Sentimen Bursa Asia Kerek Penguatan IHSG

NERACA

Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore, ditutup menguat seiring kenaikan bursa saham regional Asia. IHSG ditutup menguat 41,83 poin atau 0,71% ke posisi 5.928,79. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 8,12 poin atau 0,85% menjadi 964,39.”Penguatan IHSG lebih ke 'technical rebound'. Kamis IHSG diprediksi akan bergerak mixed dan mengalami aksi profit taking seiring pasar yang sudah mengantisipasi sentimen suku bunga BI yang akan diumumkan" kata analis Panin Sekuritas William Hartanto di Jakarta, kemarin.

Secara sektoral, sembilan sektor meningkat di mana sektor aneka industri naik paling tinggi yaitu 1,93%, diikuti sektor industri dasar dan sektor manufaktur masing-masing 1,1% dan 0,4%. Sedangkan satu sektor terkoreksi yaitu sektor properti sebesar 0,07%. Penutupan IHSGdiiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau "net foreign buy" sebesar Rp106,62 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 381.217 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 6,6 miliar lembar saham senilai Rp6,2 triliun. Sebanyak 207 saham naik, 175 saham menurun, dan 145 saham tidak bergerak nilainya. Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei ditutup menguat 206,89 poin atau 0,89% ke 23.400,7, indeks Hang Seng menguat 125,6 poin atau 0,46% ke 27.655,8, dan indeks Straits Times menguat 16,58 poin atau 0,52% ke 3.213,21.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka menguat 11,94 poin atau 0,2% ke posisi 5.898,9, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 3,72 poin atau 0,39% menjadi 960.

Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah mengatakan, saham yang diperdagangkan di BEI dalam beberapa hari terakhir bergerak anomali dengan pergerakan saham bursa global.”Salah satu sentimen bagi pasar domestik ini, berkenaan pandangan dari lembaga pemeringkat internasional yang positif terhadap ekonomi Indonesia yang berdampak pada naiknya kepercayaan investor. Diperkirakan potensi IHSG untuk melanjutkan kenaikan masih berpeluang hari ini," ujar Alfiansyah.

Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan, kurangnya perbaikan yang lebih mendalam dalam sistem ekonomi global, telah menghambat proyeksi pertumbuhan. Terlebih, guncangan yang disebabkan oleh Virus COVID-19, semakin meredupkan prospek perbaikan ekonomi tahun ini.

Di sisi lain, ruang kebijakan moneter terus menyusut membuat ketergantungan terhadap langkah fiskal, sehingga diperlukan reformasi struktural untuk mendorong pertumbuhan menjadi lebih kuat. Oleh karena itu, yang dibutuhkan saat ini adalah dorongan yang lebih agresif dalam bentuk reformasi struktural.

Bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei dibuka menguat 108,7 poin atau 0,47% ke 23.302,5, indeks Hang Seng menguat 97,4 poin atau 0,35% ke 27.627,6, dan indeks Straits Times menguat 9,87 poin atau 0,31% ke 3.206,5.

BERITA TERKAIT

Mayora Indah Raup Cuan Rp 1,98 Triliun

NERACA Jakarta – Masih positifnya pertumbuhan industri makanan dan minuman di tahun 2019 kemarin, dirasakan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).…

Geliat Bisnis Pelabuhan - Times Line Cetak Laba Bersih Rp 92,99 Miliar

NERACA Jakarta – Emiten pelayaran, PT Perusahaan Pelayaran Tempuran Emas Tbk (TMAS) atau Temas Line mencatatkan kinerja yang positif sepanjang…

Danai Pengembangan Bisnis - ROTI Suntik Modal Anak Usaha di Filipina

NERACA Jakarta – Dukung pengembangan bisnis anak usahanya, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI) menambahkan modal dasar ditempatkan dan disetor…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Indika Energy Buyback Saham US$ 20 Juta

NERACA Jakarta – Jaga pertumbuhan harga saham, PT Indika Energy Tbk (INDY) akan melakukan pembelian kembali atau buyback saham dan…

Imbas Pemberlakukan PSBB - Lancartama Sejati Tutup Operasinal Bisnis

NERACA Jakarta – Diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta memberikan dampak terhadap bisnis PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA).…

Raup Dana IPO Rp 215 Miliar - KBAG Beli Lahan di Balikpapan 14 Hektar

NERACA Jakarta – Geliat pasar penawaran perdana saham atau initiap public offering (IPO) di pasar modal masih terus tumbuh di…