Elnusa Anggarkan Capex Rp 1,4 Triliun

Danai pengembangan bisnisnya, PT Elnusa Tbk (ELSA) menganggarkan belaja modal (capital expenditure/capex) tahun ini senilai Rp 1,4 triliun atau naik dua kali lipat dari 2019 sebesar Rp 700 miliar. Perseroan berharap dapat meraih pertumbuhan pendapatan usaha mencapai Rp 9,1 triliun.”Capex untuk berbagai investasi yang mendukung pertumbuhan. Salah satunya fabrikasi hydraulic workover unit (HWU) untuk jasa kerja ulang sumur, dimana kami merupakan market leader jasa ini di Indonesia,"kata Direktur Keuangan Elnusa, Hery Setiawan di Jakarta, kemarin.

Hery Setiawan mengatakan, sekitar 69% capex untuk market baru, termasuk HWU. Perseroan tengah menjajaki dua proyek jasa penunjang migas sektor hulu di Timur Tengah. Sementara di Vietnam kata dia, Elnusa akan menggarap proyek sesmik 3D dibanding pada tahun lalu yang hanya menggarap sesmik 2D. Untuk Algeria kata dia sedang dipertimbangkan apakah akan masuk pada proyek Engineering, Procurement & Construction (EPC) atau services dan drilling.

Selain itu, capex untuk pembangunan infrastruktur bisnis hilir Pertamina seperti pembangunan terminal BBM (TBBM), depo elpiji hingga Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) di Labuan Bajo (NTT) dan Jambi. Sementara 12 persen capex untuk perawatan kapasitas dan 19 persen untuk lainnya. "Kita di Belitung dapat pengelolaan TBBM untuk menambah kapasitas karena di sana belum ada tangki avtur. Kita juga bangun TBBM Labuan Bajo seiring meningkatnya pariwisata. Di Indonesia timur Pertamima banyak menugaskan ke kami," kata Hery Setiawan.

Hery Setiawan mengungkapkan, sumber pendanaan capex dari kas internal dan eksternal. Sekitar Rp 700 miliar akan didapat dari instrumen pasar modal berupa obligasi melalui penawaran umum berkelanjutan (PUB). Sisanya dari kas internal. "Kami targetkan akhir kuartal dua 2019 sudah bisa merilis obligasi, untuk pendanaan lewat right issue belum,"ujarnya.

BERITA TERKAIT

Lippo Karawaci Buyback Saham Rp 75 Miliar

Menjaga stabilitas harga saham di tengah kondisi pasar yang lesu, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) akan mengalokasikan dana sebanyak-banyaknya Rp…

Suparma Bukukan Laba Bersih Rp 131 Miliar

Di tahun 2019, PT Suparma Tbk (SPMA) membukukan laba bersih Rp 131 miliar atau tumbuh 59,31% dibandingkan tahun sebelumnya Rp…

Laba Toba Bara Sejahtera Turun 29,75%

Lesunya bisnis sektor pertambangan mempengaruhi kinerja keuangan PT Toba Bara Sejahtera Tbk (TOBA). Meskipun berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 19,86%…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sentimen Stimulus Pemerintah - Laju IHSG Berhasil Balik Arah Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/4) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Latinusa Bukukan Untung US$ 2,68 Juta

NERACA Jakarta - Emiten pengolahan pelat timah PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) atau Latinusa membalikkan posisi rugi tahun lalu…

Laba Bersih Alfamart Melesat Tajam 71,11%

NERACA Jakarta - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) membukukan kenaikan laba 2019 sebesar 71,11% menjadi Rp1,11 triliun dari periode…