Indonesia Promosi Industri 4.0, Biodiesel dan Nikel

NERACA

Jakarta - Pemerintah Indonesia siap menampilkan beragam kemampuan sektor manufaktur nasional dalam menerapkan teknologi industri 4.0 pada pameran bergengsi Hannover Messe 2020 di Jerman. Hal ini menjadi kesempatan besar untuk menunjukkan kemampuan sektor manufaktur Indonesia di mata dunia, terutama dalam bertransformasi menuju era industri 4.0.

“Tampilkan wajah Indonesia sebagai negaraemergingyang tengah melakukan transformasi ekonomi ke industri 4.0 yang berbasis riset dan inovasi, penting untuk kita tampilkan,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada pengantar rapat terbatas mengenai Persiapan Hannover Messe 2020 dan World Expo Dubai 2020 di Kantor Presiden, Jakarta.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi meminta persiapan gelaran Hannover Messe 2020 benar-benar dimatangkan secara detail. Sebab, Indonesia menjadi negara mitra resmi (official partner country) pada Hannover Messe 2020.

“Karena waktunya sudah sangat mepet sekali, tinggal dua bulan lagi, yaitu di bulan April, sehingga betul-betul persiapan yang matang,” ungkap Jokowi.

Lebih dari itu, Jokowi juga menginginkan, pada ajang Hannover Messe 2010, Indonesia bisa menunjukkan sebagai negara yang menarik untuk diajak kerja sama, mulai dari pengembangan industri, energi ramah lingkungan, dan biodiesel. “Selain itu, kita memiliki potensi nikel terbesar di dunia yang nanti bisa menghasilkanlithium–ion batteryyang berperan pada generasi masa depan,” tutur Jokowi.

Lebih lanjut, menurut Jokowi, sebagai negara pertama di ASEAN yang menjadiofficial partnerHannover Messe, Indonesia harus dapat mengambil manfaat dan peluang sebesar-besarnya bagi peningkatan ekonomi nasional. Bahkan, bisa sebagai pintu masuk promosi perdagangan, pariwisata, dan investasi.

“Saya mendapatkan laporan bahwa di Hannover Messe nanti akan diikuti oleh 91 negara, dihadiri lebih dari 200 ribu pengunjung, 68 persen adalah CEO-CEO perusahaan besar dan diperkirakan akan mendorong sekitar 6,5 juta kontrak bisnis,” papar Jokowi.

Usung Making Indonesia 4.0

Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, Hannover Messe merupakan pameran teknologi industri terbesar di dunia. Eksposur global pameran ini tercermin dari kehadiran 6.000co-exhibitor.

“Hannover Messe 2020 akan berlangsung pada 20-24 April, dengan tema umumnya adalahindustrial transformation,” ujar Agus.

Pada gelaran ini, Agus membenarkan akan menampilkan beragam produk teknologi yang terbagi ke dalam enam kategori tematik, yaitufuture hub,engineered parts & solutions, logistic solutions,automation,motion& drives,energy solutions, dandigital ecosystem.

“Sementara itu, tema khusus yang kita usung adalah Making Indonesia 4.0, yang akan menampilkan capaian implementasi teknologi industri 4.0 pada lima sektor industri prioritas,” jelas Agus.

Kelima sektor itu, Agus memaparkan yakni industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian, industri otomotif, industri kimia, serta industri elektronika.

Sebagai bagian dari strategibranding, selain logopartner country, juga akandigunakan tagline “Connect to Accelerate”yang mengajak berbagaistakeholderuntuk bisa bersinergi mendorong pertumbuhan sektor industri melalui penerapan teknologi industri 4.0.

“Partisipasi ini bertujuan untuk mempromosikan peta jalan Making Indonesia 4.0, mendorong kerja sama industri, serta mempromosikan ekspor dan investasi pada industri manufaktur,” jelas Agus.

Sementara itu, Direktur Jenderal Ketahanan Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi mengemukakan, Indonesia memiliki peluang besar pada perhelatan Hannover Messe 2020, terutama dalam memacu sektor industri nasional agar berdaya saing global, di antaranya melalui kerja sama bidang investasi, teknologi, dan sumber daya manusia (SDM).

“Di Paviliun Indonesia, kita akan menampilkan lebih dari 170co-exhibitorsdi area seluas 3.000 meter persegi,” ucap Doddy.

Maka, menurut Doddy, selain mempromosikan para pelaku industri nasional, delegasi Indonesia juga akan menampilkan lembaga riset danstartupIndonesia dan mengangkatnya dalam seminar dan konferensi, baik di paviliun Indonesia maupun di kegiatan-kegiatan yang diagendakan penyelenggara.

Paviliun Indonesia yang bertema “Making Indonesia 4.0” akan terbagi menjadi tiga area, yaitu Area General Purposes (Conference, Business Meeting area), Area Making Indonesia 4.0, dan Area Hannover Messe Display Category.

BERITA TERKAIT

Covid-19 Meluas, Industri Kelapa Sawit Gelontorkan Bantuan

NERACA Jakarta – Terus meluasnya serangan virus covid-19 membuat industri kelapa sawit untuk menggelontorkan sejumlah bantuan, salah satunya Wilmar. Wilmar…

Memacu Ekspor Perikanan Ditengah Meluasnya Covid-19

NERACA Jakarta - Direktur Utama, PT. Kawan Kita Semua, Dudi Hermawan mengatakan bahwa produksi udang cukup tinggi, dari panen hari…

Kemenkop dan UKM Pembenahan Restrukturisasi Kredit

Jakarta – Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM terus berupaya untuk melakukan pembenahan terhadap  kebijakan khusus bagi koperasi terkait restrukturisasi kredit.…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Operasional Pelabuhan Perikanan Tidak Terpegaruh Covid-19

NERACA Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) memastikan aktivitas di pelabuhan perikanan tetap berjalan sesuai…

Covid-19 Meluas, Pemerintah Dorong Skema Program Bantu Koperasi

NERACA Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM siap mendorong koprasi yang terkena dampak dari virus covid-19 Sekretaris Kementerian…

Covid-19 Meluas, Industri Kelapa Sawit Gelontorkan Bantuan

NERACA Jakarta – Terus meluasnya serangan virus covid-19 membuat industri kelapa sawit untuk menggelontorkan sejumlah bantuan, salah satunya Wilmar. Wilmar…