Sikap Diam Anies Hindari Polemik Dipuji

Sikap Diam Anies Hindari Polemik Dipuji

NERACA

Jakarta - Strategi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang memilih diam saat diserang oleh sebagian orang yang diduga menaruh kebencian dianggap tepat. Pasalnya, jika Anies terpancing ada kemungkinan akan menjadi polemik berkepanjangan dan justru menganggu konsentrasi kerjanya.

Pengamat perkotaan dari Budgeting Metropolitan Watch (BMW), Amir Hamzah mengatakan, untuk menghadapi isu-isu yang dilancarkan pihak yang tidak suka kepada Anies, maka tidak perlu dengan menanggapinya.

"Belakangan ini banyak hal-hal kontroversial, khususnya di media sosial. Saya menyoroti bahkan sampai banjir yang terjadi di luar Jakarta Pak Anies yang disalahkan," ujarnya, saat acara diskusi yang digelar Gerakan Laskar (GL) PRO 08, di Jalan Matraman Dalam 1, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/2).

Amir menjelaskan, suara-suara sumbang di luar tehadap Anies, tidak akan terjadi kalau tidak ada sumbernya dari dalam. Beda halnya di era Joko Widodo, Basuki Tjahaja Purnama, dan Djarot Saiful Hidayat saat memimpin Jakarta karena mereka yang di dalam diam karena puas."Entah karena apa mereka puas. Ibarat kentut, bunyinya tidak ada tapi baunya busuk," ungkapnya.

Menurutnya, dalam membangun Jakarta Anies bukan hanya sekedar mememntingkan hal-hal yang bersifat fisik, tapi juga peradaban."Rencana Pak Anies membangun Jakarta itu membangun peradaban, bukan sekedar fisik," terangnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi mengkritisi keberadaan Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) karena dinilai tidak mampu mengurai persoalan-persoalan yang ada di sekeliling Anies.

Seharusnya, sambung Uchok, ketika Anies diserang atau mendapatkan serangan, seperti yang pernah dilakukan PSI soal anggaran lem aibon, TFUPP bisa segera bertindak."Saya melihat yang dilakukan PSI terkait anggaran lem itu bukan kritik, tapi lebih kepada serangan untuk Anies sebagai gubernur DKI Jakarta," ucapnya.

Uchok sendiri memandang wajar jika Anies kerap mendapatkan serangan, sebab Anies adalah gubernur rasa presiden."Anies ini selalu dikatakan gubernur rasa presiden. Makanya banjir di mana-mana salah Anies," tuturnya.

Ia menambahkan, Anies seorang pemimpin yang punya sopan santun. Tapi, itu saja tidak cukup. Untuk itu, Uchok berharap Anies bisa tegas kepada bawahannya agar tidak ada yang berani macam-macam."Jangan kayak Ahok, asal ngomong, nggak jelas, mulut sambel," tandasnya. Mohar

BERITA TERKAIT

KLHK Sosialisasi Gerakan Bersih Cuci Tangan, Bagikan Sabun, dan Penyemprotan Disinfektan - Peduli Covid-19

KLHK Sosialisasi Gerakan Bersih Cuci Tangan, Bagikan Sabun, dan Penyemprotan Disinfektan Peduli Covid-19 NERACA Jakarta - Kolaborasi seluruh eleman masyarakat…

Strategi Jitu KSP KUD Mintorogo Demak Hadapi Covid-19

Strategi Jitu KSP KUD Mintorogo Demak Hadapi Covid-19 NERACA Jakarta - Di tengah merebaknya wabah Corona Virus Disease (Covid-19) yang…

RS Darurat Wisma Atlet Siapkan 32 Unit Hunian

Jakarta-Brigjen TNI Dr. Agung H selaku Dansatgas  Kesehatan Rumah Sakit Darurat di Wisma Atlet Kemayoran-Jakpus, memberikan keterangan pers pada Jum'at…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Produsen Kosmetik MS Glow Gelontorkan Rp 2 Miliar Bantu Atasi Virus Corona

Produsen Kosmetik MS Glow Gelontorkan Rp 2 Miliar Bantu Atasi Virus Corona NERACA Jakarta - Wabah pandemi virus Corona (Covid-19)…

Epson Rilis 2 Printer Textile Dye-Sublimation

Epson Rilis 2 Printer Textile Dye-Sublimation  NERACA Jakarta – PT Epson Indonesia meluncurkan dua buah printer Textile Dye-Sublimasi 64", yaitu…

#JANGAN MUDIK#

   #MediaLawanCovid19 kembali meluncurkan konten edukasi bersama bertajuk “Jangan Mudik” pada Minggu (29/3) pagi ini. Kampanye besar kedua ini dilakukan…