Kemenperin Bantu IKM Menembus Pasar Eropa

NERACA

Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) gencar memfasilitasi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di dalam negeri agar bisa memperluas pasar ekspornya. Salah satu langkah strategis yang dijalankannya adalah melibatkan mereka pada pameran-pameran skala internasional, sepertigelaranAmbientedi Jerman.

“Mengingat potensi industri kerajinandi Tanah Airyang cukup besar,kamisecara konsisten terus berperan aktif dalam mempromosikan produk-produkkerajinan nasionalsupayamampu menguasai pasar domestikhingga kancah global,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta

Gati optimistis, industri kerajinan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional melalui capaian ekspornya. Hal ini terlihatdarinilaiekspor produk kerajinannasional yang menembushinggaUSD892 juta pada tahun 2019ataumeningkat 2,6% dibandingkanperolehan tahun2018 sebesar US$870 juta.

Keikutsertaan pada pameranAmbienteinimerupakanstrategiunjuk gigi produk-produk IKM kerajinanTanahAir,selain itujuga untuk bersaing dengan produk-produk unggulan di pasar ekspor.“Ini juga sebuah kesempatan bagiIKM untukbenchmarkingdalam meningkatkan inovasi desain,termasuk dalam halkemasannyasertatentunyabisamendapatkan informasi tren dan selera pasar dunia terkini,” papar Gati.

Menurut Gati, Ambiente merupakan pameran dagang terbesar untuk sektor barang konsumen dan ajang temu bisnis para pelaku usaha di sektorinterior decoration, gifts and premiumssertatable and diningware.Penyelenggaraannya dilaksanakan setiap tahun di Messe Frankfurt, Jerman dan diikuti lebih dari 96 negara peserta. Pameran tersebut pada tahun ini diselenggarakan padatanggal 8-12Februari 2019.

Mengusung tema“Gift from Archipelago, Prime Handicraft of Indonesia”, Kemenperin memfasilitasi delapan IKM sebagai peserta Ambiente 2020, antara lainHarmoni Jaya Kreasi (kerajinan anyaman), Palem Craft Jogja (mirror dan lighting), Mohoi (kerajinan anyaman bambu), Bana Nusantara (kerajinan anyaman bambu), Pandanus Internusa (kerajinan anyaman), Yogya Indo Global (kerajinan kayu), Siji Lifestyle (kerajinan kayu dan resin) dan Art Classic (kerajinan kayu).

Keikutsertaan dalam pamerantersebut jugadiharapkan menjadisalah satu carabagi IKM nasionaluntukbisa salingberinteraksi secara langsung denganbuyer(pembeli potensial). “Karena tren penjualan dari eksportir langsung denganbuyeradalah sebagai salah satu jalurdistribution channelsyang efektif dan diminati di Eropa,” imbuh Gati.

Gati pun menjelaskan, dalam fasilitasi pameran Ambiente ini,para pelaku IKM kerajinan yang terkurasi mendapatkan fasilitasi bantuan promosi untuk menampilkan produk kerajinan terbaiknya, khususnyahome décor. Sebab produk tersebut, banyak diminatipembeli potensial(wholesalerataupunretailer) yang berkunjung kepameran Ambiente.

“Fasilitasi keikutsertaan IKM Indonesia di pameran Ambiente ini juga menghasilkan peningkatan nilai ekspor IKM peserta pameran setiap tahun rata-rata sebesar 99,5%,” ujar Gati.

Nilai penjualanUSD1,57juta

Kedelapan IKM Indonesia yang difasilitasi Ditjen IKMA Kemenperin, mampumencatatkan nilai penjualanselamapameransebesarUSD1,57juta. “Dalam gelaran tahun ini minatbuyerjuga cukup tinggi terhadap produk-produk dari para IKM Indonesia. Mereka juga berhasil mendapatkan sekitar 102 kontrak dagang dari 37 negara, serta membukukan berbagai pesanan dan penjualan yang akan ditindaklanjuti setelah pameran berakhir,” ungkap Gati.

Sehingga Gati berharap, pada tahun 2020,Ambientediikutisebanyak4.635peserta dari 93negara. Jumlah peserta tersebutmeningkat 3,9% dibanding tahun 2019.Sementara itu, jumlah pengunjung mencapai108 ribu orangdari160negara (62%berasaldariluar Jerman), antara lain dariItalia, Perancis, Belanda, Spanyol, Britania Raya, Turki, Amerika Serikat, Rusia dan Jepang.

Di tengah gelaran Ambiente,juga dilaksanakanBusiness Gatheringyangbekerjasama dengan KBRI Berlin dan KJRI Frankfurt. Kegiataninibertujuan untuk meningkatkan hubungan bisnisantarapara pelaku usahakerajinanIndonesia dan Jerman.

“Pada acaratersebut,kamitelahmenyampaikan informasi mengenai keunggulan dan kualitas produk Indonesia serta mengajak para pelaku usaha Jerman untuk terus meningkatkan hubungan bisnis dengan Indonesia,”tutur Gati.

Gati mengemukakan, perusahaan Indonesiajugaberkesempatan untuk membangun jejaring dan kontak bisnis dengan sejumlah perusahaan Jerman, dan juga negara lain seperti Perancis dan Jepang. Beberapa peserta Indonesia menyatakan bahwa dari acara serupa tahun lalu telah berhasil mendapatkan orderan besar yang masih berlanjut sampai beberapa waktu ke depan.

Pameran Ambiente menjadi ajang promosi penting di Jerman dan Eropa untuk berbagai produkconsumer goods,yangnantinya dapatmenghasilkan nilaiekonomicukup baik bagi para peserta Indonesia.

“Dalamlimatahun terakhir, Paviliun Indonesia mencatatkan kenaikan nilai transaksinyahingga 113%. Tentunya hal ini capaian yangsangatmembanggakan, yang menunjukkan peningkatan kemampuan IKM Indonesia di pasar global,” tandas Gati.

BERITA TERKAIT

Dampak COVID-19, Pinjaman Lunak untuk IKM Harus Didorong

NERACA Jakarta - Kebijakan untuk meminimalkan dampak COVID-19 kepada sektor Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) merupakan hal yang penting…

Hadapi Corona, Industri Butuh Dukungan Pemda

NERACA Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong industri tetap produktif selama masa tanggap darurat dampak pandemi yang disebabkan oleh virus korona baru.…

Kemenkop dan UKM Siapkan 8 Program Antisipasi Dampak COVID-19 bagi Pelaku KUMKM

Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM menyiapkan 8 program khusus sebagai upaya untuk mengantisipasi dampak ekonomi wabah COVID-19 terhadap pelaku…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Lawan Covid-19, Industri Otomotif Siap Produksi Ventilator

NERACA Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong industri otomotif di dalam negeri untuk dapat memproduksi alat…

Pemerintah Menggandeng Jasa Layanan Umum Mengamankan Pangan

NERACA Jakarta – Berbagai cara dilakukan oleh pemerintah untuk mengamankan bahan pangan. Diantaranya Kementerian Pertanian (Kementan) dengan menggandeng Gojek Pengamat…

Konsolidasi dan Perkuat Bisnis Utama, Pertamina Rasionalisasi 25 Entitas Usaha

NERACA Jakarta - PT Pertamina (Persero) siap mendukung upaya pemegang saham dalam rangka konsolidasi Anak Perusahaan BUMN untuk meningkatkan efisiensi…