emiten kuartal pertama 2012,”ujarnya.

Pada perdagangan kemarin, transaksi pemodal asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 151,307 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 124.565 kali pada volume 11,007 juta lot saham senilai Rp 4,209 triliun. Sebanyak 168 saham naik, sisanya 82 saham turun, dan 108 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 5.000 ke Rp 150.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 650 ke Rp 58.450, Astra Internasional (ASII) naik Rp 550 ke Rp 73.300, dan Indosprings (INDS) naik Rp 550 ke Rp 6.850.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 1.000 ke Rp 148.000, Bayan (BYAN) turun Rp 450 ke Rp 16.500, Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 275 ke Rp 4.025, dan Lionmesh (LMSH) turun Rp 250 ke Rp 6.000.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup naik tipis 0,176 poin (0,01%) ke level 4.163,892. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 0,875 poin (0,12%) ke level 709,852. Indeks bolak-balik antara zona merah dan hijau. Rentang pergerakannya masih sangat tipis dan saham-saham komoditas terkena koreksi akibat ambil untung.

Sedangkan saham-saham lapis dua yang sudah terkoreksi mulai diburu kembali. Aksi beli banyak dilakukan investor asing, sementara pemodal domestik ambil untung di akhir pekan. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 77.790 kali pada volume 4,392 juta lot saham senilai Rp 1,734 triliun. Sebanyak 100 saham naik, sisanya 141 saham turun, dan 91 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 2.000 ke Rp 147.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 650 ke Rp 58.450, Indosprings (INDS) naik Rp 450 ke Rp 6.750, dan Nipress (NIPS) naik Rp 250 ke Rp 3.900.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 1.000 ke Rp 148.000, Bayan (BYAN) turun Rp 400 ke Rp 16.550, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 350 ke Rp 54.000, dan Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 275 ke Rp 4.025.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 3,55 poin atau 0,09% ke posisi 4.167,27. Indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,91 poin (0,13%) ke level 709,88. Sementara, bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 91,38 poin (0,44%) ke level 20.903,63, indeks Nikkei-225 turun 40,24 poin (0,42%) ke level 9.548,14 dan Straits Times melemah 7,63 poin (0,25%) ke level 3.000,43.

Analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono mengatakan, indeks BEI masih bergerak mendatar (sideways) dengan kecenderungan menguat tipis pada pagi ini. "Investor tampaknya akan mulai kembali mencermati musim pengumuman kinerja emiten kuartal pertama 2012," kata dia.

Namun, kata dia, bursa regional yang mayoritas berada dalam area negatif dapat menjadi sentimen negatif bursa saham dalam negeri. Oleh karena itu, dia sempat memproyeksikan, indeks BEI bakal bergerak dalam kisaran "support-resistance" (batas bawah-atas) di 4.145-4.181 poin.

Sementara analis Samuel Sekuritas, Christine Salim menambahkan, bursa Asia dibuka melemah tipis sekitar 0,3%, memfaktorkan sentimen negatif dari koreksi bursa global kemarin. Dia mengemukakan, bursa AS dan Eropa melanjutkan koreksinya memfaktorkan sentimen negatif dari rilis data 'initial jobless claims' dan 'existing home sales' AS di bulan Maret yang lebih rendah dari estimasi. (bani)

Related posts