Gubernur Banten Ingatkan Kepala Sekolah Tidak Korupsi

Gubernur Banten Ingatkan Kepala Sekolah Tidak Korupsi

NERACA

Serang - Gubernur Banten Wahidin Halim mengingatkan para kepala sekolah, bendahara, dan pejabat penatausahaan keuangan sekolah untuk tidak melakukan korupsi melalui pengelolaan keuangan yang baik.

"Hari ini kita kumpul untuk sampaikan pesan moral. Bahwa kita bisa berhasil tanpa korupsi. Bisa hidup bahagia. Saya berharap kepala sekolah bisa mengelola uang dengan baik." kata Wahidin Halim dalam Pembukaan Bimbingan Teknis Kepada kepala Sekolah, Kepala Tata Usaha, Bendahara, dan Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK) Dalam Rangka Penyerahan Kewenangan KPA/ Pada Satuan Pendidikan Menengah di Provinsi Banten di Plaza Aspirasi KP3B, di Serang, Senin (10/2).

Menurut dia, sekarang mekanisme pelaksana kuasa anggaran ke kepala sekolah. "Kalau Dinas Pendidikan, terlalu jauh. Awas kalau diselewengkan. Tiga kali berturut Banten raih WTP," kata Wahidin.

Sebelumnya, Gubernur Wahidin mengajak para peserta untuk bersama menyanyikan lagu Padamu Negeri. Mengajak para peserta untuk mencamkan, menghayati serta meresapi dari setiap bait Padamu Negeri.

"Lagu Padamu Negeri bicara tentang janji, tentang tanggung jawab. Membentuk ikrar kalau kita mengabdikan diri bagi negara, NKRI dan Pancasila yang sudah final. Memberikan makna kepada kita, bahwa kita mengabdi," kata Wahidin menegaskan.

Gubernur Banten juga memerintahkan jajaran pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten untuk tidak asal menempatkan guru."Penempatan guru harus mempertimbangkan tempat tinggalnya. Agar lebih dekat sekolah sehingga lebih nyaman dalam bekerja dan tidak banyak keluar biaya transportasi," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Wahidin Halim juga memaparkan capaian Pemprov Banten dalam tata kelola pemerintahan, pembangunan infrastruktur, pembangunan bidang kesehatan, pariwisata hingga bidang pendidikan."Ke depan, kita tingkatkan lagi akses jalan ke pendidikan dan akses jalan ke pertanian," katanya.

Semantara itu, Plt Kepala Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Muhamad Yusuf mengatakan, melalui bimbingan teknis ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan, pemahaman kepada peserta tentang perencanaan dan pengelolaan di sekolah serta meningkatkan pelaksanaan anggaran pendapatan daerah di Provinsi Banten tahun 2020 yang akuntabel, transparan, efektif, serta meningkatkan kemampuan pegawainya.

"Kemudian 'output'-nya adalah semua petugas dalam pengelolaan yang ada di sekolah memiliki kemampuan dan mahir untuk membuat laporan sehingga masyarakat atau 'stakeholder' sekolah terlayani dengan cepat dan tepat," kata Yusuf.

Pembukaan Bimbingan Teknis diikuti oleh 240 orang kepala sekolah, 240 orang kepala tata usaha, dan 392 orang dari organisasi perangkat daerah di lingkungann Pemprov Banten. Selanjutnya bimbingan teknis dilaksanakan pada masing-masing Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten. Ant

BERITA TERKAIT

Jamkrindo Syariah Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk Dhuafa

Jamkrindo Syariah Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk Dhuafa  NERACA Jakarta - Jamkrindo Syariah (Jamsyar) bekerja sama dengan Dompet Dhuafa dan…

Lippo Karawaci Siapkan Dana Rp 75 miliar untuk Buyback Saham

Lippo Karawaci Siapkan Dana Rp 75 miliar untuk Buyback Saham  NERACA Jakarta - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) telah meluncurkan…

Golkar dan GM-FKPPI Peduli Berikan Sembako bagi Ojol dan Masyarakat

Jakarta-Merebaknya wabah Covid-19 belakangan ini membuat Partai Golkar dan Generasi Muda (GM) Forum Komunikasi Putra- Putri Purnawirawan TNI/Polri (GM- FKPPI)…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

AIA DigiBuy, Perlindungan Asuransi Tanpa Harus Bertemu dengan Tenaga Pemasar

AIA DigiBuy, Perlindungan Asuransi Tanpa Harus Bertemu dengan Tenaga Pemasar NERACA Jakarta – Di tengah mewabahnya virus Covid-19, seluruh elemen…

Di Kota Sukabumi Satu Orang Dinyatakan Positif Covid-19

Di Kota Sukabumi Satu Orang Dinyatakan Positif Covid-19   NERACA Sukabumi - Walikota Sukabumi Achmad Fahmi mengakui satu warga asal Kota…

BPS: Sebanyak 1,6 Juta Penduduk Sumsel Akses Sensus Online

BPS: Sebanyak 1,6 Juta Penduduk Sumsel Akses Sensus Online   NERACA Palembang - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 1,6 juta…