Perbankan Siap Mudahkan Penyaluran KUR - Di Malut

SOROTAN

NERACA

Ternate-- Perbankan tetap memiliki komitmen untuk mempermudah kredit usaha dalam upaya mendukung pengembangan pengusaha kecil dan menengah di daerah ini, kata pejabat berwenang. "Semua perbankan di Malut telah menyalurkan bantuan KUR (kredit usaha rakyat) kepada pengusaha kecil, menengah dan koperasi, ini bentuk dukungan kita dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Malut," kata Kepala Bank Indonesia Ternate Marlison Hakim, Minggu,22/4

Menurut Marlison, pihak perbankan di Malut selama ini berupaya mendukung pengembangan pengusaha kecil, menengah dan koperasi di Malut dalam penyaluran bantuan modal usaha. Dukungan Perbankan bagi pengusaha kecil dan menengah di Malut ini agar dapat memberi kesempatan dan peluang yang seluas-luasnya bagi pengusaha kecil dan menengah dalam mendapatkan bantuan kredit.

Selain itu, kata Marlison, perbankan juga tetap mendukung pengembangan usaha termasuk bagi masyarakat umum yang ingin mengembangkan usaha. Bahkan ada perbankan yang telah menyalurkan KUR sampai puluhan miliar.

Sementara itu, Wali Kota Ternate, Burhan Abdurahman terus mendorong Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bahari Berkesan milik Pemerintah Kota Ternate memberikan bantuan modal awal ke lima pengusaha kecil dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah ini. "Bank BPRS akan mendukung pengusaha kecil sebagai upaya dalam menggerakkan pertumbuhan perekonomian masyarakat,” terutama pengusaha menengah dan kecil,”ujarnya

Menurut Wali Kota, BPRS ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena kota Ternate merupakan Kota Jasa dan perdagangan. Sehingga jasa di bidang pelayan perbankan dan jasa keuangan merupkan salah satu sumber pendapatan daerah.

Selain itu, BPRS juga diharapkan dapat membantu masyarakat yang memiliki usaha kecil dan menegah dengan akses mudah, Apalagi saat ini dikatakan walikota, banyak pasar dan praktek pinjam uang ke bank lainnya. "BPRS juga dapat membantu PNS yang selama ini sering melakukan pinjaman-pinjaman ke bank lain,”ujarnya.

Menurutnya, BPRS telah dialokasikan modal usaha sebesar Rp 2 miliar merupakan modal awal pada tahap pertama, dan akan dilakukan evaluasi setiap 3 bulan sekali untuk mengetahui perkembangan. "Kita akan mengikuti perkembangan perbankan, dan akan evaluasi setelah dioperasi 3 bulan ke depan,” kalau memang mendapat respon dari masyarakat dan tahun depan kita akan bersama dengan DPRD untuk menambahkan modalnya lagi," ujar Wali Kota.

Sementara bantuan untuk masyarakat, akan terus menerus dan berkelanjutan apabila mengalami perkembangan yang baik. "Pembiayaan usaha yang diberikan ke pengusaha kecil akan dikembalikan ke bank tanpa ada jaminan maupun bunga, dengan batas waktu yang sesuai dengan jumlah bantuan yang dipinjam," kata Wali Kota. **cahyo

Related posts