Tingkatkan Sinergi untuk Dorong Ekspor

NERACA

Jakarta - Guna meningkatkan sinergi komunikasi dengan para eksportir dari berbagai industri, Kementerian Perdagangan menggelar pertemuan dengan para eksportir terutama anggota Customer Service Center (CSC) Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) di Jakarta.

Direktur Jenderal PEN Dody Edward yang membuka secara resmi acara tersebut mengatakan, pertemuan ini akan memberikan semangat dan inspirasi bagi seluruh eksportir yang hadir, juga Kemendag sendiri.

“Kami mengajak para perusahaan anggota CSC untuk memanfaatkan pertemuan ini sebaikbaiknya. Diharapkan, melalui pertemuan ini terjadi komunikasi yang lebih baik dan adanya pertukaran ilmu antara para pelaku ekspor yang mempunyai jejaring yang lebih luas dengan pelaku ekspor yang pemula atau belum memiliki jaringan yang luas. Dengan demikian, ekspor pengusaha yang masih kurang luas jaringannya dapat terdorong sehingga mampu berkontribusi untuk mewujudkan peningkatan kinerja ekspor nasional,” jelas Dody.

Dody melanjutkan, pertemuan ini juga berfungsi sebagai wadah bagi CSC Membership Services, Permanent Trade Display, serta para alumni pelatihan ekspor Balai Besar Pendidikan Dan Pelatihan Ekspor Indonesia (BBPPEI) untuk berdialog, berdiskusi, bertukar pikiran dan masukan, serta berbagi informasi seputar kegiatan ekspor.

“Kesempatan ini juga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi mengenai potensi produk, peluang pasar, dan hal-hal lain terkait upaya peningkatan ekspor ke negara-negara yang sudah memiliki FTA/CEPA/EPA dengan Indonesia seperti Australia, terutama setelah IndonesiaAustralia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) diratifikasi oleh DPR RI pada 6 Februari 2020 lalu,” lanjut Dody.

Terkait IA-CEPA, Dody melanjutkan, beberapa poin penting yang dapat diambil manfaatnya bagi kedua negara meliputi antara lain akses pasar bagi perdagangan barang, perdagangan jasa, investasi, dan kerjasama ekonomi lainnya, yang dapat dimanfaatkan lebih jauh untuk mengembangkan perekonomian Indonesia.

Seperti diketahui, CSC Ditjen PEN Kemendag merupakan layanan terpadu bagi pelaku usaha dalam memperoleh berbagai informasi perdagangan ekspor. CSC berdiri pada 2013 dan merupakan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA). Bentuk layanan CSC terbagi menjadi layanan luring dan daring.

Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor (P2IE), Iriana Trimurty Ryacudu, menjelaskan, layanan luring di CSC terdiri atas layanan konsultasi bisnis, layanan penjajakan bisnis (business matching) dengan buyers, dan Permanent Trade Display (PTD).

Sampai saat ini, produk yang dipajang di PTD berasal dari 70 perusahaan eksportir. Sedangkan, layanan pada membership services merupakan layanan keanggotaan bebas biaya untuk memudahkan para anggotanya mendapatkan informasi terkait inquiry dari buyers, layanan informasi pasar market intelligence dan market brief, serta informasi terkait acara pameran, misi dagang, dan pelatihan ekspor.

Sampai dengan Januari 2020, jumlah pelaku usaha anggota membership services yang telah diverifikasi adalah sebanyak 1.749 perusahaan dan tersedianya 952 judul market research yang telah diunduh para anggotanya sebanyak 12.857 kali.

Selama periode 2019, CSC telah melayani 94 permintaan inquiry diantaranya dari Mesir, Amerika Serikat, Kanada, Iran, Jepang, Namibia, Pakistan, Australia, Brunei Darussalam, Chile, Tiongok, Prancis, Hongaria, India, Italia, Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Turki.

Adapun untuk produk-produk yang paling diminati para buyers adalah produk pertanian, perikanan, alas kaki, furnitur, produk hewan, otomotif dan bagiannya, CPO dan minyak masak, fesyen, makanan olahan dan minuman, ban, produk kayu, benang, tekstil dan produk tekstil, dan lainnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto menagatakan telah selesainya ratifikasi IA-CEPA, maka dalam 5 tahun ke depan, kedua negara menyepakati peta jalan yang jelas sehingga diharapkan hubungan bilateral, khususnya perdagangan Indonesia-Australia akan semakin kuat dan saling menguntungkan.

“Hal ini tentu merupakan tonggak sejarah yang harus disampaikan kepada rakyat Indonesia bahwa melalui IA-CEPA, akses pasar akan terbuka dan meningkatkan ekspor Indonesia ke Australia,” ujar Agus.

BERITA TERKAIT

Tepung Jagung Olahan Tembus Pasar Israel

NERACA Cilegon - Pangsa pasar produk olahan berupa tepung jagung atau corn starch hasil industri di Cilegon berhasil tembus pasar…

Pemerintah Upayakan Kebijakan Khusus Bagi Koperasi

NERACA Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM mengakui bahwa pihaknya sedang mengupayakan ada kebijakan khusus bagi koperasi terkait…

Ribuan Ton Impor Bawang Siap Masuk ke Indonesia

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura mengakui jumlah volume RIPH bawang putih dan bombai yang telah diterbitkan…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Operasional Pelabuhan Perikanan Tidak Terpegaruh Covid-19

NERACA Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) memastikan aktivitas di pelabuhan perikanan tetap berjalan sesuai…

Covid-19 Meluas, Pemerintah Dorong Skema Program Bantu Koperasi

NERACA Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM siap mendorong koprasi yang terkena dampak dari virus covid-19 Sekretaris Kementerian…

Covid-19 Meluas, Industri Kelapa Sawit Gelontorkan Bantuan

NERACA Jakarta – Terus meluasnya serangan virus covid-19 membuat industri kelapa sawit untuk menggelontorkan sejumlah bantuan, salah satunya Wilmar. Wilmar…